Kaspersky Lab Sebut Serangan Mobile Malware Meningkat

Kaspersky Lab Sebut Serangan Mobile Malware Meningkat
Ilustrasi malware (istimewa)
Herman / FER Jumat, 15 Maret 2019 | 14:48 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Peneliti Kaspersky Lab menemukan adanya peningkatan serangan malware pada perangkat mobile, bahkan hampir mencapai dua kali lipat. Pada 2018, jumlah serangannya mencapai 116,5 juta, meningkat dibandingkan 2017 yang mencapai 66,4 juta. Temuan ini termuat dalam laporan Kaspersky Lab, Evolusi Mobile Malware 2018.

Pada 2018, jumlah pengguna yang diserang mencapai 9.895.774. Di antara keseluruhan ancaman yang ada, pertumbuhan paling signifikan adalah serangan dengan menggunakan Trojan-Droppers, yang meningkat hampir dua kali lipat dari 8,63 persen menjadi17,21 persen.

Laporan Kaspersky Lab juga mengungkapkan bahwa Indonesia berada di peringkat ke-6 di antara negara-negara dengan jumlah pengguna seluler terbanyak yang diserang mobile malware, yaitu sebesar 34,84 persen, atau setara dengan tiga dari sepuluh pengguna seluler di Indonesia.

"Pelaku kejahatan siber tidak akan pernah berhenti untuk memburu uang dan data berharga. Saat ini, ponsel pintar berisiko untuk terkena ancaman tersebut seiring hadirnya inovasi dalam teknologi seperti pembayaran digital. Data dalam laporan terbaru kami membuktikan bahwa ancaman tersebut nyata adanya di negara ini, sehingga sudah sepatutnya bagi masyarakat Indonesia untuk memiliki perhatian lebih terhadap pengetahuan ancaman siber yang lebih baik," kata General Manager di Kaspersky Lab SEA, Yeo Siang Tiong, melalui keterangan resmi yang diterima Beritasatu.com, Jumat (15/3/2019).

Selain menggunakan solusi keamanan untuk perlindungan komprehensif dari berbagai ancaman, pakar keamanan Kaspersky Lab menyarankan beberapa hal berikut untuk melindungi perangkat mobile dari serangan malware.

1. Hanya memasang aplikasi mobile yang diperoleh dari situs penjualan resmi, seperti Google Play di perangkat Android atau App Store di iOS.

2. Memblokir instalasi program dari sumber yang tidak dikenal pada pengaturan ponsel.

3. Jangan melewati isian persyaratan dan persetujuan pada perangkat, karena ini dapat memberikan kesempatan bagi para pelaku kejahatan siber untuk melakukan serangan mereka secara bebas.

4. Instal pembaruan sistem dan aplikasi segera setelah pilihan tersebut tersedia. Pembaruan dapat menghindari kerentanan dan menjaga perangkat terlindungi.



Sumber: BeritaSatu.com