EPPG 2019

PostgreSQL Jawab Tantangan dan Keuntungan Proses Migrasi

PostgreSQL Jawab Tantangan dan Keuntungan Proses Migrasi
CEO PT Equnix Business Solutions, Julyanto Sutandang (kiri), memberikan presentasi kepada kalangan Enterprise mengenai keuntungan sistem Open Source, di Jakarta, Rabu (27/3/2019). ( Foto: Beritasatu Photo / Istimewa )
Feriawan Hidayat / FER Rabu, 27 Maret 2019 | 22:38 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - PT Equnix Business Solutions (Equnix), menggelar acara Enterprise PostgreSQL Professionals Gathering (EPPG) 2019, sebagai upaya memberikan edukasi dari berbagai perspektif, baik teknis maupun bisnis, tentang tantangan dan solusi agar proses migrasi bisa dilakukan dengan baik, terkontrol, dan tidak berpotensi menimbulkan masalah di masa mendatang.

CEO Equnix, Julyanto Sutandang, mengatakan, proses migrasi dari Database Management System (DBMS) Oracle ke PostgreSQL pada sebuah sistem produksi kritikal bukanlah perkara mudah. Perlu adanya penilaian, analisis, perencanaan dan perhitungan yang matang dan menyeluruh agar tidak menimbulkan masalah lain di masa mendatang.

"Acara ini membahas segala sesuatu tentang proses migrasi dari Oracle ke PostgreSQL, potensi masalah, cara mengatasi kendala, dan keindahan menggunakan PostgreSQL dalam database misi kritikal berperforma tinggi," kata  Julyanto Sutandang dalam keterangan pers yang diterima Beritasatu.com, Rabu (27/3/2019).

Menurut Julyanto, saat ini ada banyak perusahaan kelas menengah hingga atas yang telah menggunakan Object Relational Database Management System (ORDBMS) PostgreSQL sebagai bagian dari sistem misi kritikal. PostgreSQL merupakan RDBMS dengan fitur paling lengkap di dunia dan dinobatkan sebagai DBMS of the Year 2018 oleh DB-Engine.

Performa PostgreSQL yang dikelola oleh ahlinya, kata Julyanto, mampu bekerja lebih unggul dibandingkan dengan database Oracle. Selain kemandirian berkat lisensi non-komersial berbasiskan open source, PostgreSQL memiliki skalabilitas lebih baik dibandingkan dengan Oracle. Meski demikian, potensi penggunaannya masih sangat besar karena ada banyak korporasi yang belum melakukan migrasi dari Oracle ke PostgreSQL.

"Kegiatan ini diadakan sebagai bagian dari bentuk tanggung jawab Equnix dalam membangun solusi dan ekosistem berkelas enterprise di pasar tanah air yang berbasiskan open source. Equnix memiliki tanggung jawab profesional dan moral untuk ikut mewujudkan kemandirian bangsa, terutama dalam hal penguasaan teknologi informasi," tandas Julyanto.

Julyanto menambahkan, Equnix berhasil menghemat biaya lebih dari Rp 300 miliar, menghindarkan biaya yang dikeluarkan oleh klien untuk membayar solusi software database berbayar. "Hal ini, berarti pula turut menghemat cadangan devisa negara," kata Julyanto.

Sementara itu, Division Head IT Operation & Support PT EDI Indonesia, Misbakhul Munir, mengatakan, pihaknya telah melakukan migrasi sistem layanan kritikal untuk menangani layanan yang mencakup seluruh Indonesia dari closed source ke PostgreSQL.

"Ada ketenangan yang benar-benar membuat kami bisa tidur nyenyak. Saat menggunakan solusi closed source, tim operasional kami disibukkan oleh patch, maintenance, dan tindakan lainnya yang harus kita lakukan. Setelah melakukan migrasi ke PostgreSQL, tentunya oleh penanganan dari ahlinya, benar-benar menjadi solusi yang menyeluruh dan sangat memuaskan," kata Misbakhul Munir.



Sumber: BeritaSatu.com