Lima Tips Pintar Agar Koneksi Internet Tetap Stabil

Lima Tips Pintar Agar Koneksi Internet Tetap Stabil
Perangkat Router Internet. (Foto: Beritasatu Photo / Dok. TP Link)
Indah Handayani / FER Senin, 29 Juni 2020 | 17:48 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Penyebab internet lambat atau lemot itu tidak tunggal tapi banyak faktor, mulai dari infrastruktur internet, interferensi jaringan, penggunaan data, traffic yang tinggi, faktor pemilihan perangkat dan kerusakan perangkat, adanya faktor pengganggu di dalam ruangan dan lainnya.

Baca Juga: Ini yang Harus Diperhatikan untuk Mengoptimalkan SEO

Dalam beberapa kasus seperti adanya interferensi signal wireless memang butuh restart. Namun, lambatnya kecepatan akses sebenarnya dipicu oleh faktor lain, sehingga trik seperti itu kurang membawa dampak yang berarti.

Selain itu, ternyata masih banyak yang menganggap perangkat jaringan adalah satu kesatuan dengan layanan internet atau layanan internet service provider (ISP). Padahal, perangkat jaringan dan layanan internet merupakan dua hal yang berbeda namun melengkapi dan mendukung satu sama lain.

Jadi peran penting dari perusahaan penyedia perangkat jaringan, seperti TP-Link Indonesia, adalah dalam hal penyediaan komponen perangkat jaringan yang handal dengan dukungan teknologi, spesifikasi dan fitur yang mendukung layanan internet. Berikut, sejumlah tips dalam memilih router yang tepat agar koneksi internet selama aktivitas work from home (WFH) tetap lancar dan stabil.

Baca Juga: Telkomsel Perluas Cakupan Layanan VoLTE

Pertama, agar penggunaannya mencukupi, perhitungkan jumlah bandwidth yang tersedia dengan jumlah perangkat yang akan menggunakan bandwidth tersebut.

Rendahnya kecepatan akses internet dari ISP yang tidak sebanding dengan jumlah perangkat yang terhubung. Sebagai contoh, penggunaan paket internet 10 mbps yang dibagi untuk 10 perangkat dimana secara teori setiap perangkat akan mendapatkan kecepatan internet sebesar 1 Mbps.

Jika kecepatan akses internet tidak lebih dari 50 Mbps maka user dapat menggunakan perangkat yang memiliki port WAN dengan rating fast ethernet (100 Mbps). Namun, jika kecepatan akses internet user sudah berada di atas nilai tersebut, maka sebaiknya menggunakan perangkat yang memiliki port WAN dengan rating gigabit etherent (1000 Mbps). Hal ini penting untuk memastikan tidak terjadi bottleneck yang mengakibatkan tidak optimalnya penyaluran bandwidth dari ISP ke gateway.

Baca Juga: Penyiaran via Internet Harus Taat Aturan

Kedua, penggunaan perangkat jaringan yang tidak sesuai karena tidak memperhatikan kebutuhan dasar pengguna. Contohnya, penggunaan router entry level untuk kegiatan bisnis atau perkantoran yang sudah tentu jumlah perangkat yang tersambung akan jauh lebih banyak melebihi spesifikasi hardware perangkat tersebut.

Ketiga, pilih perangkat router yang mendukung dual band 2.4 GHz dan 5GHz agar performa lebih maksimal. Rata-rata router TP-Link memiliki kemampuan band steering otomatis yang membagi perangkat sesuai dengan band-nya secara otomatis. Hal ini akan mempengaruhi performa mengingat sekarang juga sudah banyak perangkat yang mendukung dual band.

Keempat, pelajari topologi penempatan router yang optimal. Pasalnya, bahan-bahan di kantor seperti aluminium termasuk letak router bisa memengaruhi kinerja router.

Baca Juga: Aplikasi Terbaru dari Facebook Tawarkan Internet Gratis

Pasalnya, wireless dipancarkan melalui gelombang elektromagnetik melalui udara maka halangan fisik dengan tingkat densitas tertentu akan melemahkan tingkat kekuatan signal sehingga faktor peletakan perangkat harus diperhatikan.

Rules dasarnya adalah memastikan perangakat diletakan di tengah ruangan dengan posisi berada pada ketinggian yang cukup agar tercipta kondisi line of sight antara pemancar dengan perangkat penerima tanpa ada halangan fisik.

Kelima, acuan dalam memilih router adalah aktivitas internet bukan jumlah user-nya. Untuk aktivitas online ringan seperti browsing, bermain sosial media, download dan chatting dapat menggunakan router entry level seperti TL-WR840N.

Namun, jika kebutuhan online seperti online gaming dan streaming yang tersambung sudah berada diatas nilai 10 hingga maksimal 20, maka disarankan untuk menggunakan perangkat router mid-high yang memiliki kemampuan dual band seperti produk Archer/Deco.



Sumber: BeritaSatu.com