Libur Panjang Pekan Depan, Mendagri Imbau Masyarakat Hindari Perjalanan
INDEX

BISNIS-27 503.107 (8.47)   |   COMPOSITE 5679.25 (80.67)   |   DBX 1039.52 (14.71)   |   I-GRADE 166.189 (3.47)   |   IDX30 492.322 (9.09)   |   IDX80 129.082 (2.66)   |   IDXBUMN20 363.759 (7.86)   |   IDXG30 133.243 (2.59)   |   IDXHIDIV20 440.08 (10.13)   |   IDXQ30 143.762 (2.86)   |   IDXSMC-COM 242.127 (2.51)   |   IDXSMC-LIQ 293.644 (5.57)   |   IDXV30 123.61 (3.35)   |   INFOBANK15 979.67 (10.23)   |   Investor33 423.592 (6.88)   |   ISSI 165.745 (2.98)   |   JII 604.859 (14.26)   |   JII70 207.745 (4.44)   |   KOMPAS100 1155.02 (20.8)   |   LQ45 903.46 (17.32)   |   MBX 1578.72 (22.44)   |   MNC36 316.411 (5.51)   |   PEFINDO25 310.113 (3.58)   |   SMInfra18 286.549 (5.46)   |   SRI-KEHATI 362.507 (5.51)   |  

Libur Panjang Pekan Depan, Mendagri Imbau Masyarakat Hindari Perjalanan

Kamis, 22 Oktober 2020 | 23:10 WIB
Oleh : Robertus Wardy / CAR

Jakarta, Beritasatu.com – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) M Tito Karnavian menghimbau masyarakat selama melaksanakan libur dan cuti bersama pekan depan agar sedapat mungkin menghindari melakukan perjalanan. Masyarakat diminta tetap berkumpul bersama keluarga dan melakukan kegiatan di lingkungan masing-masing.

“Sambil menyiapkan diri dan lingkungan dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan longsor sesuai dengan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG),” kata Tito, di Jakarta, Kamis (22/10/2020).

Tito mengatakan itu dalam surat edaran (SE) yang dikirim ke seluruh gubernur, bupati dan walikota di seluruh tanah yang dikeluarkan pada 21 Oktober 2020. SE itu dalam rangka pelaksanaan hari libur Maulid Nabi Muhammad pada 29 Oktober 2020 dan cuti bersama tanggal 28 dan 30 Oktober 2020. Pelaksanaan liburan tersebut berdekatan dengan hari Sabtu dan Minggu, 31 Oktober dan 1 November 2020.

Tito meminta jika liburan harus keluar kota, maka agar dilakukan tes PCR atau rapid test. Kemudian menyesuaikan dengan aturan moda transportasi yang berlaku untuk memastikan pelaku perjalanan bebas Covid-19.

Hal itu demi melindungi orang lain, termasuk keluarga di perjalanan ataupun orang di tempat yang dikunjungi. Bagi yang dinyatakan positif agar tidak melaksanakan perjalanan dan melakukan karantina mandiri atau yang disiapkan pemerintah untuk mencegah penularan.

“Setelah kembali dari perjalanan luar daerah disarankan kembali melakukan tes PCR atau rapid test untuk memastikan pelaku perjalanan tetap dalam keadaan negatif Covid-19. Jika positif agar segera melaksanakan isolasi mandiri atau karantina di fasilitas yang telah disiapkan pemerintah,” jelas Tito.

Mantan Kapolri ini meminta setiap daerah agar memperkuat sistem pengawasan untuk mencegah penyebaran Covid-19. Setiap daerah harus mengintensifkan Satuan Tugas Penanganan Covid-19 di lingkungannya, baik pada level provinsi, kabupaten, kota, kecamatan, kelurahan dan desa serta RT/RW.

“Untuk menjaga agar kelurahan/desa bebas Covid 19, pengunjung suatu lingkungan harus surat hasil tes PCR/rapid test yang menjelaskan pengunjung tersebut negatif Covid 19,” tutur Tito.

Baca Juga: Cegah Klaster Liburan, Mendagri Minta Kepala Daerah Jaga Wilayahnya dari Covid-19

Tito juga meminta daerah-daerah agar mengidentifikasi tempat wisata yang menjadi sasaran liburan agar memiliki protokol kesehatan yang baik. Setiap daerah harus memastikan tidak ada kerumunan yang menyebabkan tidak bisa jaga jarak, membatasi jumlah wisatawan sampai dengan 50%, mencegah terjadinya pesta dengan kerumunan, termasuk penggunaan pengeras suara yang menyebabkan orang berkumpul secara masif.

“Mengatur kegiatan seni budaya dan tradisi non-keagamaan yang biasa dilakukan sebelum pandemi Covid-19 di lingkungan masing-masing agar tidak terjadi kerumunan massa dalam bentuk apapun,” ungkap Tito.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Menteri Desa: 11.000 Desa Bakal Terkoneksi Internet

Jumlah desa yang sudah terkoneksi dengan jaringan internet sebanyak 6.000 desa.

NASIONAL | 22 Oktober 2020

Satgas Covid-19 Mebidang Diserang saat Razia Markas Judi

Dua orang petuga satpol PP terlika dan tiga unit mobil milik satgas juga dirusak.

NASIONAL | 22 Oktober 2020

UU Ciptaker Prioritaskan Pengembangan Pengusaha dalam Negeri

Undang-Undang Cipta Kerja (UU Ciptaker) disebut akan memprioritaskan pengembangan pengusaha dalam negeri.

NASIONAL | 22 Oktober 2020

Seorang ASN Kota Yogya Terpapar Covid-19

ASN perempuan tersebut diketahui tertular Virus Corona, seusai suaminya meninggal dunia 10 Oktober 2020 lalu dengan status positif Covid-19.

NASIONAL | 22 Oktober 2020

Tersangka Kebakaran Gedung Kejagung Diumumkan Besok, Sahroni: Hormati Hasilnya

Tersangka kebakaran gedung Kejaksaan Agung (Kejagung) rencananya akan diumumkan pada Jumat (23/10/2020).

NASIONAL | 22 Oktober 2020

Tunjang Penerapan Sistem PJJ, Ibas Bagikan Wifi Gratis

Anggota DPR dari Fraksi Partai Demokrat (FPD) Edhie Baskoro Yudhoyono membagikan wifi gratis.

NASIONAL | 22 Oktober 2020

Penambahan Harian Kasus Covid-19 di Banten Pecahkan Rekor

Dari 221 kasus baru Covid-19 di Banten hari ini, didominasi dari klaster Pesantren.

NASIONAL | 22 Oktober 2020

Muhaimin Iskandar Luncurkan Santri Net di Peringatan Hari Santri 2020

Menurut Cak Imin -panggilan Muhaimin, aplikasi Santri Net merupakan gerakan untuk mengatasi kebuntuan dan stagnasi pendidikan saat ini.

NASIONAL | 22 Oktober 2020

Ingin Jadi Kampus dengan Reputasi Asia, UNJ Tingkatkan Jurnal Ilmiah Scopus

Publikasi internasional terindeks Scopus di lingkungan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan telah mencapai 1.500 artikel.

NASIONAL | 22 Oktober 2020

Gandeng BPK, KPK Usut Dugaan Korupsi Anak Usaha Telkom

KPK menyelidiki dugaan korupsi di PT Pramindo Ikat Nusantara (PINS), anak usaha PT Telkom yang bergerak di bidang penyediaan Customer Premises Equipment

NASIONAL | 22 Oktober 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS