Ini Tantangan Besar Industri E-Commerce di Indonesia

Ini Tantangan Besar Industri E-Commerce di Indonesia
Ilustrasi Belanja Online ( Foto: Istimewa )
Herman / WBP Selasa, 30 Januari 2018 | 15:14 WIB

Jakarta - Perkembangan industri e-commerce di Indonesia yang sangat pesat masih menghadapi sejumlah tantangan. Senior Content Marketer iPrice Group, Andrew Prasatya mengatakan, tantangan terbesarnya adalah penetrasi internet yang masih rendah. Saat ini jumlah pengguna internet aktif di Indonesia sekitar 81 juta, atau hanya 31 persen dari jumlah penduduk Indonesia. Selain penetrasi yang dinilai rendah, kecepatan internet juga jadi tantangan karena sangat memengaruhi pengalaman seseorang saat belanja online. Di Indonesia, rata-rata kecepatan internetnya 5,19 Mbps atau peringkat ke-75 dunia.

"Kecepatan internet di Indonesia secara general masih rendah, baru 5,19 Mbps. Untuk mengakses web e-commerce, tentunya jadi tantangan tersendiri. Sebab kalau terlalu lama untuk bisa diakses, biasanya akan ditinggalkan calon konsumen," kata Andrew Prasatya, di acara pemaparan hasil riset tentang e-commerce di Indonesia hasil kolaborasi iPrice dan Tech in Asia Indonesia, di Jakarta, Selasa (30/1).

Tantangan berikutnya adalah struktur topografi yang menantang. Selain Indonesia, negara lain yang mengalami hal serupa di kawasan Asia Tenggara adalah Filipina. Menurut Andrew, hal ini bisa membuat waktu pengiriman barang menjadi lebih lama.

Selanjutnya adalah masih rendahnya akses masyarakat Indonesia terhadap layanan perbankan. Padahal metode pembayaran belanja online lebih didorong kepada pembayaran online.

"Kepemilikan rekening bank ini berkolerasi dengan kemampuan seseorang ketika ingin membeli sesuatu di toko online. Makanya sampai saat ini masih banyak e-Commerce yang menawarkan metode pembayaran CoD (cash on delivery), padahal cara ini kurang efektif dan efisien," ujar Andrew.



Sumber: BeritaSatu.com