Tantangan Pemerintah Selesaikan Proyek Palapa Ring Paket Timur

Tantangan Pemerintah Selesaikan Proyek Palapa Ring Paket Timur
Direktur Utama Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Kominfo, Anang Latif, memberi sambutan di acara Festival Palapa Ring, Jakarta, Rabu, 20 Maret 2019. ( Foto: Beritasatu Photo / Herman )
Herman / MPA Rabu, 20 Maret 2019 | 18:27 WIB

 

Jakarta, Beritasatu.com – Setelah menyelesaikan proyek Palapa Ring Paket Barat dan Tengah, pemerintah saat ini tengah fokus menyelesaikan proyek Palapa Ring Paket Timur yang meliputi 35 kabupaten/kota di bagian timur Indonesia.

Direktur Utama Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Informatika, Anang Latif menyampaikan, saat ini proyek Palapa Ring Paket Timur telah selesai 94,5%. Memang ada sejumlah tantangan yang dihadapi untuk menyelesaikan paket timur ini, antara lain kondisi geografisnya yang menantang.

“Untuk paket timur, saat ini sudah rampung 94,5%. Sisanya lagi yang harus diselesaikan ada di pegunungan Papua. Kondisi geografisnya memang sulit, bahkan kami harus mengerahkan enam helikopter untuk membawa peralatan ke sana karena tidak ada akses jalan,” kata Anang Latief, di acara Festival Teknologi Palapa Ring, di Jakarta, Rabu (20/3/2019).

Menurut Anang, musibah banjir bandang di Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua juga sempat menghanyutkan beberapa material yang dibutuhkan untuk membangun tower di pedalaman Papua seperti semen dan tanah. Bahkan helikopter yang digunakan untuk membawa peralatan juga sempat terendam banjir, namun berhasil diselamatkan.

Meskipun banyak menemui hambatan, Anang mengatakan proyek Pala Ring Paket Timur ini akan rampung pada pertengahan 2019. Setelah itu akan langsung diintegrasikan dengan infrastuktur lainnya.

Palapa Ring sendiri merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional untuk pemerataan akses telekomunikasi dan informasi hingga pelosok negeri. Proyek ini merupakan proyek pembangunan jaringan serat optik nasional yang menghubungkan 514 Kabupaten/Kota di Indonesia. Pemerintah menggunakan dana universal service obligation (USO) untuk operasional Palapa Ring. Dana USO merupakan dana kontribusi perusahaan telekomunikasi dengan bobot 1,25% setiap kuartalnya.



Sumber: BeritaSatu.com