Gatot Nurmantyo Sebut UU Cipta Kerja Bertujuan Mulia, KAMI: Pandangannya Tetap Kritis
INDEX

BISNIS-27 450.657 (-2.63)   |   COMPOSITE 5126.33 (-26.49)   |   DBX 964.304 (-0.19)   |   I-GRADE 140.573 (-0.75)   |   IDX30 429.149 (-2.2)   |   IDX80 113.629 (-0.31)   |   IDXBUMN20 294.159 (-2.49)   |   IDXG30 119.586 (-0.66)   |   IDXHIDIV20 382.889 (-3.09)   |   IDXQ30 125.935 (-1.22)   |   IDXSMC-COM 219.954 (-0.25)   |   IDXSMC-LIQ 256.971 (-1.1)   |   IDXV30 106.718 (-0.07)   |   INFOBANK15 842.264 (-5.44)   |   Investor33 375.573 (-1.87)   |   ISSI 150.643 (-0.08)   |   JII 545.954 (1.33)   |   JII70 186.804 (0.25)   |   KOMPAS100 1025.81 (-5.25)   |   LQ45 790.454 (-4.02)   |   MBX 1419.3 (-8.37)   |   MNC36 282.56 (-2.55)   |   PEFINDO25 281.129 (-1)   |   SMInfra18 242.071 (-0.08)   |   SRI-KEHATI 317.648 (-1.45)   |  

Gatot Nurmantyo Sebut UU Cipta Kerja Bertujuan Mulia, KAMI: Pandangannya Tetap Kritis

Sabtu, 17 Oktober 2020 | 15:52 WIB
Oleh : Carlos KY Paath / CAR

Jakarta, Beritasatu.com – Komite Eksekutif Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Adhie Massardi menegaskan pandangan mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo terhadap Undang-Undang (UU) Cipta Kerja (Ciptaker) tetap kritis. Menurut Adhie, pernyataan Gatot yang menyebut UU Ciptaker mempunyai tujuan mulia sepatutnya dilihat secara saksama.

“Sampai saat ini pandangan Pak Gatot tetap kritis. Pak Gatot bilang kan, (UU Ciptaker) niatnya baik. Kenapa sekarang itu UU menjadi tidak baik? Ini yang dimaksud Pak Gatot. Karena niat baik, tidak selalu ujungnya baik,” kata Adhie kepada Beritasatu.com, Sabtu (17/10/2020).

Adhie juga menegaskan KAMI merupakan gerakan moral bukan politik. “Garis besar tuntutan KAMI ialah agar semua penyelenggara negara menjalankan tugas sesuai perintah konstitusi. Tuntutannya konstitusional, tidak lebih dari itu. Kalau menganggap KAMI gerakan politik, itu salah. Kita ini gerakan moral untuk menyelamatkan konstitusi,” tegas Adhie.

Sebelumnya, Ketua Komite Eksekutif KAMI, Ahmad Yani mengatakan pihaknya sudah menduga dan mengantisipasi akan adanya gerakan untuk mendiskreditkan atau membunuh karakter KAMI dengan cara-cara licik dan jahat. Gerakan itu dalam bentuk memasang spanduk atau menyebarkan flyer yang menyudutkan KAMI.

“Atau menyusupkan perusuh dan pelaku pembakaran dan perusakan yang kemudian mengaku dari KAMI. Sebagai gerakan moral, KAMI hanya menyuarakan yang diyakini sebagai kebenaran yaitu meluruskan kiblat bangsa dan negara dari penyimpangan dan penyelewengan,” kata Yani, belum lama ini.

Yani mengungkap komitmen KAMI tetap menolak UU Ciptaker. Hal itu sudah disampaikan secara tertulis dan ditandatangani oleh ketiga Presidium atau salah satu Presidium, atau oleh Komite Eksekutif KAMI.

“KAMI mendukung gerakan kaum buruh, mahasiswa dan pelajar, serta elemen-elemen lain yang menuntut pembatalan UU tersebut. KAMI akan senantiasa mendukung gerakan yang sejalan dengan pikiran KAMI, dengan tidak perlu menunggangi atau ditunggangi,” tegas Yani.

Yani pun menyebut, “Kalimat bahwa KAMI menunggangi aksi demo buruh, mahasiswa dan pelajar merupakan taktik agar massa buruh, mahasiswa dan pelajar tidak turun beraksi. Gerakan penolakan terhadap UU Ciptaker sudah dinyatakan oleh organisasi-organisasi serikat pekerja, dan banyak organisasi lain. KAMI memberikan dukungan karena sejalan dan sehaluan.”

Seperti diberitakan, Gatot berpendapat UU Ciptaker mempunyai tujuan mulia yakni agar investasi datang dan roda ekonomi berputar. Menurut Gatot, Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada periode pertama kepemimpinan kerap berpikir meningkatkan investasi.

“Sejak saya dulu sebagai Panglima TNI, pada saat kurang lebih pertengahan perjalanan periode pertama (Jokowi sebagai presiden), Presiden tuh pusing untuk meningkatkan investasi,” kata Gatot dalam video yang diunggah akun Youtube pakar hukum tata negara Refly Harun, belum lama ini.

Refly mengunggah video itu dengan judul “Curhat Gatot”. Gatot yang juga deklarator KAMI menyebut UU Ciptaker merupakan suatu angan-angan Jokowi. Gatot menuturkan regulasi di Indonesia seperti “hutan belantara”.

Gatot mengatakan pengusaha sangat membutuhkan kepastian hukum dan nasib ke depannya jika berinvestasi di Indonesia. “Nah UU ini (Ciptaker) saya tahu tujuannya sangat mulia, sangat mulia. Karena dengan demikian, investasi akan datang, kemudian roda ekonomi berputar, ekspor banyak, pajak masuk banyak, kembali lagi ke masyarakat,” ucap Gatot.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Moeldoko Tegaskan UU Cipta Kerja Sesuai Janji Presiden

Dengan UU Cipta Kerja, Indonesia tidak lagi hanya tergantung sumber daya alam namun mendorong tumbuhnya UMKM pada jasa modern untuk meningkatkan daya saing.

NASIONAL | 17 Oktober 2020

Narapidana Cai Changpan Kabur, Menkumham Diharapkan Tindak Tegas Oknum Lapas

Menkumham diharapkan dapat menindak tegas oknum di Lapas Tangerang, Banten. Hal ini terkait kaburnya narapidana kasus narkoba, Cai Changpan.

NASIONAL | 17 Oktober 2020

Kasus Jiwasraya, MAKI Optimistis Benny Tjokro Divonis Maksimal

Jaksa penuntut umum menuntut Benny dan Heru dihukum pidana seumur hidup dalam kasus dugaan korupsi pengelolaan keuangan dan dana investasi Jiwasraya.

NASIONAL | 17 Oktober 2020

Kementerian ESDM Serahkan Barang Milik Negara ke PP Muhammadiyah

Hibah yang diserahkan tiga alat pembangkit energi berupa 1 unit instalasi PLTS kapasitas kecil, instalasi PLTS, instalasi PLTS kapasitas kecil dan gas regulator

NASIONAL | 17 Oktober 2020

Pemrov NTT: Jangan Gunakan Anak dan Perempuan untuk Provokasi

Para penghuni lahan di Besipae dianjurkan menempuh jalur hukum.

NASIONAL | 17 Oktober 2020

Duta Damai Harus Fokus Sampaikan Pesan Perdamaian di Dunia Maya

BNPT telah melakukan regenerasi untuk Duta Damai sebanyak 6 kali sepanjang 2020.

NASIONAL | 17 Oktober 2020

Menkominfo Jadikan Yogyakarta Pusat Persiapan SDM Digital

Menkominfo juga merencanakan digitalisasi aksara Jawa.

NASIONAL | 16 Oktober 2020

PII Usul Platform Digital Kolaborasi Insinyur Sedunia Hadapi Pandemi

Platform kolaborasi bisa dijadikan para ahli bioengineering sedunia sebagai sarana pertukaran informasi genom virus Sars cov-2 di tiap negara.

NASIONAL | 17 Oktober 2020

Kerugian Akibat Cacat Produk, Produsen Pesawat Harus Bertanggung Jawab

Selama ini yang diatur adalah tanggung jawab operator terhadap pengguna jasa penerbangan, tetapi tanggung jawab produsen pesawat belum ada.

NASIONAL | 17 Oktober 2020

Bangun Networking Bisnis melalui Pertukaran Mahasiswa Nusantara

Pertukaran mahasiswa ini bukan hanya mempersiapkan tenaga profesional untuk masuk dunia kerja, tetapi juga mendorong mahasiswa menyiapkan bisnis sendiri.

NASIONAL | 16 Oktober 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS