Terima SK Kemkumham, Ketum GMNI: Banyak Pekerjaan Rumah yang Mesti Dikerjakan
INDEX

BISNIS-27 434.406 (3.18)   |   COMPOSITE 4934.09 (29.89)   |   DBX 924.804 (3.52)   |   I-GRADE 130.838 (0.7)   |   IDX30 413.425 (2.6)   |   IDX80 108.094 (0.69)   |   IDXBUMN20 272.657 (0.84)   |   IDXG30 115.379 (0.98)   |   IDXHIDIV20 370.721 (1.69)   |   IDXQ30 120.916 (0.79)   |   IDXSMC-COM 211.116 (0.91)   |   IDXSMC-LIQ 236.814 (2.07)   |   IDXV30 102.468 (0.9)   |   INFOBANK15 776.883 (6.28)   |   Investor33 360.093 (2.42)   |   ISSI 144.765 (0.76)   |   JII 523.909 (2.5)   |   JII70 177.568 (0.86)   |   KOMPAS100 966.07 (6.66)   |   LQ45 756.376 (5.24)   |   MBX 1366.8 (8.79)   |   MNC36 270.277 (1.78)   |   PEFINDO25 258.891 (1.42)   |   SMInfra18 233.321 (1.24)   |   SRI-KEHATI 303.606 (1.77)   |  

Terima SK Kemkumham, Ketum GMNI: Banyak Pekerjaan Rumah yang Mesti Dikerjakan

Rabu, 16 September 2020 | 23:10 WIB
Oleh : Carlos KY Paath / CAR

Jakarta, Beritasatu.com – Surat Keputusan (SK) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemkumham) Nomor AHU-0000510.AH.01.08 menetapkan kepengurusan DPP GMNI periode 2019-2022. Berdasarkan SK tersebut Ketua Umum dijabar Arjuna Putra Aldino dan Sekretaris Jenderal M Ageng Dendy Setiawan.

Menurut Arjuna, terbitnya SK merupakan sebuah bentuk kepastian dan ketegasan bahwa kepengurusan DPP GMNI hanya satu. Arjuna mengimbau semua pihak untuk tidak mengindahkan kabar burung tentang dualisme adanya GMNI. Arjuna juga berharap semua pihak menghormati keputusan Kemkumham.

Baca Juga: GMNI Pilih Jalan Intellectual Movement

Arjuna menambahkan, SK Kemkumham bersifat final dan mengikat seluruh DPC dan DPD yang berada di bawah naungan rumah besar GMNI. “Akan tetapi, SK bukan tolak ukur perjuangan. Masih banyak pekerjaan rumah yang mesti kita kerjakan,” kata Arjuna saat menyampaikan pidato politiknya bertajuk “Renungan Perjuangan Menyongsong Zaman Baru”, di Jakarta, Rabu (16/9/2020).

Berikut pidato politik lengkap yang dibacakan Arjuna:

“Renungan Perjuangan Menyongsong Zaman Baru”

Assalamualaikum Wr.Wb
Shalom
Om Swastiastu
Namo Budaya
Salam Kebajikan
Merdeka...!!!
GMNI.. Jaya..!!!
Marhaen.. Menang...!!!

Saudara-saudaraku seperjuangan...
Pertama-tama kita ucapkan puji syukur atas terbitnya SK Kemkumham kepengurusan DPP GMNI. Dengan terbitnya SK ini, merupakan sebuah bentuk pernyataan yang jelas dan tegas bahwa kepengurusan DPP GMNI hanya ada satu kepengurusan. Kami mengimbau semua pihak untuk tidak mengindahkan kabar burung tentang dualisme GMNI. Kami berharap semua pihak menghormati keputusan resmi institusi negara, yakni Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia sebagai pihak yang berwenang dan memiliki otoritas. Kami juga meminta kepada seluruh pihak untuk tidak membesar-besarkan dinamika kongres yang sudah terjadi. SK Kemkumham bersifat final dan mengikat seluruh DPC dan DPD yang berada di bawah naungan rumah besar GMNI.

Akan tetapi, SK bukan tolak ukur perjuangan. Masih banyak pekerjaan rumah yang mesti kita kerjakan. Yang perlu kita renungkan dan pikirkan, saat ini kita bergerak dan mengelola organisasi di tengah situasi yang telah berubah yaitu dunia yang berada diambang zaman baru yang dimotori oleh kehadiran teknologi Revolusi Industri 4.0 yang bersifat exponential dan disruptive. Hampir semua ahli dan futuris memprediksi perubahan yang akan terjadi bersifat deep shift oleh karena itu juga perubahan tersebut menuntut pergeseran paradigmatik di hampir semua bidang kehidupan manusia.

Perubahan yang sedang berlangsung ini menempatkan bangsa-bangsa termasuk bangsa Indonesia berada di persimpangan jalan antara “kesadaran dunia lama” yang existing dan membangun “kesadaran baru” yang sangat berbeda dari yang sebelumnya. Pandemi global telah memicu perubahan besar-besaran dan sekaligus menjadi katalisator bagi berlangsungnya revolusi industri keempat. Namun yang tak kalah penting, kesadaran baru ini harus dibangun sedini mungkin tidak sekedar untuk menyambut manfaat dari kehadiran teknologi baru, tetapi yang lebih utama untuk kemaslahatan bangsa Indonesia. Karena bagi GMNI, apakah itu revolusi Industri, revolusi teknologi, revolusi digital, yang paling penting yakni berpusat pada manusia Indonesia, nilai-nilai, budaya dan tradisi keindonesiaan sedapat mungkin tetap utuh.

Sistem sosial, politik dan ekonomi dunia hari ini yang telah membentuk kebijakan nasional dan global selama setengah abad yang telah mengangkat jutaan orang dari kemiskinan namun tetap saja mengecewakan. Manfaat ekonomi hanya dinikmati dan terkonsentrasi pada sebagian kecil populasi dunia. Ketidaksetaraan/kemiskinan dan ketidak-adilan justru meningkat. Eksternalitas negatif dari ekonomi global dan nasional secara bersamaan merugikan lingkungan alam dan populasi yang rentan; yakni mereka yang paling tidak mampu menyerap biaya kemajuan.

Manfaat ekonomi global dan kebijakan globalisasi keuangan yang didukung teknologi informasi dan komunikasi pada sisi ekstrimnya justru mengarah pada “sentralisasi kapital” pada level global dan nasional. Kekecewaan pada sistem sosial, politik dan ekonomi mengakibatkan kepercayaan publik terhadap institusi politik, bisnis, dan institusi internasional bahkan terhadap civil society telah jatuh pada titik terendah dimana lebih dari separuh populasi dunia merasa sistem yang berlangsung saat ini telah gagal. Kesenjangan yang melebar dalam “kepercayaan” diantara mereka penduduk yang berada di puncak pendapatan tertinggi dan penduduk berpenghasilan rendah telah menciptakan kohesi sosial yang sangat rapuh.

Rendahnya kepercayaan publik terhadap sistem yang berlangsung dan kehadiran teknologi disruptif yang semakin meminimalkan kesempatan meraih manfaat ekonomi, memunculkan “fenomena populisme” dengan berbagai variannya di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia. Di negeri ini, kepercayaan publik kepada institusi-institusi politik semakin parah karena politik yang seharusnya menjadi domain publik, justru di privatisasi atau mengalami privatisasi politik. Pembangunan demokrasi justru mengarah pada polyarchy electoralism. Namun dengan segala tantangan yang ada, bukan berarti bangsa Indonesia tak punya peluang dan tak punya harapan.

Dalam revolusi industri keempat, inovasi teknologi akan menghasilkan industri yang kecil, cerdas, banyak, murah, dan mudah direplikasi. Teknologi dengan ciri-ciri di atas akan mudah dipasarkan di pasar-pasar yang baru tumbuh. Termasuk di negara-negara emerging market seperti Indonesia. Akan tetapi yang menjadi persoalan, meskipun perubahan-perubahan besar ini sudah banyak digambarkan oleh para ahli, para politisi belum ada tanda-tanda untuk merespons dan memprediksi masa depan yang akan dila─║ui. Para politisi itu juga belum memiliki narasi bersama untuk memetakan jalan menuju zaman baru itu.

Lantas pertanyaanya, what is to be done? GMNI sebagai “komunitas politik”, punya tugas untuk terus melakukan kegiatan yang dimaksudkan untuk membangun selapisan masyarakat yang sadar politik. Dalam arti masyarakat yang mampu memiliki cara pandang bahwa politik adalah sebuah proses bersama untuk menciptakan kesejahteraan bersama dalam sebuah wadah negara-bangsa dan membangun pula selapisan masyarakat yang memiliki perspektif global dalam melihat dinamika politik di Tanah Air.

GMNI harus berdiri sebagai intellectual movement yang tidak hanya tampil sebagai agitator lapangan menjadi juru pukul namun menjadi juru pikir, terutama menjadi juru bicara zaman baru. Hal ini semakin urgen ditengah kebuntuan ilmu-ilmu sosial dalam membedah permasalahan untuk mencari dan menemukan solusi jalan keluar. Untuk itu, tugas GMNI membentuk lapisan kekuatan intelektual dengan topangan pengetahuan yang memadai. Dengan kata lain, GMNI harus mengedepankan kekuatan pengetahuan (the power of knowledge) sebagai sumber daya politik dalam partisipasinya didalam ruang publik dan pengambilan keputusan politik negara. Seperti apa kata Michael Foucault, “power is everywhere”, dalam tubuh intelektual terdapat kekuasaan untuk mengintervensi jalannya agenda-agenda politik dari negara.

Untuk itu, saya sebagai Ketua Umum DPP GMNI menghimbau kepada seluruh DPC dan DPD GMNI se-Indonesia agar dalam kerja-kerja organisasi dan kaderisasi berfokus pada penciptaan selapisan kelompok intelektual yang memandu, mengarahkan, serta mengonstruksi alam pikir masyarakat untuk menyongsong zaman baru.

Merdeka...!!!



Sumber:BeritaSatu.com

TAG: 


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Gubernur Banten Tandatangani Kesepakatan Pinjaman Daerah Rp 851,7 Miliar

Gubernur Banten Wahidin Halim menandatangani kesepakatan pinjaman daerah Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten dengan PT SMI senilai Rp 851,7 miliar.

NASIONAL | 16 September 2020

Syekh Ali Jaber Dakwah di Malang, Polda Jatim Siap Bantu Pengamanan

Polda Jatim akan membantu panitia dalam hal pengamanan kegiatan dakwah Syekh Ali Jaber di Jember dan Kabupaten Malang, pada Kamis, 17 September 2020.

NASIONAL | 16 September 2020

Pelanggar Protokol Kesehatan Jalani Sidang Terbuka

Polda Sumut bersama masih melanjutkan operasi yustisi dalam mendisiplinkan warga dalam menerapkan protokol kesehatan

NASIONAL | 16 September 2020

Sertifikasi Emas PESK untuk Kesejahteraan Rakyat dan Negara

Serifikasi emas telah dilakukan di beberapa negara termasuk Peru, Kolombia.

NASIONAL | 16 September 2020

Tambah 13, Kasus Covid-19 di Sukabumi Kini Sebanyak 177

Rinciannya tujuh kasus berasal dari Kota Sukabumi dan enam kasus lainnya dari Kabupaten Sukabumi yang satu diantaranya meninggal dunia.

NASIONAL | 16 September 2020

HMS Center: Tangani Covid-19, Kesehatan dan Pemulihan Ekonomi Harus Berjalan Pararel

Ketua Umum Hidupkan Masyarakat Sejahtera (HMS) Center, Hardjuno Wiwoho menilai, kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) merupakan pilihan bijak untuk rakyat.

NASIONAL | 16 September 2020

Tujuh Personil TNI AD di Flores Timur Positif Covid-19

Para personel TNI-AD yang terjangkit Covid-19 tersebut kini sedang dikarantina.

NASIONAL | 16 September 2020

Penegakan Hukum, Mahfud Minta Kejaksaan Junjung Moralitas

Mahfud MD meminta jajaran kejaksaan agar menjunjung tinggi moralitas dalam penegakan hukum.

NASIONAL | 16 September 2020

Otsus Perlu Diperbaiki Agar Lebih Sejahterakan Masyarakat Papua

Otonomi Khusus (Otsus) tidak dihilangkan, namun perlu ditingkatkan agar bisa lebih menyejahterakan warga Papua.

NASIONAL | 16 September 2020

Kemhub Targetkan Rel Ganda Bogor-Sukabumi Rampung Agustus 2021

Jalur rel ganda kereta api lintas Bogor-Sukabumi sepanjang 26,7 km ditargetkan selesai pada Agustus 2021.

NASIONAL | 16 September 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS