Enam Tip ESET untuk Hindari Pembobolan Data

Enam Tip ESET untuk Hindari Pembobolan Data
Ilustrasi serangan siber. ( Foto: Safety4sea / Dokumentasi )
Unggul Wirawan / WIR Jumat, 21 Juni 2019 | 22:06 WIB

Jakarta, Beritasatu.com- Banyak orang tidak menyadari penyebab kebobolan data terjadi. Meskipun mengetahui asal serangan siber, orang tetap kerap melakukan aktivitas daring yang rentan. Bagaimanapun, pengetahuan adalah kekuatan dalam hal keamanan siber.

Untuk menghindari diri menjadi korban dari pembobolan data, berikut enam tip dari ESET Indonesia untuk para pengguna internet.

Pertama, hindari mengklik tautan atau lampiran sembarangan. Penjahat siber selalu berupaya menipu dengam membuat tautan yang mirip dengan bank, operator telekomunikasi, perusahaan listrik atau gas, layanan pajak dan organisasi sah lainnya.

Kedua, gunakan kata sandi yang unik dan kompleks dengan kombinasi huruf, angka, dan simbol huruf besar dan kecil. Pasalnya, kata sandi adalah kunci menuju privasi digital Anda,dan jangan gunakan kata sandi yang sama di seluruh akun Anda. Untuk memperkuatnya, gunakan otentikasi dua faktor sebagai lapisan pertahanan tambahan.

Ketiga, lakukan data back-up. Cadangkan data, jika komputer Anda terinfeksi ransomware, malware, atau crash, satu-satunya cara untuk memastikan mengembalikan data Anda yang hilang adalah dengan mencadangkannya dan melakukannya secara teratur. Ini juga berarti bahwa jika Anda salah menaruh data atau menghapus sesuatu secara tidak sengaja, itu selalu dapat dipulihkan.

Keempat, pastikan menggunakan solusi keamanan yang kuat, terkini dan ringan digunakan. Saat ini, ancaman daring menjadi semakin canggih dan penjahat siber akan selalu mengikuti pola tren sosial apa pun untuk menyebarkan malware.

Kelima, pastikan semua perangkat lunak di PC tetap mutakhir dengan selalu melakukan update atau pembaruan dan patch terbaru, dengan menjaga agar perangkat lunak tetap mutakhir, kerentanan potensial termasuk zero-day dapat ditambal, sehingga dapat menghentikan penjahat siber dan peretas melakukan kejahatan.

Keenam,lakukan verifikasi situs web tempat Anda aman - sebelum memasukkan detail pembayaran ke situs web mana pun, periksa apakah URL dimulai dengan https. Jika situs tersebut memiliki kesalahan ketik yang jelas, atau tidak ada bukti dari informasi keamanan atau simbol yang dikenali, hindari. Jika ragu, klik tanda centang VeriSign untuk memverifikasi identitas situs.



Sumber: Suara Pembaruan