Kemkominfo dan Qlue Dorong Literasi Digital Lewat Smart Citizen Day

Kemkominfo dan Qlue Dorong Literasi Digital Lewat Smart Citizen Day
Kiri ke kanan: Andre Hutagalung, Co Founder dan Chief Technology Officer Qlue, dan Semuel Abrijani Pangerapan, Direktur Aplikasi dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika (Dirjen APTIKA), saat konfenernsi pers Smart Citizen Day di Gedung Kemkominfo, Jakarta, Rabu, (20/3/2019). ( Foto: Beritasatu Photo / Emanuel Kure )
Emanuel Kure / FER Rabu, 20 Maret 2019 | 15:48 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bersama Qlue, aplikasi yang memilkiki konsep smart city, gencar melakukan literasi digital kepada masyarakat untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat yang saat ini sudah berada di era digital. Kegiatan literasi tersebut dilakukan melalui gerakan smart citizen day, untuk mewujudkan smart nation.

Baca Juga: Qlue dan Kemkominfo Inisiasi Gerakan Smart Citizen Day

Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kemkominfo, Semuel Abrijani Pangerapan, mengatakan, kesadaran harus dibangun di era digital seperti sekarang. Pasalnya, ruang siber merupakan ruang baru yang perlu kehati-hatian, kesadaran, dan pengetahuan bagi yang memanfaatkannya.

"Di ruang siber enggak bisa sembunyi karena ada jejak digital. Semuanya tidak bisa dipercaya, kecuali orang yang membuat informasi dengan membangun trust (kepercayaan)," kata Semmy di Jakarta, Rabu (20/3/2019).

Semmy mengatakan, Kemkominfo mendorong supaya anak muda atau generasi milenial Indonesia harus lebih tangkas menangkal informasi salah atau hoax. Terlebih, kata Semmy, direktoratnya selalu melakukan pengecekan berita yang diterima dari bawahannya.

"Kita tunjukan bahwa ini loh hoax. Supaya masyarakat tahu. Makanya sekarang kita harapkan masyarakat cerdas membedakan hoax. Makin lama masyarakat akan cerdas untuk memilah ini hoax, ini bukan,” tambah Semmy.

Baca Juga: Aplikasi Qlue Raih Penghargaan Internasional

Pada kesempatan yang sama, Co-founder dan Chief Technology Officer Qlue, Andre Hutagalung, menjelaskan, peranan masyarakat bisa membawa pengaruh positif serta efisiensi ke seluruh wilayah di Indonesia. Oleh karena itu, aplikasi media sosial Qlue bersama Kementerian Komunikasi dan Informatika menggelar Smart Citizen Day pada Kamis, 28 Maret mendatang. Ia menuturkan acara ini sebagai bentuk kerja sama dalam membangun smart city.

"Keberhasilan smart city butuh partisipasi masyarakat. Acara ini akan mendatangkan 34 anak muda terpilih untuk melakukan deklarasi dan menciptakan dampak sosial yang positif,” pungkas Andre.



Sumber: Investor Daily