Mata Uang Paling Kotor di Eropa

Mata Uang Paling Kotor di Eropa
Ilustrasi pecahan uang. ( Foto: Freedigitalphotos/ Grant Cochrane )
Jumat, 29 Maret 2013 | 11:50 WIB

Jakarta - Setelah meneliti jumlah bakteri yang terkandung di pecahan uang dari beberapa mata uang di Eropa, Universitas Oxford, AS, menyimpulkan, uang-uang dari Denmark adalah yang paling banyak menyimpan bakteri.

Secara rata-rata, dilaporkan penelitian ini, di pecahan uang Krone dari Denmark ditemukan sekitar 40.255 bakteri, sementara sebagian besar pecahan uang lain di Eropa mengandung sekitar 26.000 bakteri.

Mata uang terkotor kedua di Eropa adalah Franc Swiss, dengan 32.400 bakteri, diikuti Rubel Rusia, yang memiliki sekitar 30.000 bakteri.

Umumnya, uang baru keluar dari percetakan menyimpan sekitar 2.400 bakteri per pecahan uangnya.

Penelitian ini, menurut Prof Ian Thompson dari Universitas Oxford, ditujukan untuk membuktikan, pekerjaan yang  berkenaan langsung dengan uang adalah profesi yang berbahaya bagi kesehatan. Ia menekankan, tingginya jumlah bakteri yang ada di setiap pecahan uang sangat mungkin menyebabkan penularan penyakit.

Dari 15 negara yang diteliti, ada beberapa negara dengan level bakteri tertinggi per pecahannya, yakni; Krone (Denmark) sebanyak 40,255, Franc (Swiss) sebanyak 32.400, Rubel (Rusia) sebanyak 30.000, Zloty (Polandia) sebanyak 25.700, Poundsterling (Inggris) sebanyak 18.200, Krone (Norwegia) sebanyak 11.733, dan Euro sebanyak 11.066.

Sumber: News.com