Menhan Rencana Beli Jet Tempur dari Austria, DPR Tidak Tahu
INDEX

BISNIS-27 426.538 (11.39)   |   COMPOSITE 4842.76 (103.04)   |   DBX 923.5 (7.76)   |   I-GRADE 127.867 (3.45)   |   IDX30 404.318 (11.17)   |   IDX80 105.647 (2.92)   |   IDXBUMN20 263.312 (10.37)   |   IDXG30 113.239 (2.36)   |   IDXHIDIV20 361.834 (9.72)   |   IDXQ30 118.461 (3.18)   |   IDXSMC-COM 206.934 (3.31)   |   IDXSMC-LIQ 229.9 (5.97)   |   IDXV30 99.778 (3.02)   |   INFOBANK15 760.318 (27.06)   |   Investor33 353.585 (10.19)   |   ISSI 142.238 (2.46)   |   JII 514.346 (9.5)   |   JII70 174.038 (3.75)   |   KOMPAS100 945.162 (25.96)   |   LQ45 740.002 (20.32)   |   MBX 1338.07 (31.05)   |   MNC36 264.409 (7.18)   |   PEFINDO25 251.635 (8.18)   |   SMInfra18 228.656 (4.87)   |   SRI-KEHATI 297.818 (8.93)   |  

Menhan Rencana Beli Jet Tempur dari Austria, DPR Tidak Tahu

Selasa, 28 Juli 2020 | 20:31 WIB
Oleh : Roberth Wardhy / CAR

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto berencana membeli satu skuadron atau 15 unit pesawat jet tempur jenis Eurofighter Thypoon bekas dari Austria. Prabowo sudah mengirim surat ke Menhan Austria Klaudia Tanner pada 10 Juli 2020. Rencana pembelian itu juga terungkap setelah koran Austria, The Kronen Zeitung, pada 18 Juli 2020 mempublikasikan surat Prabowo.

Menanggapi hal itu, anggota Komisi I DPR Tb Hasanuddin mengaku Prabowo tidak pernah mengajak Komisi I berdiskusi dengan Prabowo terkait rencana itu. Menurutnya, pengadaan alat utama sistem pertahanan (Alutsista) untuk TNI, padahal harus memerlukan persetujuan DPR.

“Sampai detik ini belum ada pemberitaan resmi, apalagi diskusi meminta persetujuan dari Pak Prabowo kepada DPR,” kata Hasanuddin di Jakarta, Selasa (28/7/2020).

Hasanuddin mengungkapkan rencana pembelian jet tempur bekas itu tidak tercatat dalam rencana anggaran APBN 2020 dan 2021. Pihaknya tidak tahu langkah Prabowo mendapatkan anggaran untuk pembelian tersebut.

“Dalam rencana APBN tahun ini tidak ada. Apalagi tahun depan tidak dicantumkan,” ujar politisi dari PDI Perjuangan ini.

Hasanuddin menyebut pembelian Alusista bekas juga tidak sesuai dengan Undang-Undang (UU) 16/2012 tentang Industri Pertahanan. Dalam UU itu dinyatakan jika membeli barang bekas harus produk dari dalam negeri.

“Ini tidak ada celah untuk itu. Walaupun ada, itu pun ada syarat-syarat lain,” tutur Hasanuddin.

Hasanuddin menyebut sejumlah syarat dalam UU tersebut. Pertama, dalam Pasal 43 Ayat 1 disebutkan pengguna, dalam hal ini TNI dan Polri wajib menggunakan alat peralatan pertahanan dan keamanan produksi dalam negeri.

Kedua, dalam hal peralatan pertahanan dan keamanan dalam negeri belum dapat dipenuhi oleh industri pertahanan dalam negeri, pengguna dan induatri pertahanan dapat mengusulkannya kepada Komite Kebijakan Industri Pertahanan yang ketuanya adalah presiden.

Ketiga, ijin untuk menggunakan produk luar negeri dengan pengadaan melalui proses langsung. Proses langsung untuk pengadaan luar negeri harus antar pemerintah, G to G atau antar pabrik.

“Nah barang bekas ini tidak bisa. Karena apa? Kita membeli dari pengguna dari user dari angkatan bersenjata Austria atau dari negara Austria. Harusnya G to G dan pabrikan. Jadi ini sudah tertutup lah kemungkinan itu,” kata Hasanuddin.



Sumber:BeritaSatu.com

TAG: 


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Tukul Panjaitan Ditangkap Brimob Polda Sumut

Dari pencurian uang Rp 1,6 miliar di Kantor Gubernur Sumut, Tukul memperoleh bagian Rp 300 juta, dan pencurian di USU mendapat bagian Rp 20 juta.

NASIONAL | 28 Juli 2020

Ratusan Mahasiswa Toraja Minta MA Kabulkan PK Kasus Tanah Adat di Rantepao

Presiden Jokowi diminta merealisasikan janji kampanyenya dalam menjamin hak-hak masyarakat adat, dalam hal ini masyarakat adat Toraja.

NASIONAL | 28 Juli 2020

Masa Depan Dua Polisi Penganiaya Novel Akan Segera Diputuskan

Dua orang pelaku penganiayaan terhadap Novel Baswedan masih berstatus polisi aktif hingga saat ini.

NASIONAL | 28 Juli 2020

KPK Tahan 2 Eks Legislator Sumut, 1 Tersangka Reaktif Covid-19

Dua mantan legislator yang ditahan KPK pada hari ini, yakni Ahmad Hosein Hutagalung dan Mulyani.

NASIONAL | 28 Juli 2020

Kenang Jasa Pahlawan, Lanud SPR Ziarah ke TMP Kesuma Trikora

Ziarah ini jadi momentum bagi generasi penerus untuk dapat bercermin tentang nilai-nilai pengorbanan dan keteladanan yang dilakukan para pahlawan.

NASIONAL | 28 Juli 2020

Optimalisasi Integrasi TNI-Polri Kunci Terwujudnya Kesejahteraan Masyarakat

Integrasi TNI, Polri, dan komponen bangsa lainnya wajib dipertahankan demi kelangsung pembangunan nasional, termasuk pembangunan SDM yang unggul.

NASIONAL | 28 Juli 2020

Polri: Tidak Ada Ruang bagi Premanisme dan Aksi Kekerasan

Premanisme dan aksi kekerasan timbul karena adanya kevakuman, baik kevakuman hukum, kevakuman keadilan, maupun kevakuman pihak yang berwenang.

NASIONAL | 28 Juli 2020

Kasus Maria Pauline, Polisi Periksa Tiga Bank Swasta

Polisi akan memeriksa tiga bank swasta terkait aliaran dana milik tersangka pembobol Bank BNI, Maria Pauline Lumowa.

NASIONAL | 28 Juli 2020

Iduladha, MUI Imbau Protokol Kesehatan Tetap Diterapkan

Ini sangat penting untuk mencegah potensi penularan Covid-19 demi menjaga keselamatan bersama.

NASIONAL | 28 Juli 2020

Panglima Mutasi Ratusan Perwira Tinggi, Termasuk Wakasal dan Pangkostrad

Mutasi jabatan tersebut dilakukan dalam rangka memenuhi kebutuhan organisasi dan pembinaan karier.

NASIONAL | 28 Juli 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS