Rempah dan Ikan Nila Sulut Tembus Pasar Jepang, Olly: Kita Tidak Menyerah Saat Pandemi
INDEX

BISNIS-27 503.122 (7.61)   |   COMPOSITE 5724.74 (89.25)   |   DBX 1066.46 (9.81)   |   I-GRADE 166.255 (3.05)   |   IDX30 491.004 (8.8)   |   IDX80 129.735 (2.65)   |   IDXBUMN20 364.991 (9.26)   |   IDXG30 133.352 (2.1)   |   IDXHIDIV20 441.973 (8.53)   |   IDXQ30 143.512 (2.54)   |   IDXSMC-COM 247.38 (3.5)   |   IDXSMC-LIQ 301.054 (8.02)   |   IDXV30 127.096 (4)   |   INFOBANK15 976.214 (12.27)   |   Investor33 422.656 (6.59)   |   ISSI 167.54 (3)   |   JII 607.336 (12.69)   |   JII70 209.626 (4.39)   |   KOMPAS100 1162.4 (23.4)   |   LQ45 904.834 (17.52)   |   MBX 1587.29 (26.24)   |   MNC36 315.598 (5.98)   |   PEFINDO25 317.232 (4.1)   |   SMInfra18 287.626 (7.78)   |   SRI-KEHATI 361.444 (5.7)   |  

Rempah dan Ikan Nila Sulut Tembus Pasar Jepang, Olly: Kita Tidak Menyerah Saat Pandemi

Kamis, 1 Oktober 2020 | 16:15 WIB
Oleh : Carlos KY Paath / CAR

Manado, Beritasatu.com – Dampak pandemi Covid-19 yang ikut menyasar sektor ekonomi, disiasati dengan berbagai terobosan. Salah satunya gebrakan ekspor komoditas andalan daerah yang dilakukan di Sulawesi Utara (Sulut). Setelah produk ikan tuna, kini komoditas ikan nila dan rempah berhasil menembus pasar Jepang.

“Saya mendapat kabar kalau penerbangan kedua tadi malam sudah mengangkut rempah dan ikan nila. Ini sangat baik dan menjanjikan untuk petani kita. Kita memang tidak menyerah saat pandemi dan terus menggenjot ekspor,” kata Gubernur Sulut nonaktif, Olly Dondokambey, Kamis (1/10/2020).

Ekspor dengan direct call atau penerbangan langsung menggunakan pesawat Garuda dari Bandara Sam Ratulangi Manado ke Bandara Narita Jepang pertama kali dilepas Olly pada 23 September 2020. Penerbangan kargo pertama itu menjadi kado di Hari Ulang Tahun (HUT) ke-56 Sulut.

Produk rempah-rempah sebagai kekayaan alam khas nusantara ternyata mulai mendapat permintaan banyak dari Jepang. Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan, Tineke Adam mengatakan ekspor akan terus dilakukan.

“Ya memang kita lanjut terus. Kali ini lebih menjanjikan karena sudah masuk ke komoditas lain yakni ikan nila dan rempah. Sejak di-launching Pak Gubernur Olly minggu lalu, ternyata animo makin besar memanfaatkan penerbangan langsung ini,” ujar Tineke.

Ekspor kali ini mencapai total 13,572 ton yang umumnya adalah ikan tuna. Menariknya, dari sampel 100 kilogram ikan nila pada pengiriman pertama, kini melonjak menjadi 200 kilogram dan diharapkan terus meningkat.

Tineke menjelaskan, ekspor dengan penerbangan langsung dari Manado ke Jepang ini membuka lembaran kemajuan baru bagi perekonomian Sulut. Sebab aneka komoditas unggulan daerah bisa diserap di pasar internasional, khususnya Jepang.

Dalam daftar ekspor langsung dari Sulut ke Jepang itu, ada ikan tuna, lobster 20 kilogram, nila 200 kilogram, serta sampel Pertanian 90 kilogram. “Ada tambahan yang lain juga khusus nila beku yang bertambah. Kalau minggu lalu baru 100 kilogram, sekarang permintaannya sudah naik,” ujarnya.

Olly disebut terus mendorong agar semua komoditas pertanian dan perikanan dapat diterima di pasar Jepang. Pemerintah Provinsi Sulut berupaya mengoptimalkan serta memfasilitasi para eksportir di Bumi Nyiur Melambai.

Salah satu eksportir, Flory Sumerah berterima kasih atas terobosan direct call ekspor ini, apalagi terobosan ini dilakukan di tengah pandemi. Menurutnya terobosan yang dilakukan membuka peluang bagi eksportir tetap bertahan, bahkan mendapatkan peluang baru.

“Saya sangat berterima kasih kepada pemerintahan Olly Dondokambey dan Steven Kandouw karena sudah menciptakan iklim berbisnis yang sangat baik, sehingga peluang usaha terbuka dan memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarkat,” tutur pemilih usaha CV Rengas Jaya tersebut.

Harapan sama datang dari Raifel Wowiling, petani nila di Kawiley Kecamatan Kauditan, Minahasa Utara, Sulut. Sebagai petani nila, Raifel senang karena ada harapan di tengah situasi pandemi ini. Sebab selama pandemi, petani nilai mengalami dilema.

“Kami dilema, karena ikan nila harus diberi makan terus, tetapi sulit dipasarkan karena harganya murah. Dengan adanya peluang ekspor ini, kami tentu sangat berterima kasih ke Bapak Gubernur Olly yang sudah mendengarkan jeritan hati kami,” tutur Raifel.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Hadirkan Teman Bus, Kemhub Gandeng Kempupera dan Korlantas Polri

Kemhub bekerja sama dengan Kempupera dan Korlantas Polri dalam penerapan program Buy the Service (BTS).

NASIONAL | 25 September 2020

Moeldoko Sebut KAMI Hanya Sekumpulan Orang yang Miliki Kepentingan

Moeldoko megatakan, selama gagasan yang diberikan KAMI bagus, pemerintah menerimanya namun jika mengarah ke pemaksaan kepentingan, pemerintah tak tinggal diam

NASIONAL | 1 Oktober 2020

Apresiasi Terbitnya Perpres 98/2020, DPR: Nasib Tenaga Honorer Menjadi Jelas

Ketua Komisi X DPR, Syaiful Huda mengapresiasi terbitnya Peraturan Presiden (perpres) 98/2020.

NASIONAL | 1 Oktober 2020

Tak Terima Hasil Pengumuman CPNS, Massa Bakar Kantor Pemerintah di Keerom

Ratusan massa membakar kantor pemerintahan di Kabupaten Keerom, Papua karena tak terima dengan hasil pengumuman tes CPNS, Kamis (1/10/2020) sekitar 16.16 WIT.

NASIONAL | 1 Oktober 2020

Penanganan Pandemi Covid-19 di Sumut Semakin Terkendali

Gugus tugas masih melakukan penyekatan untuk beberapa wilayah yang menjadi penyebaran Covid-19.

NASIONAL | 1 Oktober 2020

Ini Alasan Pemerintah Memprioritaskan Penanganan Covid-19 di Aceh dan Banten

Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menerangkan alasan Provinsi Banten dan Aceh masuk ke dalam provinsi prioritas.

NASIONAL | 1 Oktober 2020

BPK-BPKP Bersinergi Lakukan Pengawasan Penanganan Covid-19 dan PEN

BPKP siap berkolaborasi dengan BPK dalam menjaga akuntabilitas penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional.

NASIONAL | 1 Oktober 2020

Sumut Alami Kelangkaan Dokter Spesialis Bedah Anak

Saat ini, hanya tinggal 2 orang dokter spesialis bedah anak di Medan.

NASIONAL | 1 Oktober 2020

KPK Selidiki Dugaan Korupsi di Tubuh Anak Usaha Telkom

KPK selidiki dugaan korupsi di Telkom.

NASIONAL | 1 Oktober 2020

Cai Changpan 8 Bulan Menggali, Sehari 2 Kantong Plastik

Napi gembong narkoba Cai Changpan menggali tanah di dalam selnya selama 8 bulan sebelum melarikan diri.

NASIONAL | 1 Oktober 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS