SBY: Lagi-lagi Saya Harus Bersabar
INDEX

BISNIS-27 503.107 (8.47)   |   COMPOSITE 5679.25 (80.67)   |   DBX 1039.52 (14.71)   |   I-GRADE 166.189 (3.47)   |   IDX30 492.322 (9.09)   |   IDX80 129.082 (2.66)   |   IDXBUMN20 363.759 (7.86)   |   IDXG30 133.243 (2.59)   |   IDXHIDIV20 440.08 (10.13)   |   IDXQ30 143.762 (2.86)   |   IDXSMC-COM 242.127 (2.51)   |   IDXSMC-LIQ 293.644 (5.57)   |   IDXV30 123.61 (3.35)   |   INFOBANK15 979.67 (10.23)   |   Investor33 423.592 (6.88)   |   ISSI 165.745 (2.98)   |   JII 604.859 (14.26)   |   JII70 207.745 (4.44)   |   KOMPAS100 1155.02 (20.8)   |   LQ45 903.46 (17.32)   |   MBX 1578.72 (22.44)   |   MNC36 316.411 (5.51)   |   PEFINDO25 310.113 (3.58)   |   SMInfra18 286.549 (5.46)   |   SRI-KEHATI 362.507 (5.51)   |  

SBY: Lagi-lagi Saya Harus Bersabar

Senin, 12 Oktober 2020 | 22:20 WIB
Oleh : Carlos KY Paath / CAR

Jakarta, Beritasatu.com – Presiden Keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengaku prihatin atas situasi yang berkembang. Sebagai umat beriman, menurut SBY, tidak sepatutnya fitnah begitu mudah dilakukan, karena sama saja dengan mempermainkan Tuhan. Hal itu disampaikan SBY menanggapi adanya tuduhan yang mengaitkannya dengan demo penolakan UU Cipta Kerja.

“Jadi saya prihatin makin berkembang seperti ini, tetapi yang jelas lagi-lagi saya harus bersabar. Dulu waktu almarhumah Ibu Ani (Ani Yudhoyono) masih ada saya juga sering mengalami seperti ini (difitnah), tetapi nampaknya Allah masih meminta saya terus bersabar,” kata SBY dalam video yang diunggah di akun Youtube-nya, Senin (12/10/2020).

Judul video itu “SBY Ngobrol Santai Perkembangan Terkini”. Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat tersebut berbincang dengan sejumlah orang yang menyampaikan pertanyaan. Salah satu pertanyaan yakni adanya yang menyebut SBY menggerakkan massa demo UU Ciptaker, Kamis (8/10/2020). Demo yang kemudian berujung pada aksi anarkistis.

“Ya enggak tahu saya, enggak tahu. Apa barangkali nasib saya dibeginikan terus ya? Enggak tahu saya. Memang kalau saya ikuti ya, kembali seperti yang saya alami pada tahun 2016 lalu, saya dituduh, difitnah menunggangi, menggerakkan, membiayai, sama dengan sekarang sebuah gerakan unjuk rasa besar waktu itu,” tutur SBY.

SBY juga berbicara mengenai pengalamannya ketika masih aktif di militer dan pemerintahan. “Begini. Saya ini orang tua ya, pernah berjuang sebagai prajurit 30 tahun, pernah juga berada di pemerintahan 15 tahun, mengertilah pemerintahan itu menghadapi banyak masalah dan masalah itu harus dipecahkan. Saya juga dulu begitu,” ujar SBY.

Menurut SBY tidak bagi apabila fitnah terus berkembang di Indonesia. Demikan halnya hoax serta tuduhan-tuduhan tidak berdasar. Seandainya mempunyai kemampuan menggerakkan massa di seluruh Tanah Air, SBY mengaku tidak berniat melakukan sesuatu yang kurang tepat.

“Andai kata saya ini punya kemampuan menggerakkan gerakan massa yang begitu luas di Tanah Air kemarin, andai kata saya punya uang dan tentu uangnya itu banyak dengan menggerakkan aksi-aksi seperti itu, saya juga tidak punya niat tidak terpikir untuk melakukan sesuatu yang menurut saya tidak tepat saya lakukan,” kata SBY.

SBY pun menyebut, “Saya menjadi korban dan jangan lupa kemarin elemen masyarakat yang melakukan unjuk rasa di mana-mana, kalau dianggap itu ditunggangi oleh orang seeprti saya, digerakkan, dikasih uang, mereka juga terhina, merasa dihina dan apalagi memfitnah itu kan mempermainkan kebenaran.”

Berikut pernyataan SBY seperti dalam video yang diunggah:



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Boni Hargens Ungkap Dalang Kelompok Anarkis dan Motifnya Tunggangi Demo

Menurut Boni Hargens terdapat indikasi keterpautan beragam kepentingan dan kelompok pemain di balik aksi anarkistis pada demonstrasi menentang UU Cipta Kerja.

POLITIK | 12 Oktober 2020

Demo Tolak UU Cipta Kerja, Boni Hargens: Ada Indikasi "Pemain"

Boni Hargens menyatakan bahwa ada indikasi "pemain" di balik unjuk rasa menolak UU Cipta Kerja.

POLITIK | 12 Oktober 2020

Pemerintah Diminta Segera Susun Mitigasi Risiko Pilkada 2020

Pemerintah dan KPU didorong untuk menyusun mitigasi risiko pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada) 2020 di tengah pandemi Covid-19.

POLITIK | 12 Oktober 2020

Bamsoet Prediksi Partisipasi Pemilih Pilkada 2020 Menurun

Pilkada digelar di tengah pandemi virus corona atau Covid-19.

POLITIK | 12 Oktober 2020

Partai Demokrat Harap Ferdinand Sukses di Medan Pengabdian Baru

Partai Demokrat (PD) berharap Ferdinand Hutahaean sukses di medan pengabdian baru nantinya.

POLITIK | 12 Oktober 2020

Temui Forum Rektor, Menaker Jelaskan UU Cipta Kerja

Dialog penting penting untuk memperkuat komunikasi dan silaturahmi sehingga mendapatkan pemahaman yang lebih baik terkait substansi UU Cipta Kerja.

POLITIK | 12 Oktober 2020

Naskah Final UU Cipta Kerja Selesai, DPR Segera Serahkan ke Presiden Jokowi

UU Cipta Kerja yang tengah segera diserahkan ke Presiden Jokowi berjumlah 1.035 halaman.

POLITIK | 12 Oktober 2020

Tepi: Jangan Terlalu Percaya Parpol Penolak UU Cipta Kerja

“Jangan lekas percaya pada Parpol yang menolak karena bisa saja untuk pencitraan,” tegas Jeirry.

POLITIK | 12 Oktober 2020

Masyarakat Butuh Keterbukaan dan Transparansi Akses UU Cipta Kerja

Emrus Sihombing meminta agar akses masyarakat terkait isi atau substansi UU Cipta Kerja dapat segera dibuka seluas-luasnya.

POLITIK | 11 Oktober 2020

PDIP Heran Ada Kepala Daerah Tenang Lihat Fasilitas Umum Dirusak

Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto mengaku heran ada ada kepala daerah yang tenang-tenang saja ketika melihat fasilitas umum dirusak.

POLITIK | 11 Oktober 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS