BSSN Pastikan Sistem Teknologi Informasi KPU Sangat Baik

BSSN Pastikan Sistem Teknologi Informasi KPU Sangat Baik
Ilustrasi KPU ( Foto: istimewa )
Emanuel Kure / FER Jumat, 5 April 2019 | 20:41 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) angkat bicara soal isu yang mengatakan, server Komisi Pemilihan Umum (KPU) saat ini berada di Singapura dan telah di-setting untuk memenangkan salah satu Calon Presiden dan Wakil Presiden (Capres/Cawapres) pada Pemilu 2019.

Baca Juga: Tidak Ada Server KPU di Luar Negeri

Juru Bicara BSSN, Anton Setiawan, mengungkapkan,  saat ini kondisi teknologi informasi (TI) KPU sangat baik. Pasalnya, berdasarkan monitoring yang dilakukan oleh BSSN, Kemkominfo, dan Bareskrim Polri, KPU sudah bekerja sesuai framework dan standar keamanan yang ditetapkan secara umum.

"Kondisi saat ini sangat baik. Kami telah membentuk satuan tugas (Satgas), semacam tim khusus yang berkaitan dengan pengawalan pemilu 2019. Satgas tersebut bertugas untuk me-monitoring sekaligus memberikan rekomendasi untuk penguatan sistem TI KPU," ujar Anton, Jumat (5/4/2019).

Meski demikian, lanjut Anton, BSSN bersama Satgas yang dibentuk hanya berwenang untuk memberikan penjagaaan dari luar. Tidak menyentuh langsung sistem internal di KPU.

"Ibaratnya sebuah rumah, kami bertugas sebagai pagar yang menjaga dari luar. Kami melakukan monitoring, lalu memberikan rekomendasi, serta menampung laporan dari luar, lalu kami sampaikan kepada KPU. Sedangkan cara kerja KPU sudah sesuai dengan framework yang berlaku secara global,” ungkap Anton.

Baca Juga: Peretas dari Tiongkok dan Rusia Coba Ganggu Laman KPU

Anton melanjutkan, dalam memberikan masukan atau rekomendasi kepada KPU, pihaknya hanya ingin memastikan bahwa sistem TI KPU sudah siap dan aman. Siap artinya, mampu menampung kapasitas data yang masuk, atau tidak terjadi down pada saat pengoperasiannya. Sedangkan, aman, artinya, kapabilitas TI KPU kuat dan tidak mudah diserang oleh hacker dan sebagainya.

"Kami memberikan saran terhadap pengelolaan kapasitas, dan memastikan bahwa sistem IT KPU aman. Itu kami turut memberikan rekomendasi,” tegas Anton.

Terkait simpang siur isu server KPU yang berada di luar negeri, Ketua Komisi I DPR, Abdul Kharis Almasyhari, mengungkapkan, untuk membuat isu ini menjadi terang benderang di mata publik, KPU sebaiknya mengundang pakar TI dari kedua pasangan calon (paslon), lalu lembaga-lembaga terkait, seperti BSSN, Kemkominfo, dan Bareskrim Polri serta pakar TI independen untuk melakukan klarifikasi soal ini.

"Jadi saya pikir, untuk membuat isu ini menjadi terang benderang, dan tidak menimbulkan persepsi yang salah bagi publik, harus undang semua pakar, termasuk pakar independen untuk menjelaskan hal ini. Saya pikir sederhana saja, untuk membuat isu ini menjadi terang benderang," ungkap Almasyhari.

Baca Juga: Polisi Usut Hoax Soal Server KPU

Bahkan, Almasyhari menganjurkan, supaya pihak KPU melakukan audit forensik untuk lebih memastikan terkait kemanan server miliknya. "Lalu bila perlu melakukan audit forensik, sehingga kasus ini bisa terang benderang,” tambah Almasyhari.



Sumber: BeritaSatu.com