Olly: Sulut Menjadi Hub di Indonesia Timur

Olly: Sulut Menjadi Hub di Indonesia Timur

Kamis, 8 Oktober 2020 | 10:19 WIB
Oleh : Carlos KY Paath / CAR

Manado, Beritasatu.com - Ekspor komoditas langsung dari Bandara Sam Ratulangi, Manado, Sulawesi Utara (Sulut) ke Bandara Narita, Jepang terus berlanjut. Volume ekspor semakin besar dan jenisnya variatif. Selain komoditas dari Sulut, ada juga barang-barang dari Ambon, Maluku, seberat 3 ton, dan barang-barang dari Makassar, Sulawesi Selatan seberat 800 kg.

“Jadi tak hanya produk dari Sulut, bahkan daerah lain di Indonesia Timur juga kita fasilitasi. Artinya kita benar-benar sudah bisa buktikan Sulut menjadi hub di Indonesia Timur,” ungkap Gubernur Sulut yang sedang cuti dalam rangka kampanye Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (pilgub) Sulut, Olly Dondokambey, Kamis (8/10/2020).

Sekadar diketahui, komoditas yang diekspor antara lain gula batu dan rempah jenis bawang merah. Untuk hasil perikanan, ada ikan tuna dari pesisir Tahuna yang mulai ikut partisipasi dalam flight dengan berat kotor 480 kg.

“Saya dapat kabar produk ikan tuna dari Sangihe sudah ikut masuk dalam penerbangan ketiga. Nah ini menggembirakan sekali. Artinya makin terbuka peluang menambah volume ekspor produk perikanan kita,” ujar Olly.

Ekspor komoditas itu dilakukan melalui penerbangan langsung atau direct call memakai maskapai penerbangan Garuda Indonesia A 330-200. Terhitung sudah tiga kali barang-barang hasil pertanian dan perikanan Sulut dan daerah lainnya di kawasan Indonesia Timur diekspor ke Jepang.

“Ini yang ketiga kali sejak diluncurkan oleh Pak Gubernur. Kami terus menggalakkan para nelayan dan petani untuk memanfaatkan jalur ekspor ini,” ujar Kadis Perikanan dan Kelautan Sulut, Tineke Adam usai mengikuti proses pengiriman langsung di Bandara Sam Ratulang, Rabu (7/10/2020).

Ekspor perdana ke Jepang dilepas oleh Olly pada 23 September 2020, bertepatan dengan HUT ke-56 Sulut. Saat itu komoditas yang diekspor meliputi hasil perikanan senilai 66.000 Dolar AS, ditambah 4,5 ton ikan dari Ambon, serta 100 kg sampel komoditas pertanian Sulut berupa nanas, bawang merah, pala, dan komoditi lainnya.

Ekspor kedua dilepas pada 30 September 2020 dengan jumlah yang bertambah. Meliputi komoditas ikan tuna, ikan nila, lobster dengan total 6.1 Ton serta sampel pertanian 90 kg. Untuk tahap ketiga, angkanya bertambah menjadi lebih dari 9,1 ton.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Kunker ke Kalteng, Jokowi Tinjau Lumbung Pangan

Jokowi diagendakan akan meninjau lumbung pangan dan membagikan bantuan presiden (banpres) produktif bagi pelaku UMKM.

NASIONAL | 8 Oktober 2020

Hotel Ikut Tangani Covid-19, Pasien dan Petugas Benar-benar Steril

Selama menjalani isolasi dipastikan tidak ada pasien yang keluar dari kamar hotel.

NASIONAL | 8 Oktober 2020

Otto Hasibuan Terpilih Jadi Ketum Peradi

Otto Hasibuan akhirnya terpilih menjadi ketua umum (ketum) Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) periode 2020-2025.

NASIONAL | 8 Oktober 2020

UU Cipta Kerja Disebut Jamin Kepastian Hukum Rekrutmen Tenaga Kerja

UU Ciptaker juga memberikan pengembangan produktivitas para tenaga kerja melalui berbagai pelatihan.

NASIONAL | 8 Oktober 2020

Logo Branding Cagar Biosfer Komodo Diluncurkan

Branding produk cagar biosfer bertujuan memberikan valuasi atau menambah nilai produk yang dihasilkan sebuah wilayah.

NASIONAL | 8 Oktober 2020

Penanganan Bantuan Sosial di Surabaya Dapat Pujian

Di tengah pandemi Covid-19, banyak pemerintah daerah yang menggantungkan semua bantuan ke pemerintah pusat.

NASIONAL | 7 Oktober 2020

Pospera dan Nelayan di Medan, Bertekad Menangkan Bobby Nasution

Posko Perjuangan Rakyat (Pospera) Medan bersama dengan kalangan nelayan bertekad memenangkan Bobby Nasution-Aulia Rachman.

NASIONAL | 7 Oktober 2020

ASN di Sigi Diminta Jadi Pelopor dan Teladan 3M

Pemerintah Kabupaten (pemkab) Sigi, Sulawesi Tengah (Sulteng) meminta seluruh aparatur sipil negara (ASN) setempat menjadi pelopor dan teladan 3M.

NASIONAL | 7 Oktober 2020

Soal Tulisan "Jokowi’s Repressive Pluralism", Azyurmardi Azra Nilai Greg Fealy Gagal Paham

Greg Fealy, menilai Pemerintahan Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Jokowi telah bertindak represif dan tidak ramah terhadap keberagaman.

NASIONAL | 7 Oktober 2020

Hapus Ujian Nasional, Mendikbud Berlakukan Asesmen Nasional

Asesmen nasional pada 2021 dilakukan sebagai pemetaan dasar dari kualitas pendidikan yang nyata di lapangan, tidak ada konsekuensi bagi sekolah dan murid.

NASIONAL | 7 Oktober 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS