Ajang Internasional PostgreSQL Asia Akan Digelar di Bali

Ajang Internasional PostgreSQL Asia Akan Digelar di Bali
Seminar PostgreSQL Rocks Indonesia yang diselenggarakan oleh Universitas Gunadarma, APTIKOM dan Equnix
Feriawan Hidayat / FER Sabtu, 22 Juni 2019 | 22:55 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Indonesia mendapat kehormatan untuk menjadi tuan rumah perhelatan PGConf.ASIA 2019, ajang tahunan konferensi internasional yang mempertemukan para pengguna, pengembang, dan para ahli PostgreSQL. Ajang tingkat dunia ini, rencananya akan digelar di Bali pada tanggal 9 September hingga 12 September 2019 mendatang.

Perhelatan PGConf.ASIA 2019 sendiri akan mengangkat tema "Saat bisnis bertemu Hacker" dengan menyuguhkan pemaparan tentang seluruh aspek PostgreSQL, sekaigus membahas tentang beragam solusi bisnis terkait finansial dengan menggunakan PostgreSQL.

PGConf.ASIA 2019 akan menghadirkan para pembicara dari seluruh dunia untuk saling berbagi pengalaman kepada para peserta konferensi. Beberapa diantara yang telah menyatakan kesediaannya untuk menghadiri PGConf.ASIA 2019 adalah Bruce Momjian yang merupakan Core Developer dari PGDG; Hitoshi HEMMI, PhD dari NTT Japan; KIM Sangwook, Ph.D; Kohei KaiGai pencipta Komputasi GPU untuk PostgreSQL (PG-Storm); Amit LANGOTE dari NTT Japan; Julien ROUHAUD dari VMWare; Taiki KONDO dari NEC Japan; Gilles DAROLD dari LzLabs France; Arul SHAJI dari Atlassian, dan beberapa pembicara lainnya.

"Terselenggaranya Konferensi Postgres terbesar di Asia ini merupakan bentuk kepercayaan dunia Open Source terhadap Indonesia," ujar CEO Equnix Business Solutions Pte Ltd, Julyanto Sutandang, dalam keterangan pers yang diterima Beritasatu.com, Sabtu (22/6/2019).

Julyanto mengatakan, salah satu topik yang sangat menarik dari PGConf.Asia kali ini adalah, Apphosa membawa suatu terobosan besar dalam peningkatan kinerja sehingga PostgreSQL dapat bekerja 350 persen sampai dengan 600 persen lebih cepat daripada sistem yang menggunakan hanya NVMe.

"Hal ini suatu terobosan yang sangat besar, kita dapat menyelamatkan anggaran lebih dari tiga kali lipat. Terobosan ini dimungkinkan dari riset Sistem Operasi, Antrian sistem file, dan optimisasi thread dari tim Apphosa, Korea. Hal ini merupakan sebuah penemuan yang sangat brilian," papar Julyanto.

Menurut Julyanto, dipilihnya Indonesia sebagai tuan rumah perhelatan PGConf.ASIA 2019, menunjukkan perkembangan serta popularitas PostgreSQL di tanah air telah mengalami pertumbuhan yang pesat. Perusahaan perbankan, telekomunikasi, ritel modern, dan instansi pemerintah telah menggunakan sistem database PostgreSQL.

"Masyarakat bisnis Indonesia telah siap mengadopsi PostgreSQL dengan lebih mendalam. Indonesia membutuhkan open source untuk memperkuat perekonomian, menghemat biaya, dan menjamin integritas data serta keamanan. Perlu adanya dukungan semua pihak terutama kalangan enterprise dan pemerintah," kata Julyanto Sutandang.

Julyanto menambahkan, terselenggaranya PGConf.ASIA 2019 juga berkontribusi terhadap industri Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE) yang merupakan salah satu sektor pariwisata yang menjadi fokus pemerintah.  Menurut data International Congress & Convention Association (ICCA) 2018, peserta atau wisatawan MICE memiliki kemampuan berbelanja sekitar 7 kali lipat dari kemampuan wisatawan biasa.

"Dengan demikian, tentunya diperlukan dukungan berbagai pihak, termasuk pemerintah agar perhelatan internasional ini bisa terselenggara dengan baik dan sukses, demi kemajuan perkembangan PostgreSQL di Indonesia," pungkas Julyanto Sutandang.

 



Sumber: BeritaSatu.com