Kasus Korupsi Proyek Fiktif, KPK Periksa Pegawai Waskita Karya
INDEX

BISNIS-27 509.396 (-2.72)   |   COMPOSITE 5822.94 (-12.46)   |   DBX 1088.19 (9.8)   |   I-GRADE 169.852 (-1.35)   |   IDX30 498.88 (-2.76)   |   IDX80 132.065 (-0.41)   |   IDXBUMN20 376.263 (-3.13)   |   IDXG30 135.508 (-0.99)   |   IDXHIDIV20 449.517 (-1.84)   |   IDXQ30 145.713 (-1.14)   |   IDXSMC-COM 252.052 (0.88)   |   IDXSMC-LIQ 309.347 (0.24)   |   IDXV30 130.911 (1.46)   |   INFOBANK15 993.498 (-9.24)   |   Investor33 428.541 (-2.51)   |   ISSI 170.173 (-0.26)   |   JII 616.286 (-0.48)   |   JII70 212.951 (-0.33)   |   KOMPAS100 1185.6 (-4.97)   |   LQ45 921.176 (-4.93)   |   MBX 1613.76 (-6.11)   |   MNC36 320.851 (-1.83)   |   PEFINDO25 318.369 (-4.14)   |   SMInfra18 296.861 (-1.08)   |   SRI-KEHATI 366.856 (-2.5)   |  

Kasus Korupsi Proyek Fiktif, KPK Periksa Pegawai Waskita Karya

Senin, 12 Oktober 2020 | 12:55 WIB
Oleh : Fana F Suparman / CAR

Jakarta, Beritasatu.com - Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan memeriksa seorang pegawai PT Waskita Karya, Affan Rizwan, Senin (12/10/2020). Affan bakal diperiksa sebagai saksi kasus dugaan korupsi terkait pelaksanaan pekerjaan subkontraktor fiktif pada proyek-proyek yang dikerjakan PT Waskita Karya (Persero) Tbk.

Pemeriksaan untuk melengkapi berkas penyidikan dengan tersangka Kepala Divisi II PT Waskita Karya, Fathor Rachman. “Yang bersangkutan diperiksa untuk tersangka FR (Fathor Rachman),” kata Plt Jubir KPK, Ali Fikri saat dikonfirmasi, Senin (12/10/2020).

Dalam kasus ini, KPK telah menjerat lima pejabat atau mantan pejabat PT Waskita Karya. Selain Fathor Rachman, empat tersangka lainnya kasus ini yaitu mantan Direktur Utama (dirut) Jasa Marga Dessi Arryani, Dirut PT Waskita Beton Precast, Jarot Subana, Wakil Kepala Divisi (Kadiv) II PT Waskita Karya, Fakih Usman, serta Kepala Bagian Keuangan dan Risiko Divisi II PT Waskita Karya, Yuly Ariandi Siregar.

Saat kasus korupsi ini terjadi, Desi merupakan Kadiv III/Sipil/II PT Waskita Karya, sementara Jarot Subana selaku Kepala Bagian Pengendalian pada Divisi III/Sipil/II PT Waskita Karya, dan Fakih Usman sebagai Kepala Proyek dan Kepala Bagian Pengendalian pada Divisi III/Sipil/II PT Waskita Karya.

Kasus korupsi ini bermula dari keputusan Desi Arryani pada 2009 untuk menyepakati pengambilan dana dari perusahaan BUMN tersebut melalui pekerjaan subkontraktor yang diduga fiktif pada proyek-proyek yang dikerjakan oleh Divisi III/Sipil/II. Dalam rangka melaksanakan keputusannya tersebut, Desi kemudian memimpin rapat koordinasi internal terkait penentuan subkontraktor, besaran dana dan lingkup pekerjaannya.

Selanjutnya, kelima tersangka melengkapi dan menandatangani dokumen kontrak dan dokumen pencairan dana terkait dengan pekerjaan subkontraktor yang diduga fiktif tersebut. Kemudian pada tahun 2011, Desi mendapatkan promosi menjadi Direktur Operasional PT. Waskita Karya (Persero) Tbk. Fathor Rachman juga dipromosikan menjadi Kepala Divisi III/Sipil/II menggantikan Desi.

Atas permintaan dan sepengetahuan dari kelima tersangka, kegiatan pengambilan dana milik PT. Waskita Karya melalui pekerjaan subkontraktor yang diduga fiktif tersebut, dilanjutkan, dan baru berhenti pada tahun 2015.

Seluruh dana yang terkumpul dari pembayaran terhadap pekerjaan subkontraktor yang diduga fiktif tersebut selanjutnya digunakan oleh pejabat dan staf pada Divisi III/Sipil/II PT. Waskita Karya (Persero) untuk membiayai pengeluaran di luar anggaran resmi PT Waskita Karya (Persero).

Misalnya seperti pembelian peralatan yang tidak tercatat sebagai aset perusahaan, pembelian valuta asing, pembayaran biaya operasional bagian pemasaran, pemberian fee kepada pemilik pekerjaan (bowheer) dan subkontraktor yang dipakai, pembayaran denda pajak perusahaan subkontraktor, serta penggunaan lain oleh pejabat dan staf Divisi III/Sipil/II.

Selama periode 2009-2015, setidaknya ada 41 kontrak pekerjaan subkontraktor fiktif pada 14 proyek yang dikerjakan oleh Divisi III/Sipil/II PT Waskita Karya (Persero). Sementara perusahaan subkontraktor yang digunakan untuk melakukan pekerjaan fiktif tersebut adalah PT Safa Sejahtera Abadi, CV. Dwiyasa Tri Mandiri, PT. MER Engineering dan PT. Aryana Sejahtera.

Berdasarkan Laporan Hasil Pemeriksaan Investigatif dalam Rangka Penghitungan Kerugian Keuangan Negara dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) total kerugian keuangan negara yang timbul dari kegiatan pelaksanaan pekerjaan subkontraktor yang diduga fiktif tersebut sekitar Rp 202 miliar.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Pemerintah Siapkan Prioritas Penerima Vaksinasi Covid-19

Jumlah total keseluruhan sasaran penerima vaksinasi Covid-19 mencapai 160 juta orang.

NASIONAL | 12 Oktober 2020

Kejaksaan Kawal Kebijakan Strategis Pemerintah Terkait Penanganan Covid-19

Jaksa Agung mengingatkan pentingnya kejaksaan mengawal kebijakan strategis pemerintah terkait penanganan Covid-19.

NASIONAL | 12 Oktober 2020

Cegah Klaster Covid-19, Polda Sumut Bagikan Masker ke Massa Pendemo

Polda Sumut berharap buruh maupun mahasiswa yang melakukan unjuk rasa supaya mengikuti protokol kesehatan.

NASIONAL | 12 Oktober 2020

TGPF Temui 25 Orang Saksi di Intan Jaya

TGPF menemui dan mewawancarai 25 orang saksi terkait sejumlah kasus kekerasan bersenjata di Kabupaten Intan Jaya, Papua, akhir-akhir ini.

NASIONAL | 12 Oktober 2020

Relawan Bobby-Aulia Diminta Tingkatkan Kesantunan

Relawan calon wali kota dan wakil wali kota Medan, Bobby Nasution-Aulia Rachman diminta meningkatkan kesantunan.

NASIONAL | 12 Oktober 2020

UU Ciptaker Dinilai Perlu Segera Disosialisasikan

Akademisi Institusi Pertanian Bogor (IPB) Prima Gandhi menilai Undang-Undang (UU) Cipta Kerja perlu segera disosialisasikan.

NASIONAL | 12 Oktober 2020

Kapolda Sumut: KAMI Terlibat Demo Kerusuhan di Medan

Polisi menemukan sejumlah bukti atas keterlibatan KAMI.

NASIONAL | 12 Oktober 2020

Demo Rusuh di Riau, Polisi Ungkap Adanya Penyusup

Ini setelah polisi menangkap seorang pelaku yang merusak mobil patroli Polantas hingga hancur pada Kamis (8/10/2020).

NASIONAL | 12 Oktober 2020

Ketua KAMI Medan Ditangkap

Ketua Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Medan, Sumatera Utara (Sumut) berinisial HA ditangkap Polda Sumut.

NASIONAL | 12 Oktober 2020

Ganjar Undang Rektor, Buruh dan Pengusaha Bahas UU Cipta Kerja

Ganjar membuka ruang dialog tersebut untuk menyerap aspirasi dan masukan dari berbagai pihak di Gedung Gradhika Bhakti Praja pada Senin (12/10/2020).

NASIONAL | 12 Oktober 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS