Pengamat: Tarif Baru Ojek Online Sudah Ideal

Pengamat: Tarif Baru Ojek Online Sudah Ideal
Ilustrasi ojek daring. ( Foto: Antara )
Herman / YUD Senin, 13 Mei 2019 | 20:15 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pengamat transportasi yang juga Ketua Bidang Advokasi Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), Darmaningtyas menilai, tarif baru ojek online yang berlaku sejak 1 Mei 2019 berdasarkan Keputusan Menteri Perhubungan (Kepmenhub) Nomor 348/2019 sudah ideal.

Menurut Darmaningtyas, tarif yang diberlakukan sekarang sudah berada di tengah-tengah, antara melindungi pengemudi dan juga melindungi penumpang.

"Jika tarif terlalu murah, yang senang hanya penumpang. Tetapi jika terlalu mahal, penumpang tidak senang dan hanya pengemudi serta pemilik aplikasi yang diuntungkan," kata Darmaningtyas melalui keterangan resmi yang diterima Beritasatu.com, Senin (13/5/2019).

Dikatakan Darma, tarif yang diberlakukan oleh Kemhub saat ini juga terbilang lebih murah jika dibandingkan dengan tarif ojek online ketika pertama kali layanan ini muncul, yaitu Rp 4.000 per kilometer. Tetapi kemudian tarif tersebut terlihat murah karena pemilik aplikasi menurunkan tarif semurah-murahnya dengan berbagai macam promo dan perang tarif.

Sementara itu, Ketua Presidium Nasional Gabungan Aksi Roda Dua (Garda) Indonesia, Igun Wicaksono menganggap melalui pemberlakuan tarif tersebut, pemerintah sudah memerhatikan kepentingan para pengemudi ojek online, meskipun tarif tersebut masih belum sesuai dengan harapan.

"Setidaknya pemerintah sudah memperahatikan nasib ojek online. Setelah evaluasi selama tiga bulan, kami harapkan ada peningkatan lagi secara bertahap," ungkapnya.

Terkait promo tarif murah yang kerap dilakukan oleh penyedia aplikasi, menurut Igun hal tersebut tidak menjadi masalah selama tarif yang diberlakukan sesuai dengan aturan. Igun juga berpendapat bahwa promo yang dilakukan tersebut memiliki dampak yang positif bagi penumpang, dan pengemudi pun tidak dikenakan potongan dengan adanya promo tersebut.



Sumber: BeritaSatu.com