Platform Mobisaria Dorong Digitalisasi Komunitas Pedesaan

Platform Mobisaria Dorong Digitalisasi Komunitas Pedesaan
Founder dan Direktur Mobisaria, Dadang Geminar (kiri), bersama Founder dan Bisnis Development dan Marketing Direktur Mobisaria, Rahmat Susanta, sedang memberi keterangan pers usai penandatanganan MoU dengan Telkomsel, di Telkomsel Smart Office, Jakarta, Jumat (21/12). ( Foto: Beritasatu Photo )
Feriawan Hidayat / FER Jumat, 21 Desember 2018 | 23:25 WIB

Jakarta - Mobisaria menjalin sinergi dengan Telkomsel dalam mendorong digitalisasi komunitas pedesaan, lewat platform berbasis syariah. Platform Mobisaria sendiri menghubungkan komunitas-komunitas yang ada di pedesaan seperti pesantren, BMT (Baitul Mal wat Tamwil) petani, pengrajin, UKM dan lain-lain.

Founder dan Direktur Mobisaria, Dadang Geminar, mengatakan, pihaknya mengembangkan empat platform digital dalam rangka pemberdayaan komunitas pedesaan yaitu e-wallet, micro finance, e-commerce dan business solution.

"Dari berbagai komunitas di atas, yang akan menjadi tulang punggung platform Mobisaria adalah pesantren dan BMT," kata Dadang, usai penandatanganan MoU dengan Telkomsel, di Telkomsel Smart Office, Jakarta, Jumat (21/12).

Dadang mengatakan, BMT adalah koperasi berbasis syariah yang pengelolaan dananya bersifat komersial maupun sosial. BMT menganut asas syariah yang mengharamkan bunga namun bersifat gotong royong dan kebersamaan antar anggota. Kerja sama dengan BMT ini dilakukan melalui Pinbuk (Pusat Inkubator Usaha Kecil) yang selama bertahun-tahun telah membantu membentuk dan mengembangkan banyak BMT di Indonesia.

"Kami sudah bekerja sama dengan beberapa Pesantren dan BMT di Indonesia. Kami bekerja sama dengan Telkomsel karena sebagai salah satu infrastruktur digital terbesar di Indonesia, mereka punya anak perusahaan yang bernama TCash," tambahnya.

Founder dan Business Development & Marketing Direktur Mobisaria, Rahmat Susanta, menjelaskan, platform Mobisaria dibangun berangkat dari concern pada masyarakat pedesaan

"Kawasan pedesaan secara growth sudah mulai meningkat dan pemerintah sekarang sedang fokus membangun desa. Jadi, kita melihat desa secara ekonomi cukup potensial. Kita lihat problemnya orang desa apa, mereka tidak memiliki akses kepada keuangan dan akses pasar, namun mereka punya kualitas barang bagus," jelasnya.

Rahmat menambahkan, melalui platform ini pihaknya ingin menyatukan kekuatan di pedesaan, baik dari sisi produk maupun finansial. "Mengapa kita gandeng TCash? Mereka sudah punya infrastruktur dan menjangkau seluruh pelosok Indonesia," imbuhnya.

Rahmat menambahkan, nantinya TCash akan berfungsi sebagai payment gateway dari lalu lintas transaksi yang ada di platform Mobisaria. Terlebih, potensi pasar Mobisaria sangatlah besar, karena satu BMT bisa memiliki 10.000 hingga 20.000 anggota.

"Target kami, semua BMT di Indonesia akan terintgrasi dengan platform Mobisaria. Jika semua terhubung dengan Mobisaria, bisa mencakup sekitar 30 juta anggota. Angka itu belum lagi menghitung anggota dari kalangan pesantren," tandasnya.



Sumber: BeritaSatu.com