Target Partisipasi Pemilih Dinilai Realistis
INDEX

BISNIS-27 503.122 (7.61)   |   COMPOSITE 5724.74 (89.25)   |   DBX 1066.46 (9.81)   |   I-GRADE 166.255 (3.05)   |   IDX30 491.004 (8.8)   |   IDX80 129.735 (2.65)   |   IDXBUMN20 364.991 (9.26)   |   IDXG30 133.352 (2.1)   |   IDXHIDIV20 441.973 (8.53)   |   IDXQ30 143.512 (2.54)   |   IDXSMC-COM 247.38 (3.5)   |   IDXSMC-LIQ 301.054 (8.02)   |   IDXV30 127.096 (4)   |   INFOBANK15 976.214 (12.27)   |   Investor33 422.656 (6.59)   |   ISSI 167.54 (3)   |   JII 607.336 (12.69)   |   JII70 209.626 (4.39)   |   KOMPAS100 1162.4 (23.4)   |   LQ45 904.834 (17.52)   |   MBX 1587.29 (26.24)   |   MNC36 315.598 (5.98)   |   PEFINDO25 317.232 (4.1)   |   SMInfra18 287.626 (7.78)   |   SRI-KEHATI 361.444 (5.7)   |  

Target Partisipasi Pemilih Dinilai Realistis

Jumat, 20 November 2020 | 22:16 WIB
Oleh : Robertus Wardi / CAR

Jakarta, Beritasatu.com - Target angka partisipasi pemilih sebesar 77,5% dalam Pemilihan Kepala Daerah (pilkada) Serentak 2020 cukup realistis. Pasalnya, tren partisipasi pemilih dalam tiga kali Pilkada Serentak sejak 2015 terus meningkat. Pada 2015, angkanya mencapai 64,02%. Kemudian naik menjadi 71,58% pada 2017, dan 73,24% pada 2018.

Demikian diungkap peneliti Sindikasi Pemilu dan Demokrasi (SPD) Rizqan Kariema Mustafa, di Jakarta, Jumat (20/11/2020). “Target partisipasi itu cukup relevan karena tren partisipasi cenderung naik,” katanya.

Rizqan menyatakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) sepatutnya membangun kepercayaan masyarakat. Dengan begitu, maka target 77,5% tersebut dapat terealisasi. Ditegaskan, penyelenggara harus meningkatkan integritas dan profesionalitas serta kepatuhan terhadap protokol pencegahan Covid-19.

Rizqan menuturkan salah satu indikator tingkat partisipasi pemilih pada pilkada yakni tingginya masyarakat pada tahapan kampanye. Meskipun berada pada situasi pandemi, lanjutnya, masyarakat tertarik untuk mengikuti kegiatan kampanye tatap muka atau pertemuan terbatas. Padahal, kegiatan kampanye di masa pandemi mengharuskan pasangan calon (paslon) mengadakan kampanye berskala kecil. Namun, aturan itu tidak menyurutkan niat masyarakat mengikutinya.

Menurutnya, partisipasi masyarakat tidak hanya dilihat dari voter’s turnout atau seberapa banyak jumlah pemilih yang datang ke tempat pemungutan suara (TPS). Partisipasi juga dapat dilihat dalam setiap tahapan pilkada seperti pengawasan, keikutsertaan dalam kampanye dan ikut serta dalam mengkritisi kebijakan pemerintah.

“Pada prinsipnya kesuksesan Pilkada 2020 tidak hanya dapat diukur dari seberapa besar pemilih yang datang ke TPS. Namun perlu dilihat juga seberapa besar keterlibatan masyarakat dalam mengikuti, mengawasi, dan mengkritisi setiap tahapan pilkada,” ujarnya.

Sementara itu peneliti SPD Aqidatul Izza Zain mendorong pemerintah untuk mendukung penuh penyediaan tenaga medis serta alat bantu kesehatan yang memadai khususnya di TPS. Tujuannya agar pemilih tetap datang dengan rasa aman. Berikutnya, mendorong para akademisi, lembaga swadaya masyarakat, kelompok-kelompok peduli demokrasi, organisasi masyarakat, dan tokoh masyarakat untuk terus membangun narasi positif Pilkada 2020.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Boni Hargens Apresiasi Ketegasan Pangdam Jaya terhadap FPI

Berbagai video penurunan baliho oleh aparat TNI telah menuai pujian dan apresiasi dari berbagai kalangan masyarakat

POLITIK | 20 November 2020

Moeldoko Tegaskan Akun Facebook Bernama Dirinya Palsu

Akun resmi Kepala Staf Kepresidenan RI ialah https://www.facebook.com/DrMoeldoko. Akun resmi ini diikuti oleh lebih dari 162.000 followers.

POLITIK | 20 November 2020

Mendagri: Pencopotan Kepala Daerah Jika Melanggar UU

Tito Karnavian mengemukakan pencopotan kepala daerah bisa dilakukan jika yang bersangkutan melanggar Undang-Undang (UU) yang telah ditetapkan.

POLITIK | 20 November 2020

PKB kepada Rizieq: Jadilah Penceramah yang Baik Seperti Wali Songo

Dia mengingatkan sosok seperti Rizieq sebaiknya mengikuti sosok Wali Songo yang berdakwah dengan tidak ada ancaman, provokasi, ujaran-ujaran kebencian.

POLITIK | 20 November 2020

Mendagri Tidak Bisa Serta-merta Pecat Kepala Daerah

Harus ada putusan MA dulu dan tidak bisa langsung dipecat atau dicopot.

POLITIK | 20 November 2020

Fahri Hamzah: Isu Politik Identitas untuk Memecah Belah Rakyat

Dalam proses demokrasi tidak bisa melarang siapa pun maju dalam kontestasi pilkada.

POLITIK | 20 November 2020

Calon Petahana Walkot Semarang Hadiri Debat Publik

Calon petahana Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi bersama wakilnya Hevearita mengikuti debat publik perdana Pemilihan Wali Kota Semarang.

POLITIK | 19 November 2020

Kenaikan Elektabilitas dalam Masa Kampanye Sulit Dilakukan

Peningkatan elektabilitas di masa kampanye, atau ketika jeda sebelum waktu pemilihan, sangat sulit terjadi.

NASIONAL | 19 November 2020

Disinyalir Ada Kekuatan Politik Manfaatkan Sentimen Agama

Politisasi agama merupakan cara yang buruk dan berbahaya jika digunakan untuk memprovokasi.

POLITIK | 19 November 2020

Kejaksaan Berkomitmen Amankan Kegiatan Pembangunan Strategis

Pengamanan pembangunan strategis merupakan bagian dari peran intelijen penegakan hukum dalam melakukan upaya pencegahan.

POLITIK | 19 November 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS