KFC Diminta Perhatikan Kesejahteraan Hewan
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

KFC Diminta Perhatikan Kesejahteraan Hewan

Rabu, 24 November 2021 | 20:02 WIB
Oleh : Yudo Dahono / YUD

Jakarta, Beritasatu.com - Perusahaan restoran cepat saji Kentucky Fried Chicken (KFC) Indonesia diprotes. Penyebabnya, mereka dianggap tidak memberikan kesejahteraan yang baik bagi ayam yang mereka jual, semasa hidup. Protes melalui surat terbuka ini, disampaikan World Animal Protection. Ini juga dalam rangka peringatan Hari Kesadaran Penggunaan Antibiotik Sedunia.

"Jutaan ayam tidak pernah mendapat kesempatan untuk melihat sinar matahari, tumbuh pada tingkat alami atau berperilaku seperti yang mereka lakukan di alam liar. KFC Indonesia mendapat untung dari rasa sakit ini," kata Manajer Kampanye di World Animal Protection Rully Prayoga melalui keterangan, Rabu (24/11/2021).

“Banyak yang menderita ketimpangan dan lesi kulit. Metode peternakan intensif juga sering mengandalkan penggunaan antibiotik rutin sebagai solusi cepat untuk menjaga hewan yang stres dan sakit tetap hidup," ujarnya.

Selain itu, kata Rully penggunaan antibiotik yang berlebihan pada ayam ini memicu krisis superbug mematikan, yang membunuh lebih dari 700.000 orang per tahun dan terus meningkat. Ini berdasarkan data Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO. Penyakit resistensi antibiotik inilah yang juga diidap artis Nadia Vega.

"Tidak hanya ayam-ayam ini yang menderita, kesehatan manusia juga terancam. Pergeseran ke sistem pertanian dengan kesejahteraan yang lebih tinggi menggunakan breed ayam yang tumbuh lebih lambat akan mengurangi kebutuhan akan antibiotik," ungkap Ruly.

Kepala Kampanye Global di World Animal Protection Jonty Whittleton menambahkan bahwa banyak restoran dengan nama atau merek terkenal menolak memberikan miliaran ayam kesempatan untuk melihat sinar matahari dan tumbuh pada tingkat yang sehat atau berperilaku secara alami.

"Covid-19 telah mengajarkan kita bahwa kesejahteraan hewan dan kesehatan manusia saling terkait, tidak boleh ada bisnis seperti biasa. Motif komersial mendorong kekejaman dan penderitaan, dan ini harus diakhiri," tandasnya.

Menurut Rully, persoalan ini sudah pernah disampaikan World Animal Protection pada tahun 2020 lalu kepada KFC Indonesia. Namun, hingga kini tak juga tuntas.

"Diskusi pada 2020 dengan kami, ketika kami tanya jawabannya klise, 'kami sudah mengikuti regulasi'. Regulasi yang mana? Declare dong, kriteria yang sudah diikuti," kata dia.

Pihaknya menduga, tak kunjung membaiknya kesejahteraan ayam yang dijual KFC Indonesia, lantaran perusahaan itu dinilai tidak menganggap penting perkara ini. Perusahaan, disinyalir hanya mengutamakan produknya agar laku, tanpa berupaya meningkatkan kualitasnya.

"Kemudian, ada kemungkinan juga mendapatkan supply dari peternakan yang low, rendah tingkat kesejahteraan hewannya. Makanya dia nggak berani. Meskipun mereka selalu klaim, 'kami berasal dari ini kok, kami baik kok'. Kalau baik kita kejar, bikin iklan di mana dia ambil ayamnya. Kita juga senang lihatnya kalau ayam yang kita makan berasal dari peternakan berkualitas," paparnya.

Peningkatan kesejahteraan ayam oleh KFC Indonesia, kata Rully sudah sepatutnya dilakukan. Sebab kebijakan ini sudah dijalankan KFC Amerika Serikat (AS) atau perusahaan induk KFC, Yum! Brands melalui kampanye better chicken commitment. Serta dilakukan KFC Eropa di mana Inggris di dalamnya dan bahkan, KFC Thailand ikut serta, dan saat ini tengah berproses.

Rully mengakui, KFC Indonesia bukanlah pemilik peternakan ayam tersebut, sehingga tak memiliki kewenangan secara langsung. Namun, perusahaan itu memiliki peran dalam memilih produsen daging ayam mana yang bisa memasok ke KFC Indonesia.

"KFC itu mampu dan dia bisa, dia kan hanya pihak yang menerima produk. Dia bisa saja 'saya hanya mau menerima produk dari peternakan kriteria seperti ini'," tuturnya.

"KFC itu mempunyai kewenangan untuk memilih supplier-nya. 'Ok saya memilih supplier yang memiliki kesadaran terhadap kesejahteraan yang tinggi'," imbuh Rully.

World Animal Protection menegaskan, peningkatan kesejahteraan ayam ini justru menguntungkan KFC Indonesia maupun peternak, bukan malah sebaliknya. Sebab dengan begitu KFC bisa mempromosikan produknya berasal dari bahan terbaik, sehingga meningkatkan kepercayaan konsumen dan menambah nilai produk.

Sementara peternak, tak menggunakan antibiotik disebut Rully justru menguntungkan buat mereka. Di sisi lain, survei yang mereka lakukan pada 2019, menunjukkan konsumen tak masalah membayar lebih saat mengonsumsi ayam dengan kesejahteraan yang lebih baik.

"Peternak yang untung itu, kandang bersih, populasi ayam tidak terlalu padat, tidak menggunakan antibiotik, mereka menggunakan probiotik," tuturnya.

"Menjaga ayam itu tidak sakit, dari umur satu hari sampai enam minggu. Padahal itu nggak usah, kalau kandangnya bagus. Ayam mati karena kebanyakan kena penyakit cekrek. Karena padat, karena amonia atau kotorannya itu tak diurusi," lanjut Rully.

World Animal Protection sendiri berharap KFC Indonesia dapat menggunakan keturunan ayam yang tumbuh pada tingkat yang lebih sehat. Kemudian memastikan ayam memiliki ruang untuk berperilaku lebih alami, dan kandang tidak boleh digunakan.

Lalu, memberikan ayam kesempatan untuk menikmati perilaku alami melalui pengayaan, termasuk tempat bertengger atau platform dan objek mematuk, pencahayaan alami dan tempat tidur berkualitas tinggi. Serta memastikan bahwa ayam disembelih dengan cara yang lebih manusiawi yang menghindari belenggu hidup, dan membuat semua hewan pingsan sebelum disembelih.

World Animal Protection menegaskan, bahwa apa yang mereka harapkan ini merupakan opsi. Jika KFC Indonesia memilih untuk menjalankannya tentunya baik, sementara jika tidak, bagi mereka tak masalah. Namun tentunya ini bisa mempengaruhi persepsi publik yang perlahan mulai sadar akan perlunya kesejahteraan pada hewan, termasuk ayam-ayam yang diperjual-belikan KFC Indonesia. "Kami tidak anti KFC, tapi kita meminta KFC lebih baik," tandas Rully.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Pandemi Covid-19 Akselerasi Peran Perpustakaan Digital

Peran perpustakaan digital dalam mendukung dunia pendidikan dinilai semakin membesar pada masa pandemi Covid-19.

NASIONAL | 30 November 2021

Kurangi Limbah Makanan untuk Menjaga Lingkungan

Membantu menjaga lingkungan dan kehidupan bumi yang lebih baik, salah satunya dengan mengurangi limbah makanan.

NASIONAL | 30 November 2021

Kunjungan Jokowi Diharapkan Motivasi Petani Muda

Kedatangan Jokowi dapat memberikan semangat bagi para petani muda. Misalnya dalam rangka memajukan pertanian.

NASIONAL | 30 November 2021

Jokowi Resmikan Pasar Pon di Kabupaten Trenggalek

Jokowi menyempatkan singgah di Pasar Pon saat perjalanan menuju Helipad Menak Sopal, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur.

NASIONAL | 30 November 2021

Polri Gelar Operasi Kontingensi Selama Masa Nataru

Polri mewaspadai kemungkinan mobilitas masyarakat antardaerah/wilayah pasa masa Natal 2021 dan menyambut Tahun Baru 2022 (Nataru).

NASIONAL | 30 November 2021

Keributan di Timika, Polri Siap Beri Sanksi Anggotanya

Propam Polri sedang mmendalami peristiwa keributan itu antara anggota TNI dan Polri di Timika.

NASIONAL | 30 November 2021

Siswa SMK Mampu Hasilkan Startup Bisnis

Kemdikbudristek menggelar kegiatan workshop dan pameran hasil karya dan startup bisnis siswa SMK.

NASIONAL | 30 November 2021

Tokoh Imbau Rakyat Papua Tak Terprovokasi Isu 1 Desember

Rakyat di Papua diimbau agar tidak terpengaruh dengan isu 1 Desember yang sengaja dihembuskan kelompok-kelompok yang berseberangan dengan pemerintah.

NASIONAL | 30 November 2021

ASN Langgar Larangan Cuti Nataru, Sanksi Tegas Menanti

Pemerintah mewajibkan aparat sipil negara (ASN) menunda cuti pada Desember.

NASIONAL | 30 November 2021

Polri Dalami Video Polantas Diduga Minta Durian

Beredar video berisi seorang sopir truk mengeluh karena oknum Polantas diduga meminta durian yang diangkutnya.

NASIONAL | 30 November 2021


TAG POPULER

# Ameer Azzikra


# Omicron


# Bens Leo


# Cristiano Ronaldo


# Infeksi Lever



TERKINI
Lebih dari 100 Merek Fesyen Terkenal Terkait Deforestasi

Lebih dari 100 Merek Fesyen Terkenal Terkait Deforestasi

DUNIA | 4 jam yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings