FTUI Resmikan Rumah Masa Depan Dual Power

FTUI Resmikan Rumah Masa Depan Dual Power
Rumah bernama Sofwan House TREC FTUI ini menerapkan teknologi pembangkit listrik yang berasal dari teknologi fuel cell (sel bahan bakar) dan solar cell (panel surya). ( Foto: Suara Pembaruan / Bhakti Hariani )
Bhakti Hariani / FMB Jumat, 26 Oktober 2018 | 10:14 WIB

Depok - Tropical Renewable Energy Center Fakultas Teknik Universitas Indonesia (TREC FTUI) meluncurkan sebuah model rumah masa depan yang mengusung teknologi listrik dual power pertama di Indonesia.

Rumah bernama Sofwan House TREC FTUI ini menerapkan teknologi pembangkit listrik yang berasal dari teknologi fuel cell (sel bahan bakar) dan solar cell (panel surya). Sofwan House TREC FTUI juga akan menjadi laboratorium riset inovasi energi terbarukan yang ramah lingkungan.

Dekan FTUI Hendri D.S. Budiono, dan Sofwan Alfarisi yang merupakan donatur utama Sofwan House yang juga Alumni Fakultas Teknik UI 1988 bersama-sama meresmikan Sofwan House pada Kamis (25/10) di FTUI, Kota Depok, Jawa Barat.

Sofwan House TREC FTUI mengusung sebuah teknologi yang belum ada di pasaran, yaitu Teknologi DCON. Teknologi ini memungkinkan sebuah rumah menggunakan dua sumber listrik yaitu AC dan DC. Konsep ini disebut dual power.

Ide konsep dan istilah ini dicetuskan pertama kali oleh para peneliti TREC FTUI, dengan harapan menghadirkan listrik yang ramah lingkungan dan handal untuk peralatan di rumah tangga dan perkantoran.

Direktur TREC FTUI Eko Adhi Setiawan menuturkan, rumah yang terbuat dari kontainer ini dirancang sedemikian rupa agar kebutuhan listriknya dapat dipenuhi sendiri, dan listrik dari PLN hanya digunakan sebagai cadangan saja.

"Listrik yang dihasilkan berasal teknologi fuel cell dan solar cell yang kemudian disimpan dalam baterai, untuk kemudian disebut dengan istilah dual cells. Listrik keluaran alat ini mampu menyalakan berbagai peralatan listrik rumah tangga," papar Eko.

Perangkat ini, lanjut dia, berkapasitas 2500 sampai 4000 watt di mana dapat digunakan untuk 1-3 rumah di perkotaan.

Sementara itu, Dekan FTUI Hendri D.S. Budiono mengungkapkan bahwa FTUI meluncurkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat. Kali ini melalui teknologi DCON yang dikembangkan TREC.

Diungkap Hendri, listrik DC terbukti lebih stabil dan dapat dibangkitkan langsung oleh panel surya yang dapat dipasang di atap rumah, sehingga tidak terjadi perubahan konversi energi listrik dari DC ke AC yang menggunakan inverter yang sudah umum digunakan.

"Alat DCON ini belum ada di pasaran, oleh karena itu hasil penelitian ini ke depannya akan menjadi teknologi alternatif pagi para pengguna energi terbarukan agar sistem kelistrikannya menjadi lebih efisien dan lebih terjangkau harganya," papar Hendri.

Diharapkan model rumah masa depan berikut dengan teknologinya mampu menjadi terobosan teknologi di Indonesia, sehingga ke depannya dapat lebih mengoptimalkan penggunaan listrik dari energi terbarukan, seperti panel surya dan turbin angin.