Grab Perluas Layanan untuk Mitra Pengemudi Tuli

Grab Perluas Layanan untuk Mitra Pengemudi Tuli
(Dari kiri ke kanan) Managing Director Grab Indonesia Neneng Goenadi, Group CEO & Co-Founder Grab Anthony Tan, Menteri Keuangan Sri Mulyani, dan Co-Founder Grab Hooi Ling Tan, di acara peluncuran program Grab for Good, di Jakarta, Selasa (24/9/2019) ( Foto: Herman / Herman )
Herman / MPA Selasa, 3 Desember 2019 | 16:54 WIB

 

Jakarta, Beritasatu.Com - Grab Indonesia memperkenalkan inisiatif baru di bawah program "Mendobrak Sunyi" yang telah diluncurkan pada September Ialu. Kali ini Grab telah menambahkan teks terjemahan (subtitles) pada materi video pendaftaran dan pelatihan bagi mitra pengemudi tuli, serta melatih tim layanan pelanggan Grab dengan kemampuan Bahasa Isyarat Indonesia (Bisindo) dasar untuk membantu mitra pengemudi Tuli selama proses tersebut.

Sebelumnya, berbagai inisiatif yang telah dihadirkan di bawah program "Mendobrak Sunyi" seperti notifikasi otomatis khusus bagi pelanggan yang memberitahukan tentang kondisi mitra pengemudi tuli, fitur live chat khusus untuk mitra pengemudi tuli mendapat bantuan langsung, serta kartu komunikasi khusus di dalam mobil atau motor.

Managing Director Grab Indonesia, Neneng Goenadi menyampaikan, inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen GrabforGood untuk membuat platform Grab lebih inklusif dan dapat diakses oleh semua orang.

"Grab percaya bahwa setiap orang harus memiliki akses yang sama untuk mendapatkan peluang, terlepas dari Iatar belakang atau kemampuan mereka," kata Neneng Goenadi, di acara perkenalan inisiatif baru di bawah program "Mendobrak Sunyi", di Jakarta, Selasa (3/12/2019).

Neneng menambahkan, Grab juga terus meningkatkan kapasitas GrabKios untuk bisa merangkul Iebih banyak Iagi mitra dari komunitas disabilitas agar memiliki peluang penghasilan tambahan. GrabKios adalah warung digital, yang ditujukan untuk membantu pelanggan melakukan isi ulang pulsa, mengirim uang, menabung emas, membeli bahan makanan dalam jumlah besar dan masih banyak Iagi, di mana seluruhnya bisa dilakukan melalui ponsel pintar.

"Setelah meluncurkan program Mendobrak Sunyi September Ialu, kami juga ingin melayani komunitas disabilitas lain, selain komunitas teman Tuli. Hal ini telah membuka mata kami pada kenyataan pahit bahwa terdapat banyak tantangan yang nyata bagi para penyandang disabilitas di Indonesia, untuk mencari peluang mendapatkan penghasilan. Dan tentu saja hal ini bukan disebabkan oleh kurangnya upaya atau keinginan mereka untuk menciptakan masa depan yang Iebih baik untuk diri mereka sendiri dan keluarga mereka," kata Neneng.

Grab juga menjalin kerja sama dengan Jangkau, sebuah platform online nirlaba yang mengumpulkan dana untuk membantu memenuhi kebutuhan aksesibilitas manula dan anak-anak yang memerlukan.

Neneng menjelaskan, melalui kerja sama ini, pengguna Grab dapat menukarkan poin GrabRewards mereka dan menyumbang ke Jangkau untuk membantu membeli kursi roda, tongkat, dan perangkat aksesibilitas Iainnya. Mereka dapat menyumbangkan Rp 5.000 untuk setiap 200 poin GrabRewards yang ditukarkan dan Rp 10.000 untuk setiap 400 poin GrabRewards yang ditukarkan.



Sumber: Suara Pembaruan