Civitas Akademika UI Minta Klarifikasi Politikus PKS soal Dugaan Fitnah
INDEX

BISNIS-27 509.396 (-2.72)   |   COMPOSITE 5822.94 (-12.46)   |   DBX 1088.19 (9.8)   |   I-GRADE 169.852 (-1.35)   |   IDX30 498.88 (-2.76)   |   IDX80 132.065 (-0.41)   |   IDXBUMN20 376.263 (-3.13)   |   IDXG30 135.508 (-0.99)   |   IDXHIDIV20 449.517 (-1.84)   |   IDXQ30 145.713 (-1.14)   |   IDXSMC-COM 252.052 (0.88)   |   IDXSMC-LIQ 309.347 (0.24)   |   IDXV30 130.911 (1.46)   |   INFOBANK15 993.498 (-9.24)   |   Investor33 428.541 (-2.51)   |   ISSI 170.173 (-0.26)   |   JII 616.286 (-0.48)   |   JII70 212.951 (-0.33)   |   KOMPAS100 1185.6 (-4.97)   |   LQ45 921.176 (-4.93)   |   MBX 1613.76 (-6.11)   |   MNC36 320.851 (-1.83)   |   PEFINDO25 318.369 (-4.14)   |   SMInfra18 296.861 (-1.08)   |   SRI-KEHATI 366.856 (-2.5)   |  

Civitas Akademika UI Minta Klarifikasi Politikus PKS soal Dugaan Fitnah

Jumat, 18 September 2020 | 14:32 WIB
Oleh : Yeremia Sukoyo / CAR

Jakarta, Beritasatu.com - Civitas Akademika Universitas Indonesia (UI) meminta klarifikasi dan permintaan maaf secara resmi dari Anggota DPR dari Fraksi PKS, Al Muzzammil Yusuf. Hal ini terkait dugaan fitnah dan character assassisnation yang dilakukan Muzzammil terhadap UI.

“Selain itu, Civitas Akademika UI juga telah mengajukan surat kepada pimpinan DPR, pimpinan MPR, pimpinan Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) dan pimpinan Fraksi PKS di DPR agar Al Muzzammil Yusuf diberhentikan sebagai anggota DPR secara tidak hormat,” kata Dosen Ilmu Politik FISIP UI, Reni Suwarso.

Hal itu disampaikan Reni dalam surat Permohonan Klarifikasi dan Permintaan Maaf yang ditujukan kepada Rektor UI, Prof. Ari Kuncoro, di Jakarta, Jumat (18/9/2020).

Direktur Institute for Democracy, Security and Strategic Studies itu menjelaskan, pihaknya juga berharap perbuatan Muzzammil dapat diproses hukum. Sebab Muzzammil dianggap telah melanggar Pasal 27 ayat (3) jo Pasal 45 ayat (1) Undang-Undang (UU) 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) sebagaimana diubah dengan UU 9/2016 tentang ITE.

Kasus tersebut berawal dari video “Kupas Tuntas: Pakta Integritas Universitas Indonesia & Pendidikan Sexual Consent” dengan pembicara tunggal Al Muzzammil Yusuf. Muzzammil menyebut "UI mengajarkan kepada mahasiswa/mahasiswi baru terkait pendidikan consensual sex, seks dengan persetujuan antara mahasiswa/ mahasiswi, seks yang dianggap tanpa kekerasan yaitu consensual sex dengan kesadaran, dianggap itu seks yang sehat yang sah. Dengan konsep consensual sex barat maka itu dianggap bukan kekerasan. Saya kira ini sangat tidak patut untuk dikembangkan diajarkan kepada mahasiswa kita di mana pun berada di Indonesia ini."

Menurutnya, tuduhan Muzzammil jelas telah menyerang, mempermalukan dan mencemarkan nama baik UI. Sebab apa yang dituduhkan sangat tidak benar dan tidak berdasar.

“Universitas Indonesia tidak pernah mengajarkan pendidikan consensual sex antara mahasiswa/mahasiswi. Universitas Indonesia tidak pernah mengajarkan mengenai consensual sex barat,” tegas Reni.

Untuk itu, UI juga harus mengambil sikap tegas terhadap tindakan “pencemaran nama baik Universitas Indonesia” yang melanggar Pasal 27 ayat (3) jo Pasal 45 ayat (1) UU ITE. Ketentuan ini mengatur bahwa “Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah)”.

Civitas Akademika UI sendiri menegaskan, pengajaran mengenai kekerasan seksual yang disampaikan UI harus ditegaskan kepada masyarakat. Mengingat, kekerasan seksual dalam hukum internasional dikategorikan sebagai serious crimes (Pasal 7 ayat (1g) Rome Statute of the International Criminal Court.

Pengajaran mengenai kekerasan seksual yang dilakukan Universitas Indonesia adalah dalam rangka menjalankan amanat Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayan, tercantum dalam tujuan Pengenalan Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) 2020, butir ke-18 yaitu “Memperkenalkan konsep pelecehan dan kekerasan seksual sebagai bagian dari upaya pencegahan dan penanganan pelecehan dan kekerasan seksual di lingkungan kampus dan masyarakat”.

Selain itu, pengajaran mengenai kekerasan seksual yang dilakukan UI kepada para mahasiswa baru telah mengindahkan hukum dan budaya masyarakat Indonesia. Istilah kekerasan seksual sendiri dipergunakan dalam UU 44/2008 tentang Pornografi dan UU 23/2004 tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga.

Sebagai perwujudan Tridharma Perguruan Tinggi, UI sepatutnya tidak membiarkan penyebarluasan opini yang menyesatkan masyarakat. Universitas Indonesia harus selalu bertindak dan bekerja mencerdaskan bangsa.

“Kami percaya bahwa rektor sebagai pimpinan UI seperahu dengan kami dalam pemikiran ini. Semoga kita bisa mempertahankan nama baik Universitas Indonesia,” ujar Reni.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Buat Lubang Tembus ke Gorong-gorong, Narapidana Narkoba Diduga Kabur

Narapidana yang divonis hukuman mati itu diduga kabur setelah membuat lubang dari kamarnya dan tembus ke gorong-gorong saluran air.

NASIONAL | 18 September 2020

Wagub Banten Usulkan Pembangunan Flyover di Kota Serang

Pembangunan jalan layang dinilai sangat penting untuk mengatasi kemacetan yang terjadi di ibu kota Provinsi Banten.

NASIONAL | 18 September 2020

Kejagung Periksa Eks Politikus Nasdem Tersangka Skandal Djoko di KPK

Materi pemeriksaan terhadap Andi Irfan lantaran hal tersebut merupakan kewenangan penyidik Kejagung.

NASIONAL | 18 September 2020

Puluhan Pemuda Papua Mendapatkan Pelatihan Kewirausahaan

Gaung suara para pemuda di Manokwari memberikan harapan baru tentang prospek Papua ke depan yang bersatu, bersinergi, dan mandiri.

NASIONAL | 18 September 2020

Bersama RMIT, BPK Bahas Penggunaan Big Data dalam Audit Kinerja

Seminar daring yang digelar BPK dan RMIT University Australia mengangkat tema "Integrated Audit and the Role of Big Data in Performance Audit".

NASIONAL | 18 September 2020

Tekan Angka Kematian di Jateng, Penderita Gula Darah dan Hipertensi Diminta Tetap di Rumah

Sebab, dua penyakit itu disebut sebagai penyebab tertinggi kasus kematian akibat Covid-19 di Jawa Tengah.

NASIONAL | 18 September 2020

Tenaga Kesehatan Terpapar Covid-19 di Nias Bertambah 33 Orang

Dokter dan perawat terpapar karena kita mengalami kekurangan alat pelindung diri (APD).

NASIONAL | 18 September 2020

Dana Pinjaman PEN Dipakai Bangun Sport Center, Pemprov Banten Menuai Kritik

Dalam kerangka acuan kerja (KAK) lelang yang disahkan pada 21 Februari 2020, tidak ditemukan output yang menerangkan untuk pemulihan ekonomi masyarakat.

NASIONAL | 18 September 2020

Pengurus IPKN Jabar Periode 2020-2023 Resmi Dilantik

Pengurus diminta menjalankan tugasnya dengan baik agar keberadaan organisasi profesi IPKN semakin mendukung peningkatan kompetensi pemeriksa keuangan negara.

NASIONAL | 18 September 2020

Penyebaran Paham Radikal di Indonesia Mengkhawatirkan

Keberadaan kelompok radikal anti-Pancasila yang ada di Indonesia mengincar seluruh lapisan masyarakat, khususnya generasi muda.

NASIONAL | 18 September 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS