Dewan Pers Tegaskan Konten Hoax Memecah Belah Masyarakat
INDEX

BISNIS-27 450.793 (-2.26)   |   COMPOSITE 5144.05 (-15.82)   |   DBX 982.653 (2.46)   |   I-GRADE 141.194 (-0.62)   |   IDX30 430.883 (-2.17)   |   IDX80 114.327 (-0.59)   |   IDXBUMN20 295.098 (-2.05)   |   IDXG30 119.385 (-0.73)   |   IDXHIDIV20 382.257 (-1.97)   |   IDXQ30 125.574 (-0.78)   |   IDXSMC-COM 221.901 (-0.43)   |   IDXSMC-LIQ 259.068 (-1.66)   |   IDXV30 107.621 (-1.14)   |   INFOBANK15 842.759 (-2.22)   |   Investor33 376.322 (-1.83)   |   ISSI 151.265 (-0.8)   |   JII 550.5 (-4.84)   |   JII70 187.95 (-1.54)   |   KOMPAS100 1026.39 (-5.14)   |   LQ45 794.213 (-3.71)   |   MBX 1420.94 (-5.57)   |   MNC36 281.737 (-1.36)   |   PEFINDO25 284.937 (-1.16)   |   SMInfra18 242.709 (-2.12)   |   SRI-KEHATI 318.969 (-1.57)   |  

Dewan Pers Tegaskan Konten Hoax Memecah Belah Masyarakat

Senin, 28 September 2020 | 13:39 WIB
Oleh : Carlos KY Paath / CAR

Jakarta, Beritasatu.com – Anggota Dewan Pers, Ahmad Djauhar menegaskan konten hoax pada perhelatan pesta demokrasi akan memecah belah masyarakat. Setelah kontestasi berakhir, polarisasi secara terang benderang marak terlihat di ruang publik.

“Kalau pesta demokrasi diwarnai penyebaran hoax, fitnah, dan sebagainya, saya kira nantinya akan berlanjut setelah pemimpin baru terpilih. Selalu ada sikap suka atau tidak suka. Ini memecah belah masyarakat,” kata Ahmad saat webinar bertajuk “Literasi Pemberitaan dan Mencegah Berita Hoax di Pillkada 2020”, Senin (28/9/2020).

Ahmad berharap ajang Pilkada Serentak 2020 dapat berjalan sukses. “Mari kita sukseskan pilkda, tanpa harus menyelipkan adanya hoax, fitnah, disinformasi yang sifatnya sangat merugikan. Substansi demokrasi itu masyarakat menyambutnya dengan riang gembira. Daerah maju, otomatis rakyatnya maju,” ujar Ahmad.

Ahmad menyatakan informasi dan berita memiliki perbedaan mendasar. Dijelaskan informasi berseliweran di sekitar masyarakat. Sementara berita merupakan kumpulan informasi yang dicek kebenarannya oleh awak atau institusi media, sebelum disampaikan ke publik.

“Kita tentu harus bisa membedakan mana informasi dan berita. Informasi itu hasil produk media sosial (medsos). Kalau berita dan artikel itu produk pers. Medsos itu ibarat warung kopi, siapa pun boleh melempar informasi, menebar informasi tanpa harus terikat tanggung jawab. Namun, produk pers dikerjakan oleh wartawan kompeten, tim redaksi, batasannya kode etik jurnalistik,” ungkap Ahmad.

Pada bagian lain, Ahmad menyebut dunia politik kerap menarik-narik insan pers untuk masuk. Akhirnya, publik kehilangan kepercayaan terhadap pers. Peran media massa menjadi surut, sehingga medsos dijadikan alternatif oleh publik.

“Masyarakat menjadi percaya apa pun yang disajikan di medsos sebagai sebuah kebenaran baru. Medsos yang tadinya untuk update status atau menemukan kembali teman-teman lama, berubah jadi sarana untuk menyampaikan pendapat dan menyuarakan aspirasi politik,” kata Ahmad.

Ahmad menambahkan pers ke depan sepatutnya tidak bermain di air keruh. “Terkadang ada media mengompori. Jadi, kita semua tentu berharap pers harus selalu jaga integritas dan bersikap independen. Pers harus bersikap adil dan transparan. Peserta pemilu atau pilkada, wajib hormati independensi pers,” tegas Ahmad.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Pemerintah Siapkan Anggaran Rp 21,8 T untuk Vaksin Covid-19

Jumlah tersebut merupakan total angaran untuk kebutuhan vaksin Covid-19 dari tahun 2020 sampai 2022.

NASIONAL | 28 September 2020

Program IM Japan Kemnaker Dorong Yoseph Jadi Pebisnis Sukses Dunia Digital

Yoseph Simarmata kini menjadi pebisnis yang bergerak di bidang digital yaitu YRS Media, yang berkonsentrasi lewat platform instagram dan facebook.

NASIONAL | 28 September 2020

Bawaslu Bengkulu Imbau Paslon Gelar Kampanye Daring

Bawaslu Bengkulu mengimbau para pasangan calon (paslon) kepala daerah dan wakil kepala daerah melaksanakan kampanye secara daring.

NASIONAL | 28 September 2020

Kampanye Pilkada, PDIP Sumut Bentuk Tim Penegakan Disiplin Protokol Kesehatan

DPD PDI Perjuangan (PDIP) Sumatera Utara (Sumut) membentuk tim khusus penegakan disiplin protokol kesehatan dalam mencegah penyebaran dan penularan Covid-19.

NASIONAL | 28 September 2020

Menko Airlangga Sebut 10 Strategi Pengurangan Angka Kematian Covid-19

Dikatakan Airlangga Hartarto, pemerintah mendorong ada strategi terkait dengan pengurangan angka kematian akibat Covid-19.

NASIONAL | 28 September 2020

Kota Semarang Targetkan Desember Sudah Zona Hijau

Kepala Satpol PP Kota Semarang, Fajar Purwoto mengatakan bahwa saat ini Kota Semarang masuk zona oranye, ditargetkan Desember sudah menjadi zona hijau.

NASIONAL | 28 September 2020

Tidak Pakai Masker, Puluhan Warga Semarang Dihukum Bersihkan Makam

Warga yang tidak mengindahkan protokol kesehatan didata dan diberi arahan. Selanjutnya mereka disanksi untuk menyapu komplek TMP Giri Tunggal.

NASIONAL | 28 September 2020

KPK Minta Pengelola GBK Tinjau Ulang Kerja Sama dengan Mitra

KPK mendorong pengeloa GBK untuk melakukan penertiban terkait pencatatan ganda dan aset yang belum free and clear agar ada perjanjian penggunaan.

NASIONAL | 28 September 2020

Jokowi: Mini Lockdown Efektif Tekan Penularan Covid-19

Mini lockdown yang berulang itu akan lebih efektif," kata Jokowi.

NASIONAL | 28 September 2020

Timses Masih Susun Jadwal, Calon Kepala Daerah di Bengkulu Belum Gelar Kampanye

Riswanda menyatakan akan menyesuaikan jadwal kampanye yang dikeluarkan KPU Provinsi Bengkulu.

NASIONAL | 28 September 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS