Envy Tech Gandeng RGS Kembangkan Aplikasi KO-IN

Envy Tech Gandeng RGS Kembangkan Aplikasi KO-IN
PT Envy Technologies Indonesia mengembangkan aplikasi untuk digitalisasi toko ritel tradisional dengan nama KOIN, di Jakarta, Kamis (6/12). ( Foto: Beritasatu Photo / Feriawan Hidayat )
Feriawan Hidayat / FER Kamis, 6 Desember 2018 | 21:49 WIB

Jakarta - PT Envy Technologies Indonesia (Envy Tech) bersama PT Ritel Global Solusi (RGS) mengembangkan aplikasi KO-IN (Toko Indonesia).

"Kehadiran mobile Apps dengan brand digitalisasi toko ritel tradisional dan produk-produk UMKM bernama KO-IN (Toko Indonesia) ini, bertujuan memberikan solusi digitalisasi di bisnis ritel dan menyediakan marketplace bagi UMKM di Indonesia," kata Chief Executive Officer (CEO) PT Envy Technologies Indonesia, Mohd Sopiyan Mohd Rashdi, di Jakarta, Kamis (6/12).

Aplikasi KO-IN

Baca Juga: Envy Technologies Kenalkan Pembayaran Digital Syariah

Mohd Sopiyan Mohd Rashdi mengatakan, Indonesia dengan penduduk sebesar 252 juta jiwa, dimana 50 persen di antaranya merupakan usia produktif, merupakan pasar yang paling potensial di Asia Tenggara.

"Selain itu, sekitar 57 juta usaha di Indonesia merupakan UMKM. Angka ini merupakan potensi yang sangat besar dan jika dikelola dengan baik maka akan memberikan kontribusi positif bagi perekonomian Indonesia," jelasnya.

Sementara itu, Chief Executive Officer (CEO) KO-IN, Devi Erna Rachmawati, menambahkan, saat ini masyarakat kurang berminat berbelanja di warung tradisional karena beberapa faktor, seperti harganya tidak kompetitif, produk tidak lengkap, serta kurang mendukung kenyamanan konsumen.

"Tujuan utama pendirian KO-IN adalah untuk meningkatkan penjualan toko tradisional melalui aplikasi mobile dengan membangun jaringan pemasaran melalui kegiatan digitalisasi toko ritel dan para pelaku UMKM sehingga mendorong penguatan ekonomi mikro di Indonesia," jelasnya.

Devi menambahkan, saat ini KO-IN telah memiliki beberapa layanan seperti, KO-IN (untuk berbelanja keperluan sehari-hari atau fast moving consumer goods/FMCG), KO-UMKM (untuk berbelanja produk-produk UMKM), KO-Pulsa (untuk pembelian pulsa elektronik), dan KO-Bills (pembayaran PLN, PAM, BPJS Kesehatan dan lain-lain).

Selain itu, juga ada layanan KO-Travel (pembelian tiket pesawat, hotel, kereta api, kapal laut, bus, travel umrah, dan lain-lain), KO-Fresh (membeli sayuran, daging, frozen food, dan lain-lain) serta KO-Food (food and beverages). Adapun untuk tahap berikutnya, akan dikembangkan layanan aplikasi KO-Gold and KO-Money Changer bekerjasama dengan I Bank.

"Melalui KO-IN akan memudahkan konsumen untuk berbelanja di toko atau warung-warung sekitar lokasi konsumen dengan biaya pesanan layanan antar hanya Rp 2.500," tambah Devi.

Chief Operating Officer KO-IN, Tias Brian, menambahkan, aplikasi KO-IN akan dirilis ke publik untuk pertama kalinya di area Depok, tepatnya di Kecamatan Sukmajaya, pada hari Minggu tanggal 9 Desember 2018, di Grand Depok City.

"Dalam peluncuran ini akan ada Fun Run dan Bazar UMKM bersama KO-IN yang akan dihadiri oleh perwakilan dari Kementerian Koperasi dan UMKM, Walikota Depok, Dinas UMKM Kota Depok dan seluruh partner, sponsor dari prinsipal produk-produk FMCG dan para pelaku UMKM di Kota Depok," pungkas Tias.

 



Sumber: BeritaSatu.com
CLOSE