Dinasti Mataram vs Dinasti Menteng
INDEX

BISNIS-27 450.793 (-2.26)   |   COMPOSITE 5144.05 (-15.82)   |   DBX 982.653 (2.46)   |   I-GRADE 141.194 (-0.62)   |   IDX30 430.883 (-2.17)   |   IDX80 114.327 (-0.59)   |   IDXBUMN20 295.098 (-2.05)   |   IDXG30 119.385 (-0.73)   |   IDXHIDIV20 382.257 (-1.97)   |   IDXQ30 125.574 (-0.78)   |   IDXSMC-COM 221.901 (-0.43)   |   IDXSMC-LIQ 259.068 (-1.66)   |   IDXV30 107.621 (-1.14)   |   INFOBANK15 842.759 (-2.22)   |   Investor33 376.322 (-1.83)   |   ISSI 151.265 (-0.8)   |   JII 550.5 (-4.84)   |   JII70 187.95 (-1.54)   |   KOMPAS100 1026.39 (-5.14)   |   LQ45 794.213 (-3.71)   |   MBX 1420.94 (-5.57)   |   MNC36 281.737 (-1.36)   |   PEFINDO25 284.937 (-1.16)   |   SMInfra18 242.709 (-2.12)   |   SRI-KEHATI 318.969 (-1.57)   |  

Dinasti Mataram vs Dinasti Menteng

Opini: Christianto Wibisono
Ketua Pendiri PDBI dan penulis buku "Kencan Dinasti Menteng".

Kamis, 30 Juli 2020 | 22:06 WIB

Pada 1556 Ki Ageng Pamanahan, adipati eselon satu Kesultanan Pajang dihadiahi lahan cikal bakal kerajaan Mataram. Putranya, Senapati mengukuhkan eksistensi Mataram setelah pudarnya Pajang dilanjutkan oleh RM Jolang dan Sultan Agung (1613-1645).

Sementara itu negari Belanda baru mendirikan VOC pada 1602 untuk mengelola kontrak dagang dengan Mataram didukung mercenaries (pasukan bayaran VOC). Cikal bakal musuh bebuyutan VOC Mataram adalah Gubernur Jenderal VOC ke-4 dan ke-6, Jan Pieterszoon Coen sebagai antagonis Sultan Agung.

Setelah itu ada Amangkurat I-V dan Pakubuwono I-XIII. Ke-22 raja-raja itu tidak hidup mulus, aman, dan damai, tetapi penuh perang saudara. Suksesi dan kudeta antara paman dengan keponakan, bahkan ayah dengan anak. Kerajaan Mataram kemudian pecah menjadi empat, yaitu pada 1755 Kesunanan Surakarta dan Kesultanan Yogyakarta. Lalu, pada 1757 Mangkunegaran lepas dari Surakarta dan pada 1814 Pakualaman lepas dari Yogyakarta.

Kesunanan terus dipimpin oleh Dinasti Pakubuwono dengan petahana Sri Susuhunan Pakubuwono XIII yang bertakhta sejak 11 Juni 2004. Kesultanan Yogjakarta sekarang dipimpin Sri Sultan Hamengku Buwono X yang naik takhta pada 7 Maret 1989 setelah wafatnya ayahanda Sri Sultan Hamengku Buwono IX pada 3 Oktober 1988.

Raja Surakarta terlama adalah Pakubuwono XII yang lahir pada 11 Juni 1925. Pada usia 20 tahun (11 Juni 1945) dinobatkan menjadi raja dan bertakhta selama 59 tahun sampai wafat pada 2004 saat berusia 79 tahun. Pakubuwono XIII lahir 28 Juni 1948 dinobatkan pada 2004 pada usia 66 tahun dan sekarang berusia 72 tahun.

Raja Yogyakarta terlama adalah Sri Sultan Hamengku Buwono IX yang lahir pada 12 April 1912. Ketika berusia 28 tahun, pada 8 Maret 1940 dinobatkan menjadi Sultan Yogyakarta dan bertahta 48 tahun 199 hari hingga wafat pada 2 Oktober 1988 di Washington DC pukul 20.05 EDT atau 3 Oktober 1988 pukul 07.05 WIB pada usia 76 tahun.

Sri Sultan Hamengku Buwono IX unik, karena sejak Kabinet Syahrir III 2 Oktober 1946 nonstop menjadi menteri hingga Kabinet Natsir. Absen di kabinet Sukisman, menjadi menteri pertahanan pada Kabinet Wilopo, 18 Februari 1960 Kabinet Kerja (KK) II Bapekan,13 November 1963 KK IV, Ketua BPK, 1966 waperdam, menko, wapres 1973-1978, atau total selama 25 tahun.

Sunan Pakubuwono XII dan seterusnya tidak mempunyai otoritas politik lagi. Kini, mendadak di tengah sepinya calon pesaing calon wali kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, cucu putri Pakubuwono XIII, BRA Putri Woelan Sari Dewi dikabarkan diorbitkan PKS menjadi kontestan, meski tidak mempunyai kuota kursi yang cukup untuk bisa mengajukan calon wali kota.

Dalam menyikapi isu politik dinasti, yang terpenting adalah asas meritokrasi. Siapa pun boleh maju, asal syaratnya meritokrasi, bukan karena anak presiden atau putri Sunan. Kalau punya bakat, talenta, kinerja, prestasi dan rekam jejak yang memang mumpuni, go ahead.

Boleh saja Dinasti Mataram yang sudah berusia 400 tahun sejak Mataram sejajar dengan dinasti Oranye Belanda diganti dan dilanjutkan oleh dinasti Menteng. Ini adalah nomenklatur politik Pusat Data Bisnis Indonesia (PDBI) untuk menyebut elite oligarki pemimpin Indonesia yang menjadi menteri kabinet. PDBI menelusuri kekerabatan dan menemukan 77 kerabat dari 30 keluarga dinasti Menteng, sebagai berikut:
1. Bung Karno (kakek Puan) 001 Harsono Tjokroaminoto (ipar BK) 053– Anwar Tjokroamiinoto (ipar BK) 088 -Megawati Soekarnoputri (anak BK) 483 - Puan Maharani (cucu BK) 661
2. Bung Hatta (ayah) 002 – Meuthia F. Hatta (anak) 569
3. Mr Achmad Subarjo 003 (paman Herawati) – Mr Samsuddin 085 (sepupu BM Diah) –BM Diah (suami Herawati) 330
4. Mr Ali Sastroamijoyo (Paman) 010 – Hamdani (Paman dari Istri Ali Wardhana) 107 - Ali Wardhana (keponakan) 338
5. KH Wahid Hasyim (ayah) 019 – Presiden Abdurrahman Wahid (anak) 481 –
Saefullah Jusuf ( 586) A. Muhaimin Iskandar (605) - Abdul Halim Iskandar (726)
6. Dr Sudarsono (ayah Juwono ) 034 - Mochtar Kusumaatmaja (sepupu) 350 – Sarwono Kusumaatmaja (adik Mochtar) 405, Juwono Sudarsono (anak DR Sudarsono) 459 –Armida Alisyahbana (anak Mochtar) 617
7. H.Agus Salim (Paman) 036 – Prof. Emil Salim (Keponakan) 346
8. Ir.Herling Laoh (adik) 043 – Ir Frits Laoh (Kakak) 157
9. A.R Baswedan (kakek) 055 – Anies Baswedan (cucu) 681
10. Maruto Darusman (Paman) 080 –Marzuki Darusman (Keponakan) 526
11. Anak Agung Gde Agung (ayah) 111 – Anak Agung Gde Agung jr (anak) 521
12. Soemitro Djojohadikusumo (mertua) 119 - Soeharto (ayah) 291 – Soedrajad Djiwandono (menantu) 408 - Siti Hardijanti Rukmana (anak) 456 - Prabowo Subianto (menantu) 715
13. Djody Gondokusumo (mertua) 144 – Siswono Yudohusodo (menantu) 403
14. Syaifudin Zuchri (ayah) 225 – Lukman Hakim Syaifudin (anak) 656
15. Mr Soemarno (ayah) 226 – Rini M. Soemarno (anak) 542
16. Teuku M. Hadi Thayeb (kakak) 268- Teuku M. Syarief Thayeb (adik) 281
17. Hartawan Wiryodiprojo (kakak) 272 – Hartono Wiryodiprojo (adik) 318
18. Sumantri Brodjonegoro (ayah) 335 – Bambang P. Brodjonegoro (anak) 651
19. Hartarto Sastrosoenarto (ayah) 377 – Laksamana Sukardi (keponakan) 516 - Airlangga Hartarto (anak) 703
20. Achmad Tahir (ayah) 379 – Agum Gumelar (menantu) 489 – Linda Amalia Sari (Putri AT) 614
21. Ginandjar Kartasasmita (ayah) 387 – Agus Gumiwang Kartasasmita (anak) 713
22. Try Sutrisno (mertua) 394 – Ryamizard Ryacudu (menantu) 667
23. Susilo Sudarman (ayah) 400 - Dwisuryo Indroyono Soesilo (anak) 662
24. Sjarifuddin Baharsjah (suami) 410 – Ny Justika Baharsjah (istri) 446
25. Theo L. Sambuaga (ayah) 451 - Jerry A. Sambuaga (anak) 736
26. Faried Anfasha Moeloek (suami) 454 – Nila Djuwita F. Anfasa Moeloek (istri) 680
27. Quraish Shihab (kakak) 455 – Alwi A. Shihab (adik) 485
28. Susilo Bambang Yudhoyono (besan) 488 - Hatta Rajasa (besan) 545
29. Ir. Erna Witoelar (istri) 509 – Ir Rachmat Witoelar Kartaadipoetro (suami) 568 - Andi Nafsiah Walinono Mboi, SpA. MPH., dr. 607
30. AA. Gede Ngurah Puspayoga (suami) 685 - Ida Gusti Ayu Bintang Darmavati (Istri) 729

Menurut PDBI, di seluruh dunia tidak terhindarkan adanya unsur nepotisme sepanjang tidak menghilangkan faktor substansial, yaitu elemen meritokrasi. Kalau Robert Kennedy memang mampu menjadi presiden melanjutkan kakaknya, tentu boleh saja.

Kalau Caroline Kennedy dinilai kurang berbobot dan dilarang oleh pamannya Edward Kennedy untuk nyapres, ya dia harus rela dan cukup menjadi dubes AS untuk Jepang. George Bush Sr hanya 1 term menjadi presiden AS ke-41 diselingi Presiden ke-42 Bill Clinton, lalu Bush Jr langsung menjadi presiden AS ke-43. Bush lebih mujur dari Kennedy.

Dinasti Menteng, Gibran Rakabuming Raka vs Dinasti Mataram, BRA Putri Woelan Sari Dewi. Kontes demokratis dan meritokratis antardinasti sepanjang berbasis kinerja karakter dan kapabilitas serta integritas, go ahead.


BAGIKAN






TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS