Ketua KPU Tegaskan Peserta Kampanye di Tengah Pandemi Dibatasi
INDEX

BISNIS-27 511.575 (-1.4)   |   COMPOSITE 5759.92 (23.42)   |   DBX 1054.23 (9.81)   |   I-GRADE 169.662 (-0.8)   |   IDX30 501.412 (-1.48)   |   IDX80 131.739 (0.17)   |   IDXBUMN20 371.622 (2.16)   |   IDXG30 135.832 (0.63)   |   IDXHIDIV20 450.213 (0.05)   |   IDXQ30 146.619 (-0.52)   |   IDXSMC-COM 244.641 (3.77)   |   IDXSMC-LIQ 299.216 (4.65)   |   IDXV30 126.958 (1.03)   |   INFOBANK15 989.895 (-6.43)   |   Investor33 430.473 (-1.37)   |   ISSI 168.725 (1.07)   |   JII 619.114 (0.96)   |   JII70 212.184 (1.01)   |   KOMPAS100 1175.82 (1.47)   |   LQ45 920.779 (-0.67)   |   MBX 1601.16 (5.3)   |   MNC36 321.923 (-0.8)   |   PEFINDO25 313.689 (3.18)   |   SMInfra18 292.004 (3.49)   |   SRI-KEHATI 368.014 (-1.81)   |  

Ketua KPU Tegaskan Peserta Kampanye di Tengah Pandemi Dibatasi

Minggu, 13 September 2020 | 13:40 WIB
Oleh : Robertus Wardy / CAR

Jakarta, Beritasatu.com – Peserta fisik kampanye rapat umum, rapat terbatas, dan debat publik pada masa pandemi Covid-19 dibatasi. Hal itu diatur Pasal 58 ayat 1 huruf b, Pasal 59 huruf a1, dan Pasal 63 ayat 2 Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) 10/2020 terkait pelaksanaan pilkada dalam kondisi pandemi Covid-19.

Rapat umum hanya diizinkan dihadiri maksimal 100 orang. Sementara rapat terbatas dan debat publik maksimal 50 orang. Setiap kampanye diwajibkan menerapkan protokol kesehatan pencegahan dan pengendalian Covid-19. Ketentuan ini, khususnya terkait rapat terbatas berbeda jauh dengan PKPU 4/2017 soal kampanye.

Pasal 37 ayat 2, PKPU 4/2017 menyebut peserta yang diundang dalam rapat terbatas disesuaikan dengan kapasitas ruangan. Jumlah peserta paling banyak 2.000 orang untuk tingkat provinsi dan 1.000 orang untuk tingkat kabupaten/kota. Ketua KPU Arief Budiman menegaskan, kampanye di tengah pandemi Covid-19, mengacu PKPU 10/2020 bukan PKPU 4/2017.

Sekadar diketahui, PKPU 4/2017 memang direvisi. Draf revisi PKPU 4/2017 sudah diuji publik secara daring pada Jumat (11/9/2020). Dalam kegiatan itu, KPU mengundang Kemdagri, Bawaslu, Kemkes, Kemkumham, OJK, perwakilan partai politik (parpol), dan sejumlah pemantau pemilu. Salah satu poin revisi yakni pengaturan pertemuan terbatas secara virtual melalui media daring.

PKPU 5/2017 menyangkut dana kampanye pun mengalami penyesuaian. “Aturan kampanye dan dana kampanye beberapa pasal mengalami penyesuaian, revisi, sesuai dengan situasi penyelenggaraan Pilkada 2020,” kata Ketua KPU Arief Budiman di Jakarta, Minggu (13/9/2020).

Arief menjelaskan setelah uji publik, draf revisi harus dibahas dan disahkan bersama pemerintah dan DPR. Kemudian dilakukan proses harmonisasi oleh Kemkumham agar tak berbenturan dengan aturan hukum lainnya. Setelah itu, KPU harus melakukan sosialisasi kepada petugas KPU dan Bawaslu di daerah.

KPU juga perlu menyosialisasikannya kepada parpol dan seluruh pasangan calon. Arief berharap proses revisi bisa segera rampung. Dengan begitu, kejadian pelanggaran protokol Covid-19 saat masa pendaftaran tidak berulang. “Kami berharap proses ini bisa berjalan cepat secara keseluruhan,” kata Arief.

Sebelumnya, terkait pembatasan peserta kampanye, Arief telah menjabarkan hal itu saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi II DPR, Kamis (10/9/2020). “Pengaturan baru dalam kegiatan kampanye, sebagaimana dibahas sebelumnya, kami membatasi jumlah orang yang hadir secara fisik pada kegiatan kampanye,” kata Arief.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA



TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS