Pilkada Akan Didominasi Calon Tunggal
INDEX

BISNIS-27 428.182 (-4.2)   |   COMPOSITE 4879.1 (-22.36)   |   DBX 933.193 (-0.24)   |   I-GRADE 128.434 (-0.82)   |   IDX30 404.523 (-4.65)   |   IDX80 106.174 (-1.01)   |   IDXBUMN20 268.239 (-4.54)   |   IDXG30 113.341 (-0.74)   |   IDXHIDIV20 361.328 (-5)   |   IDXQ30 118.527 (-1.29)   |   IDXSMC-COM 209.874 (-0.48)   |   IDXSMC-LIQ 234.117 (-1.15)   |   IDXV30 100.803 (-0.95)   |   INFOBANK15 767.134 (-10.02)   |   Investor33 355.071 (-4.06)   |   ISSI 143.565 (-0.31)   |   JII 517.566 (-1.31)   |   JII70 175.828 (-0.42)   |   KOMPAS100 953.068 (-5.96)   |   LQ45 742.375 (-7.8)   |   MBX 1347.52 (-7.05)   |   MNC36 265.633 (-1.94)   |   PEFINDO25 258.006 (1.37)   |   SMInfra18 230.699 (-2.34)   |   SRI-KEHATI 299.246 (-3.58)   |  

Pilkada Akan Didominasi Calon Tunggal

Selasa, 28 Juli 2020 | 21:03 WIB
Oleh : Roberth Wardhy / CAR

Jakarta, Beritasatu.com - Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) memprediksi calon tunggal akan mendominasi Pilkada Serentak 2020. Sebab pelaksanaan pilkada di tengah pandemi Covid 19, mengurungkan niat banyak partai dan calon untuk berkompetisi. Partai-partai kemungkinan akan lebih banyak merapat ke petahana.

“Kami memprediksi pilkada yang diselenggarakan di masa pandemi akan memicu peningkatan calon tunggal. Calon tunggal selama ini didominasi oleh petahana atau kerabat petahana. Pada Pilkada Serentak 2020 ini, ada lebih dari 200 petahana yang diperkirakan akan maju,” kata Direktur Eksekutif Perludem Titi Anggaraini di Jakarta, Selasa (28/7/2020).

Titi menyebut ketidaksiapan melakukan konsolidasi politik di masa pandemi juga memicu partai urung mengusung calon sendiri. Dia menambahkan situasi pandemi, membuat petahana lebih diuntungkan dengan keleluasaan bergerak saat menyalurkan berbagai program untuk penanganan Covid-19. “Kompetisi pilkada 2020 sangat berat bagi para calon penantang,” ujarnya.

Terkait model kampanye yang akan muncul, Titi mengacu pada hasil survei Lembaga Indikator Politik Indonesia. Salah satu temuan survei itu menyebutkan 60% masyarakat lebih suka kampanye tatap muka atau kampanye terbuka daripada virtual. Menurut Titi, celah kampanye virtual tetap perlu dioptimalkan pemanfaatannya oleh kandidat.

Setiap celah, lanjut Titi, sekecil apapun itu harus mampu direbut oleh kandidat. Optimalisasi mesin dan kader partai harus dilakukan ditengah situasi pandemi saat ini. Sambil membangun soliditas masa krisis di antara orang-orang yang punya pandangan politik sama di dalam kelembagaan partai.

“Kreativitas kampanye untuk melihat celah yang tidak mampu ditawarkan petahana memang jadi sangat perlu dilakukan penantang petahana. Termasuk pula secara cerdas dan proporsional menyoroti kemampuan dan kualitas kinerja petahana dalam menangani pandemi Covid-19,” kata Titi.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA



TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS