Hoax Makin Marak, BSSN Minta Penyedia Platform Medsos Bertindak

Hoax Makin Marak, BSSN Minta Penyedia Platform Medsos Bertindak
Kampanye anti-"hoax". ( Foto: Antara )
Herman / FER Jumat, 15 Maret 2019 | 14:38 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Menanggapi maraknya peredaran berita hoax serta ujaran kebencian di media sosial (medsos), Sekretaris Utama Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Syahrul Mubarak, meminta penyedia platform medsos untuk ikut bertanggung jawab terhadap hal tersebut.

Dikatakan Syahrul, sedikit banyak ketegangan di antara bangsa Indonesia terus menguat, berbagai benih konflik terus terlahir yang kini telah sampai pada tataran mengancam stabilitas keamanan nasional. Karena itu, respon cepat dan konkret dari penyedia platform sangat dibutuhkan untuk dapat meminimalisir dampak negatif yang ditimbulkan.

"Penyedia platform media sosial tidak boleh berpangku tangan menghadapi masalah serius tersebut. Pembiaran masalah ini akan menyebabkan ruang siber menjadi tidak ramah, bahkan dampak Iebih jauhnya tidak hanya menyebabkan bangsa Indonesia kehilangan jati dirinya sebagai bangsa yang santun dan terkenal dalam menjunjung tinggi keberagaman, namun dapat menyebabkan perpecahan," kata Syahrul Mubarak usai mengadakan pertemuan tertutup dengan perwakilan Twitter Indonesia, di Jakarta, Jumat (15/3/2019).

Syahrul menegaskan, BSSN tidak bisa mentolerir terus memanasnya ketegangan dan terlahirnya benih konfiik tersebut yang kini terasa terus menguat, yang bahkan bisa benar-benar menjadi konflik terbuka di kehidupan nyata masyarakat.

Penyedia platform medsos di Indonesia dituntut tidak hanya memetik buah manis keuntungan dari banyaknya pengguna, namun juga harus turut berpartisipasi dalam menjaga ekosistem di dalamnya.

"Penyedia platform medsos harus lebih serius membuktikan aksinya sebagai bentuk pertanggungjawaban moral terhadap bangsa Indonesia sebagai pengguna. Penyedia platform juga harus dapat memberikan langkah konkret dan responsif untuk menangani dan mengeliminasi penyebaran konten negatif, hoax, dan ujaran kebencian,” tegas Syahrul.

Terkait dengan hai tersebut, salah satu hal yang dapat dilakukan oleh penyedia platform adalah bekerjasama dan bermitra dengan pemerintah, dalam hal Ini BSSN. Penyedia platform medsos diharapkan dapat berkoordinasi aktif dengan BSSN terkait upaya membendung penyebaran kontan negatif, salah satunya melalui penindakan terhadap akun-akun penebar ujaran kebencian dan hoax.

"Penyedia platform medsos juga harus mau menyesuaikan diri dengan nilai luhur bangsa indonesia dan mentaati peraturan yang berlaku di Indonesia," kata Syahrul.



Sumber: BeritaSatu.com