Kasus Jiwasraya, MAKI Optimistis Benny Tjokro Divonis Maksimal
INDEX

BISNIS-27 450.793 (-2.26)   |   COMPOSITE 5144.05 (-15.82)   |   DBX 982.653 (2.46)   |   I-GRADE 141.194 (-0.62)   |   IDX30 430.883 (-2.17)   |   IDX80 114.327 (-0.59)   |   IDXBUMN20 295.098 (-2.05)   |   IDXG30 119.385 (-0.73)   |   IDXHIDIV20 382.257 (-1.97)   |   IDXQ30 125.574 (-0.78)   |   IDXSMC-COM 221.901 (-0.43)   |   IDXSMC-LIQ 259.068 (-1.66)   |   IDXV30 107.621 (-1.14)   |   INFOBANK15 842.759 (-2.22)   |   Investor33 376.322 (-1.83)   |   ISSI 151.265 (-0.8)   |   JII 550.5 (-4.84)   |   JII70 187.95 (-1.54)   |   KOMPAS100 1026.39 (-5.14)   |   LQ45 794.213 (-3.71)   |   MBX 1420.94 (-5.57)   |   MNC36 281.737 (-1.36)   |   PEFINDO25 284.937 (-1.16)   |   SMInfra18 242.709 (-2.12)   |   SRI-KEHATI 318.969 (-1.57)   |  

Kasus Jiwasraya, MAKI Optimistis Benny Tjokro Divonis Maksimal

Sabtu, 17 Oktober 2020 | 15:01 WIB
Oleh : Fana F Suparman / CAR

Jakarta, Beritasatu.com - Koordinator Masyarakat Anti-Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman optimistis Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Jakarta menjatuhkan hukuman maksimal terhadap Direktur Utama (dirut) PT Hanson International Benny Tjokrosaputro dan Komisaris PT Trada Alam Minera Heru Hidayat. Diketahui, jaksa penuntut umum (JPU) menuntut Benny dan Heru dihukum pidana seumur hidup dalam kasus dugaan korupsi pengelolaan keuangan dan dana investasi PT Asuransi Jiwasraya.

Sementara untuk uang pengganti, jaksa menuntut Benny membayar uang pengganti sebesar Rp 6 triliun, sedangkan Heru diwajibkan membayar Rp 10,7 triliun. Menurut Boyamin Kejaksaan Agung (Kejagung) telah mengikuti irama yang dilakukan Majelis Hakim dalam menjatuhkan hukuman kepada empat terdakwa lainnya dalam perkara ini dengan hukuman maksimal seumur hidup. Keempat terdakwa itu yakni mantan Dirut PT Jiwasraya Hendrismam Rahim, mantan Direktur Keuangan Jiwasraya Hary Prasetyo, mantan Kepala Divisi Investasi dan Keuangan PT Asuransi Jiwasraya Syahmirwan, dan Direktur PT Maxima Integra Joko Hartono Tirto.

“Kejaksaan Agung ikut irama dari hakim yang memutus seluruh terdakwa dengan seumur hidup, padahal ada yang dituntut 18 tahun ada yang 20 tahun, tetapi hakim memberikan vonis lebih berat. Ini artinya jelas, seperti jalan tol bagi Kejaksaan Agung selaku penegak hukum. Menuntut seumur hidup dan mudah-mudahan nanti vonis pun demikian. Bentjok (Benny Tjokro) dan Heru Hidayat itu kan dikenakan (pasal) pencucian uang, maka tuntutannya jelas seumur hidup,” kata Boyamin, di Jakarta, Sabtu (17/10/2020).

Sementara itu, Secara terpisah, Anggota Komisi III DPR I Wayan Sudirta berharap publik dan mengawasi langsung proses persidangan perkara korupsi Jiwasraya hingga pembacaan vonis nantinya. Dengan demikian kemungkinan kecil hakim tidak akan melakukan penundaan lagi selain karena faktor kesehatan terdakwa. “Di masa Orde Baru pengunduran waktu dipakai penjahat untuk bebas. Sekarang kemungkinan itu kecil, kecuali hakim nekat, dan ini bisa menjadi sorotan masyarakat,” ungkap Sudirta.

Sudirta menilai vonis kepada empat terdakwa lain perkara Jiwasraya mampu memotret keadilan di masyarakat. Untuk itu, tanpa bermaksud mendahului putusan pengadilan, Sudirta berharap Majelis Hakim juga menjatuhkan hukuman serupa terhadap Benny Tjokro dan Heru Hidayat. “Jika semuanya seumur hidup, ini menjadi rekor tersendiri dan meningkatkan kepercayaan publik atas wajah pengadilan di negeri ini. Jangan sampai saja dua terdakwa (Benny dan Heru Hidayat) ini mencoreng wajah pengadilan, sepertinya bakal sejalan, saya tidak bisa mendahului putusan hakim, tetapi masyarakat kan boleh memprediksi (vonis nanti),” kata Sudirta.

Sebelumnya, JPU meyakini Benny dan Heru bersama sejumlah pihak lainnya terbukti melakukan korupsi terkait pengelolaan keuangan dan dana investasi PT Asuransi Jiwasraya. JPU meyakini Benny dan Heru terbukti bekerjasama mengendalikan saham dengan cara tidak wajar. Keduanya melakukan kesepakatan membeli saham untuk menaikkan harga saham-saham tertentu seperti SMRU, IKP, Tram, MRYX dan mengendalikan saham yang dikendalikan oleh orang Heru Hidayat dan Benny Tjokro. Akibatnya harga saham mengalami kenaikan seolah-olah sesuai permintaan pasar yang wajar, padahal telah diatur pihak-pihak tertentu.

Setelah saham-saham itu naik secara tak wajar, Benny Tjokro dan Heru Hidayat menjual saham itu ke PT Asuransi Jiwasraya. Akibat tindakan Benny dan Heru Hidayat yang bekerja sama dengan tiga petinggi Jiwasraya tersebut, negara menderita kerugian hingga sekitar Rp 16,8 triliun yang terdiri dari kerugian investasi saham sebesar Rp4.650.283.375.000, dan kerugian negara atas investasi reksa dana senilai Rp 12,157 triliun. Selain itu, Jaksa meyakini, Benny dan Heru terbukti melakukan tindak pidana pencucian uang (TPPU). Keduanya diyakini Jaksa telah menyembunyikan hartanya dengan membeli sejumlah aset di dalam maupun luar negeri.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Kementerian ESDM Serahkan Barang Milik Negara ke PP Muhammadiyah

Hibah yang diserahkan tiga alat pembangkit energi berupa 1 unit instalasi PLTS kapasitas kecil, instalasi PLTS, instalasi PLTS kapasitas kecil dan gas regulator

NASIONAL | 17 Oktober 2020

Pemrov NTT: Jangan Gunakan Anak dan Perempuan untuk Provokasi

Para penghuni lahan di Besipae dianjurkan menempuh jalur hukum.

NASIONAL | 17 Oktober 2020

Duta Damai Harus Fokus Sampaikan Pesan Perdamaian di Dunia Maya

BNPT telah melakukan regenerasi untuk Duta Damai sebanyak 6 kali sepanjang 2020.

NASIONAL | 17 Oktober 2020

Menkominfo Jadikan Yogyakarta Pusat Persiapan SDM Digital

Menkominfo juga merencanakan digitalisasi aksara Jawa.

NASIONAL | 16 Oktober 2020

PII Usul Platform Digital Kolaborasi Insinyur Sedunia Hadapi Pandemi

Platform kolaborasi bisa dijadikan para ahli bioengineering sedunia sebagai sarana pertukaran informasi genom virus Sars cov-2 di tiap negara.

NASIONAL | 17 Oktober 2020

Kerugian Akibat Cacat Produk, Produsen Pesawat Harus Bertanggung Jawab

Selama ini yang diatur adalah tanggung jawab operator terhadap pengguna jasa penerbangan, tetapi tanggung jawab produsen pesawat belum ada.

NASIONAL | 17 Oktober 2020

Bangun Networking Bisnis melalui Pertukaran Mahasiswa Nusantara

Pertukaran mahasiswa ini bukan hanya mempersiapkan tenaga profesional untuk masuk dunia kerja, tetapi juga mendorong mahasiswa menyiapkan bisnis sendiri.

NASIONAL | 16 Oktober 2020

Kota Semarang Bersiap Terima Vaksin

Prioritas yang diberikan vaksin adalah semua kelompok rentan masyarakat mulai usia 18 hingga 59 tahun, dan tenaga kesehatan.

NASIONAL | 17 Oktober 2020

Kirimkan Surat ke Pendeta Gilbert, John Kei: Saya Bertobat

John Refra alias John Kei, kembali menyatakan pertobatannya dari dunia kejahatan dan premanisme melalui surat yang dikirimkan ke pendeta Glbert Lumoindong.

NASIONAL | 17 Oktober 2020

Baznas Luncurkan Buku Pemberdayaan Peternak untuk Mustahik

Baznas meluncurkan buku pemberdayaan ternak untuk membantu meningkatkan ekonomi mustahik.

NASIONAL | 16 Oktober 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS