Wacana Sanksi Pidana Ringan Pelanggar Disiplin Covid-19 Dinilai Perlu Dikaji Ulang
INDEX

BISNIS-27 426.538 (11.39)   |   COMPOSITE 4842.76 (103.04)   |   DBX 923.5 (7.76)   |   I-GRADE 127.867 (3.45)   |   IDX30 404.318 (11.17)   |   IDX80 105.647 (2.92)   |   IDXBUMN20 263.312 (10.37)   |   IDXG30 113.239 (2.36)   |   IDXHIDIV20 361.834 (9.72)   |   IDXQ30 118.461 (3.18)   |   IDXSMC-COM 206.934 (3.31)   |   IDXSMC-LIQ 229.9 (5.97)   |   IDXV30 99.778 (3.02)   |   INFOBANK15 760.318 (27.06)   |   Investor33 353.585 (10.19)   |   ISSI 142.238 (2.46)   |   JII 514.346 (9.5)   |   JII70 174.038 (3.75)   |   KOMPAS100 945.162 (25.96)   |   LQ45 740.002 (20.32)   |   MBX 1338.07 (31.05)   |   MNC36 264.409 (7.18)   |   PEFINDO25 251.635 (8.18)   |   SMInfra18 228.656 (4.87)   |   SRI-KEHATI 297.818 (8.93)   |  

Wacana Sanksi Pidana Ringan Pelanggar Disiplin Covid-19 Dinilai Perlu Dikaji Ulang

Rabu, 15 Juli 2020 | 13:18 WIB
Oleh : Markus Junianto Sihaloho / CAR

Jakarta, Beritasatu.com - Wacana sanksi hukuman pidana ringan bagi masyarakat yang melanggar kedisiplinan di masa pandemi Covid-19 dinilai perlu dikaji ulang. Lebih baik dipastikan terlebih dahulu bahwa aparat memang benar-benar mengawasi dan membimbing kedisiplinan rakyat.

Anggota Komisi IX DPR, Intan Fitriana Fauzi mengatakan ada beberapa hal yang harus dipahami. Pertama, sejak pandemi Covid-19 masuk ke Indonesia, dampaknya bukan hanya ke kesehatan, namun juga ke perekonomian masyarakat. Artinya, jika sanksi pidana ringan maupun denda diberikan, belum tentu masyarakat memiliki kemampuan membayarnya.

“Ada daerah yang bikin aturan tidak pakai masker didenda Rp 250 ribu. Toh tidak berjalan juga karena kemampuan bayarnya tidak ada,” kata Intan, Rabu (15/7/2020).

Kedua, rendahnya kedisiplinan masyarakat bukan tanpa sebab. Sebab sosialisasi dan edukasi mengenai pandemi memang belum mengena ke sasaran. Di tingkat lapangan, pemerintah seharusnya memahami bahwa banyak kalangan masyarakat di tingkat bawah yang merasa bahwa Covid-19 sebenarnya tidak ada.

“Jadi, memang kalau mengambil tindakan, artinya masuk ke ranah hukum, dengan pidana, nah ini perlu dikaji lebih dalam. Karena memang sumber masalahnya apa dulu. Kalau saya menilai, sumber edukasi untuk masyarakat yang tepat. Kalau saya tidak terlalu setuju bahwa kemudian denda dan pidana itu menjadi solusi untuk menekan angka Covid-19,” kata Intan.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Reformasi Kebijakan Pidana Dinilai Harus Perhatikan Kondisi Lapas

Reformasi kebijakan pidana diharapkan memerhatikan kondisi lapas.

NASIONAL | 15 Juli 2020

Pasien Positif Covid-19 Secapa AD Bandung Tersisa 948 Orang

Jumlah pasien positif klaster kasus peserta didik dan tenaga pelatih Secapa AD di Bandung, Jawa Barat kembali berkurang.

NASIONAL | 16 Juli 2020

Menpora Dukung TROI Foundation Gelorakan Kembali Sport Tourism

Menurut Menpora Zainudin Amali, berbagai penyesuaian harus dilakukan untuk menggiatkan kembali sport tourism di tengah pandemi Covid-19.

NASIONAL | 16 Juli 2020

Dirjen yang Direkrut Susi Pudjiastuti Mundur Mendadak

Menteri KKP Edhy Prabowo sudah mengusulkan pengganti kepada Presiden Joko Widodo.

NASIONAL | 16 Juli 2020

Menpora Ajak Anak Muda Tetap Produktif di Masa Pandemi

Menurut Menpora, salah satu kegiatan produktif yang dapat dilakukan di tengah pandemi adalah memulai usaha.

NASIONAL | 16 Juli 2020

Mendes Minta Kades dan Pendamping Desa Bantu Korban Banjir Masamba

Mendes Abdul Halim Iskandar berharap langkah cepat dari kepala desa dan pendamping desa dapat meringankan beban korban banjir bandang di Kota Masamba.

NASIONAL | 16 Juli 2020

Di Mana-mana Ada Koperasi, NTT Tetap Provinsi Miskin

Fakta menunjukkan bahwa koperasi di NTT belum menjadi badan usaha yang mampu mendongkrak kesejahteraan rakyat.

NASIONAL | 16 Juli 2020

Rumah Belajar Diakses 157 Juta Pengguna

Data pencapaian platform Rumah Belajar ini bertambah sejak sekolah melaksanakan kegiatan belajar dari rumah (BDR) pada masa pandemi Covid-19.

NASIONAL | 15 Juli 2020

Perkuat Link and Match, Mendikbud Luncurkan Rumah Vokasi

Rumah Vokasi diharapkan dapat memberikan masukan, rekomendasi, dan fasilitas dalam pengembangan pendidikan vokasi.

NASIONAL | 15 Juli 2020

Gagal Ikut UTBK SBMPTN Tahap 1, Puluhan Ribu Peserta Diperbolehkan Ikut Tahap 2

Terdapat enam pusat UTBK yang batal melaksanakan ujian tahap satu karena dilarang oleh Gugus Tugas Covid-19 setempat.

NASIONAL | 15 Juli 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS