Mudahkan Masyarakat Urus e-KTP, Bobby Nasution Akan Manfaatkan Mal
INDEX

BISNIS-27 511.575 (-1.4)   |   COMPOSITE 5759.92 (23.42)   |   DBX 1054.23 (9.81)   |   I-GRADE 169.662 (-0.8)   |   IDX30 501.412 (-1.48)   |   IDX80 131.739 (0.17)   |   IDXBUMN20 371.622 (2.16)   |   IDXG30 135.832 (0.63)   |   IDXHIDIV20 450.213 (0.05)   |   IDXQ30 146.619 (-0.52)   |   IDXSMC-COM 244.641 (3.77)   |   IDXSMC-LIQ 299.216 (4.65)   |   IDXV30 126.958 (1.03)   |   INFOBANK15 989.895 (-6.43)   |   Investor33 430.473 (-1.37)   |   ISSI 168.725 (1.07)   |   JII 619.114 (0.96)   |   JII70 212.184 (1.01)   |   KOMPAS100 1175.82 (1.47)   |   LQ45 920.779 (-0.67)   |   MBX 1601.16 (5.3)   |   MNC36 321.923 (-0.8)   |   PEFINDO25 313.689 (3.18)   |   SMInfra18 292.004 (3.49)   |   SRI-KEHATI 368.014 (-1.81)   |  

Mudahkan Masyarakat Urus e-KTP, Bobby Nasution Akan Manfaatkan Mal

Selasa, 22 September 2020 | 10:54 WIB
Oleh : Arnold H Sianturi / CAR

Medan, Beritasatu.com - Bakal Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan, Bobby Nasution dan Aulia Rahman, akan memanfaatkan seluruh mal sebagai bagian dari pelayanan pemerintah untuk masyarakat. Masyarakat nantinya dapat mengurus e-KTP atau dokumen kependudukan lainnya di pusat perbelanjaan.

“Untuk mengurus e-KTP, nantinya masyarakat bisa sambil jalan-jalan ke mal. Kita akan tempatkan petugas memberikan pelayanan. Jika saat masuk ke mal belum memiliki e-KTP, pulang dari lokasi itu bisa langsung mengambil dan memiliki kartu identitasnya. Masyarakat juga tidak perlu mengeluarkan biaya. Semua digratiskan,” tegas Bobby dalam keterangannya, Selasa (22/9/2020).

Bobby menyampaikan itu dalam dialog bersama dengan pemimpin dan tokoh lintas agama, di Medan, Senin (21/9/2020). “Kita banyak mendengar berbagai keluhan dari masyarakat yang keterbatasan ekonomi, bahwa untuk mengurus e-KTP di Medan ini, birokrasinya berbelit-belit, bahkan proses pembuatan kartu identitas diri itu bisa memakan waktu sampai berhari-hari,” ujar Bobby.

Pertemuan diprakarsai oleh tokoh panutan masyarakat Sumatera Utara, RE Nainggolan. Bobby ingin memastikan ke depannya masyarakat tidak akan mendapatkan kesulitan lagi saat berurusan dengan pemerintahan. Bobby berjanji membenahi birokrasi agar lebih efektif dan efisien. Ditambahkan, data dari pembuatan kartu identitas ini terintegrasi ke pusat, provinsi sampai ke tingkat kota.

Menurut Bobby pendataan penanganan bantuan terhadap masyarakat dari keluarga tidak mampu dan layak menerima bantuan juga akan terakomodir lewat program “Medan Satu Data”. Bobby belajar dari penanganan bantuan pemerintah pusat, provinsi maupun pemerintah kota yang masih ada keluhan masyarakat.

“Bukan hanya masyarakat yang mengeluh karena tidak mendapatkan bantuan. Saya juga menerima banyak laporan dari para kepala lingkungan bahwa tidur mereka pun tidak dapat nyenyak karena menyalurkan bantuan itu,” kata Bobby.

Menurut suami Kahiyang Ayu ini, semua ini terjadi karena pendataan yang dilakukan pemerintah kota tidak akurat. Selain itu, pemerintah kota masih tetap menggunakan data lama. Akibatnya bantuan melalui pemerintah pusat, provinsi dan pemerintah kota, menjadi tumpang-tindih.

“Oleh karena itu, Medan Satu Data ini penting untuk penataan ke depannya. Masyarakat didata untuk menerima bantuan, apakah itu yang masuk dalam program keluarga harapan (PKH), bantuan sosial tunai (BST) maupun bantuan langsung tunai (BLT). Ada petugas yang disiapkan untuk menangani persoalan ini. Kepala lingkungan juga kita ajak berkolaborasi,” ucap Bobby.

Tidak hanya berjanji untuk memberikan insentif buat kepala lingkungan, Bobby juga menyiapkan 1.000 beasiswa bagi mahasiswa. Mahasiswa berprestasi akan didukung untuk melanjutkan pendidikannya sampai ke luar negeri, termasuk dalam pendidikan dalam bidang keagamaan.

“Pemerintah akan membiayai secara keseluruhan untuk mahasiswa berprestasi yang ingin melanjutkan program studi sampai ke Maroko maupun negara lainnya. Untuk program ini tidak melihat latar belakang dari keluarga mahasiswa itu. Jika berprestasi dan mempunyai kemauan kuat, pemerintah akan memfasilitasinya,” ungkap Bobby.

Sementara itu, Aulia Rahman menambahkan apabila pihaknya mendapatkan amanah dari rakyat, nantinya akan membangun Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Badan ini sangat dibutuhkan untuk membantu guru dan profesi lainnya.

“Sampai saat ini, BNSP ini belum ada dijalankan di daerah ini, padahal dengan adanya BNSP ini mempunyai banyak nilai positif. Ini juga akan mempermudah pemerintah pusat, pemerintah provinsi maupun pemerintah kota, dalam membantu guru maupun lainnya. BNSP ini juga akan terintegrasi ke depannya,” kata Aulia.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Presiden Diminta Bentuk Tim Independen

Presiden Joko Widodo diminta membentuk tim independen/tim gabungan untuk melakukan koordinasi, evaluasi, dan monitoring skandal kasus Joko S Tjandra.

NASIONAL | 22 September 2020

Banjir Bandang Sukabumi, Pengolahan Aqua Dihentikan Sementara

Banjir bandang yang menerjang Cicurug, Sukabumi masuk ke pabrik pengolahan air mineral milik PT Golden Mississipi-Mekarsari Senin 21 September 2020 malam.

NASIONAL | 22 September 2020

Banjir Bandang Sukabumi, 3 orang Hilang dan 210 Keluarga Mengungsi

Tiga orang dilaporkan hilang dalam banjir bandang yang terjadi di Cicurug, Sukabumi. Ketiganya masih dalam pencarian petugas di lapangan.

NASIONAL | 22 September 2020

Banjir Bandang di Sukabumi, karena Hujan Lebat Dipicu Gelombang Rossby

Diprediksikan bahwa sebagian besar wilayah Indonesia akan memasuki periode awal musim hujan mulai akhir Oktober-November 2020.

NASIONAL | 22 September 2020

Banjir Bandang Sukabumi, Penanganan Darurat Masih Berlangsung

BMKG mengeluarkan peringatan dini cuaca wilayah Jawa Barat pada 22-23 September 2020 masih berpotensi hujan dengan disertai kilat dan angin kencang.

NASIONAL | 22 September 2020

Kemhub Bagikan 1 Juta Masker dan Hand Sanitizer Gratis

Pembagian masker dan hand sanitizer kepada masyarakat khususnya pengguna jasa transportasi diharapkan bisa mencegah Covid-19.

NASIONAL | 22 September 2020

Berpotensi Mubazir, FSGI: Kaji Ulang Juknis Subsidi Kuota Internet

Guru dan siswa tetap harus membeli kuota karena kuota yang disediakan tidak sesuai dengan kebutuhan.

NASIONAL | 21 September 2020

Penggunaan Subsidi Kuota Internet Dibatasi, Pengamat: Kebijakannya Tidak Tepat Guna

Pasalnya, kuota belajar jumlahnya lebih banyak dari kuota umum. Sementara penggunaan kuota belajar sangat terbatas.

NASIONAL | 21 September 2020

"Sunatan Massal" Hukuman Koruptor Perburuk Iklim Pemberantasan Korupsi

ICW menyatakan, banyaknya terpidana korupsi yang hukumannya dikurangi oleh Mahkamah Agung melalui putusan PK telah memperburuk iklim pemberantasan korupsi

NASIONAL | 21 September 2020

Pemkab Klungkung Dukung Budi Daya Rumput Laut di Nusa Penida

Area tanam rumput laut di Lembongan juga terus berkembang.

NASIONAL | 21 September 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS