2018, Google Raup US$ 4,7 Miliar dari Perusahaan Media

2018, Google Raup US$ 4,7 Miliar dari Perusahaan Media
Ilustrasi Google ( Foto: AFP / LOIC VENANCE )
Unggul Wirawan / WIR Selasa, 11 Juni 2019 | 08:01 WIB

California, Beritasatu.com- Studi News Media Alliance menyatakan Google memperoleh US$ 4,7 miliar (sekitar Rp 67 miliar) dari perusahaan media daring pada tahun 2018. Sayang hal ini tidak berdampak pada nasib para jurnalis.

Seperti dilaporkan RT, Senin (10/6), laporan studi penelitian itu juga menyebutkan seluruh industri berita Amerika Serikat (AS) menghasilkan US$ 5,1 miliar (sekitar Rp 72,8 miliar) gabungan dari seluruh iklan digital.

News Media Alliance mengungkap sejauh mana raksasa teknologi Google mendapat untung dari kerja jurnalis web dan organisasi berita digital dengan memonetisasi pencarian Google dan Google News.

Menurut penelitian, sekitar 40% dari klik pada permintaan tren Google terkait dengan berita, yang semuanya dimonetisasi.

"Mereka (Google, Red) menghasilkan uang dari pengaturan ini. Jurnalis dan pembuat konten pantas mendapatkan bagian dari uang itu, "dan perlu ada hasil yang lebih baik untuk penerbit berita," kata Presiden dan CEO dari Aliansi Media Berita David Chavern.

Di sisi lain, Google tidak membayar untuk konten tetapi menghasilkan klik lalu lintas web, dan dengan demikian menghasilkan pendapatan. Google berbagi tajuk berita dan ringkasan berita dari berbagai outlet secara verbatim.

Selain itu, angka US$ 4,7 miliar adalah perkiraan konservatif karena analisis tidak memperhitungkan data pengguna pribadi yang dikumpulkan oleh Alphabet, perusahaan induk Google, yang dapat dimonetisasi lebih lanjut.

Rincian dari laporan tersebut menghasilkan penerimaan yang sangat beragam di antara jurnalis dan pekerja media yang secara khusus menarik perhatian pada pendapatan yang dibangun oleh Google. Sementara outlet berita semakin banyak memberhentikan staf.

Menurut Proyek Save Journalism yang baru diluncurkan sekitar 2.400 wartawan telah diberhentikan di AS sejauh ini pada tahun 2019. Sementara 32.000 wartawan telah kehilangan pekerjaan mereka dalam 10 tahun terakhir.

Proyek Save Journalism memperkirakan 63% dari pendapatan iklan digital dikendalikan oleh Google dan Facebook, sisanya berada di bawah naungan Amazon, Twitter, dan Microsoft.



Sumber: Suara Pembaruan