Peretas Klaim Curi 6 Juta Data Pemilih Pemilu Israel

Peretas Klaim Curi 6 Juta Data Pemilih Pemilu Israel
Ilustrasi Hacker ( Foto: berita satu / IST )
Emanuel Kure / FER Selasa, 9 April 2019 | 18:29 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Surat kabar harian tertua di Israel, Haaretz, melaporkan sekelompok peretas telah mengklaim dan mencuri database pemilih Israel pada 6 April 2019. Tenggang waktu tersebut, hanya beberapa hari sebelum pemilihan Knesset, yang merupakan momen pemilihan anggota parlemen atau legislatif Israel yang akan diadakan pada 9 April 2019.

Kelompok peretas itu mengklaim, mereka berhasil mencuri data sensitif 6 juta pemilih Israel setelah berhasil mengkompromikan registri sistem pemungutan suara. Grup peretas tersebut kemudian mengunggah tentang keberhasilan mereka di Twitter.

Seperti dikutip Beritasatu.com dari laman HackRead, Selasa (9/4/2019), peretas kemudian menggunakan Twitter yang menangani DarkCoder dan mereka mengunggah tangkapan layar (screenshot) data yang mereka curi dari daftar pemilih. Tangkapan layar menunjukkan detail pribadi penting, seperti nama lengkap, nomor identitas (ID), dan alamat untuk membuktikan bahwa klaim mereka asli.

"Tagar yang digunakan oleh kelompok peretas dalam tweetnya mengungkapkan serangan itu adalah bagian dari operasi yang jauh lebih besar yang dijuluki sebagai #OpIsrael. Ini adalah kampanye tahunan yang merupakan upaya terkoordinasi dari kolektif terkenal peretas Anonymous," tulis laporan HackRead.

Namun, klaim tersebut telah dibantah oleh otoritas pemerintah dan Direktorat Cyber Nasional dan Otoritas Kependudukan Israel. Bahkan, pihak otoritas pun sedang menyelidiki masalah ini.

"Komite Pemilu Pusat Israel mengklaim bahwa data yang dikelola kelompok itu sebenarnya adalah bagian dari kebocoran data lainnya sejak tahun 2006. Laporan komite itu juga menegaskan bahwa kelompok peretasan internasional Anonymous berada di balik serangan di situs web Israel dan memberikan suara. Lebih jauh, sejauh ini mereka belum menemukan bukti registri pemilih yang diretas," kata Hackread.



Sumber: HackRead