Gerakan Nasional 1.000 Startup Digital Bangkitkan Ekonomi Kreatif Indonesia

Gerakan Nasional 1.000 Startup Digital Bangkitkan Ekonomi Kreatif Indonesia
Triawan Munaf, Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) yang berada di sebelah kiri saat hadir dalam Gerakan Nasional 1000 Startup Digital ( Foto: Istimewa / PR )
Imam Suhartadi / IS Kamis, 1 September 2016 | 01:00 WIB

Jakarta - Triawan Munaf, Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) menyerukan kepada pelaku startup dan peserta yang hadir di tahap Ignition ke-2 Gerakan Nasional 1000 Startup Digital untuk melihat tantangan terkait dengan 16 subsektor yang dibawahi oleh Bekraf.

Ke-16 subsektor tersebut diantaranya adalah bidang aplikasi dan game developer, arsitektur, desain interior, desain komunikasi visual, desain produk, fashion, film, animasi, dan video, fotografi, kriya, kuliner, musik, penerbitan, periklanan, seni pertunjukan, seni rupa, dan televisi dan radio.

“Ada 16 sektor dibawah sektor ekonomi kreatif selama ini masih auto pilot. Diharapkan anak muda, khususnya para calon Startup Founder, bisa melihat tantangan apa yang ada di 16 sektor ini. Kami mengharapkan perkawinan ekonomi dan budaya yang kita miliki akan semakin sering tercipta sehingga mampu melahirkan kekuatan ekonomi baru yang tidak saja bermuara pada kesejahteraan, namun juga menciptakan kekuatan ekonomi baru yang beridentitas Indonesia,” ujarnya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (31/8).

Triawan menambahkan, kekuatan ekonomi budaya daerah yang dikombinasikan dengan ranah digital akan menjadi potensi besar yang dapat memajukan Indonesia. Untuk mengeksplorasi potensi-potensi budaya menjadi kekuatan ekonomi baru yang dapat dioptimalkan dengan pendekatan berbasis teknologi, Triawan mengimbau kepada para pelaku startup untuk sering menggali cerita dan berdiskusi dengan pelaku seni di berbagai dareah di Indonesia, khususnya menggali elemen-elemen yang terkait dengan subsektor yang dibawahi Bekraf.

“Indonesia merupakan ladang yang sangat luas bagi para technopreneur untuk memulai usahanya dan berinovasi. Jika para technopreneur bisa melihat peluang-peluang yang ada di masyarakat dengan jeli dan kreatif, bukan hal yang mustahil bagi Indonesia untuk menjadi kekuatan ekonomi terbesar di Asia yang tidak hanya kuat dari sisi bisnis, namun juga kuat dari sisi karakter serta keunikannya,” tuturnya kembali.

Sementara itu, Direktur E-Business Kementerian Komunikasi dan Informatika RI, Azhar Hasyim, mengungkapkan, terciptanya 1000 Startup Digital yang lahir dari gerakan ini diharapkan mampu menjadi motor penggerak terwujudnya Indonesia sebagai kekuatan ekonomi digital terbesar di Asia melalui tercapainya target transaksi e-Dagang di tahun 2020 yang telah ditetapkan oleh pemerintah sebesar US$ 130 Miliar.

"Target terealisasinya transaksi e-Dagang yang telah ditetapkan oleh Pemerintah selain kami harapkan dapat terdukung oleh lahirnya technopreneur-technopreneur muda penuh terobosan baru di bidang layanan dan usaha dari Gerakan Nasional 1000 Startup Digital, juga kami harapkan muncul melalui UKM-UKM yang merambah ranah digital,” ujar Azhar Hasyim.

Optimisme pemerintah disambut positif oleh pelaku industri. Peter Shearer, CEO AR&Co, di hadapan 200 calon Startup Foundermengatakan, banyak perusahaan Indonesia dan tokoh-tokohnya yang berjaya di bidang teknologi. “Mulai saat ini juga hilangkan pemikiran untuk hanya menjadi penonton saja. Bangsa ini harus menjadi aktor jika ingin memenangkan kompetisi yang semakin ketat di era persaingan pasar bebas ini,” katanya.

Selain mendengarkan paparan dari pemerintah, di fase Ignition kedua ini juga dihadirkan para pakar di bidang usaha rintisan berbasis teknologi, seperti Andreas Sanjaya, CEO iGrow, Hengky Prihatna Country Industry Head Google, dan Yuka Harlanda, CEO Brodo. Mereka berbagi pengalaman, tips dan gagasan di lima sesi yang diselenggarakan, yaitu The Startup Journey, Think Like a Founder, Making Social Impact with Technology, 9 Notions of Innovation, dan How to Scale Your Startup.

Melalui kelima sesi tersebut diharapakan para calon startup founder teredukasi, termotivasi, serta memiliki wawasan yang memadai dan kesiapan diri untuk pengembangan startup yang akan dibangun.

 





Sumber: PR