Bekraf Dorong Pengembang Aplikasi dan Gim di Gorontalo

Bekraf Dorong Pengembang Aplikasi dan Gim di Gorontalo
Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) menggelar Bekraf Developer Day di Hotel Training Centre Damhil Universitas Negeri Gorontalo. ( Foto: Beritasatu Photo / Istimewa )
Amrozi Amenan / FER Senin, 8 April 2019 | 21:52 WIB

Gorontalo, Beritasatu.com - Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) melalui Deputi Infrakstuktur mengupayakan pengembangan ekonomi kreatif berbasis digital di wilayah Gorontalo dan sekitarnya. Salah satunya, melalui kegiatan Bekraf Developer Day di Hotel Training Centre Damhil Universitas Negeri Gorontalo. Sebanyak 300 peserta hadir mengikuti talkshow dan sharing session dengan para pakar dan pelaku industri kreatif digital.

Baca Juga: Ekonomi Kreatif Adalah Kunci

Kepala Biro Perencanaan dan Keuangan Bekraf, Ahmad Rekotomo, mengatakan, Gorontalo mengalami perkembangan pesat dibidang infrastruktur seperti pembangunan jalan Gorontalo Outer Ring Road (GORR), revitalisasi Dana Limboto, pembangunan Bendungan Randangan serta pembangunan bandara baru Djalaluddin. Dengan fasilitas tersebut potensi ekonomi kreatif akan banyak bermunculan terutama dalam bidang teknologi.

"Acara ini dapat menjadi ajang bagi para peserta untuk meningkatkan kompetensi, menyesuaikan diri dengan kebutuhan industri serta mendapatkan masukan dari developer ternama mengenai tantangan-tantangan apa saja yang dihadapi oleh developer di Indonesia, apa yang menjadi target bersama developer Indonesia, strategi yang efektif untuk mencapainya, serta usulan solusi yang diperlukan untuk membangun ekosistem digital yang kuat guna mendukung kemajuan ekonomi kreatif Indonesia," kata Ahmad Rekotomo, dalam keterangan pers yang diterima Beritasatu.com, Senin (8/4/2019).

Baca Juga: Perusahaan Rintisan Indonesia Incar Investor AS

Bekraf Developer Day, lanjut Ahmad, diadakan untuk menjembatani para developer dengan platform teknologi mutakhir untuk mengembangkan produk digital khususnya di bidang subsektor aplikasi, gim dan web serta internet of things (IoT) agar kedepannya dapat bersaing di tingkat nasional, regional hingga global.

"Tak hanya itu, BDD juga diadakan untuk meningkatkan jumlah dan kualitas developer dan utamanya diharapkan muncul bibit-bibit baru," tegas Ahmad Rekotomo.



Sumber: BeritaSatu.com