Tiongkok Siapkan Aturan Larang Penambangan Bitcoin

Tiongkok Siapkan Aturan Larang Penambangan Bitcoin
Ilustrasi Bitcoin
Feriawan Hidayat / FER Selasa, 9 April 2019 | 18:42 WIB

Shanghai, Beritasatu.com - Komisi pembangunan dan reformasi nasional Tiongkok (The National Development and Reform Commission/NDRC) tengah menyiapkan perangkat aturan yang berisikan penghapusan atau larangan penambangan bitcoin. Draft aturan tersebut, dinilai sebagai tekanan pemerintah terhadap bisnis mata uang digital atau cryptocurrency.

Pihak NDRC mengatakan, mereka tengah meminta pendapat publik tentang daftar revisi industri yang ingin didorong, dibatasi atau dihilangkan. Daftar ini, pertama kali diterbitkan oleh pemerintah Tiongkok pada tahun 2011.

Draf daftar revisi menambahkan penambangan cryptocurrency, termasuk bitcoin, ke lebih dari 450 kegiatan yang dikatakan NDRC harus dihapus karena tidak mematuhi Undang-undang (UU) dan peraturan yang relevan, tidak aman, sumber daya terbuang atau mencemari lingkungan.

Dalam dokumen daftar revisi tersebut, tidak menetapkan tanggal target atau rencana untuk bagaimana menghilangkan penambangan bitcoin. Meski demikian, publik memiliki waktu hingga 7 Mei untuk mengomentari rancangan peraturan tersebut.

Surat kabar milik pemerintah, Securities Times, Selasa (9/4/2019), menyebutkan, daftar rancangan peraturan itu secara jelas mencerminkan sikap kebijakan industri Tiongkok terhadap industri mata uang digital.

Sektor cryptocurrency telah berada di bawah pengawasan ketat di Tiongkok sejak 2017, ketika regulator mulai melarang penawaran awal koin, dan menutup bisnis pertukaran dan perdagangan cryptocurrency lokal.

Tiongkok juga mulai membatasi penambangan cryptocurrency, memaksa banyak perusahaan (termasuk di antara mereka merupakan yang terbesar di dunia) untuk menemukan markas di tempat lain.

Perusahaan-perusahaan Tiongkok juga termasuk di antara produsen alat tambang bitcoin terbesar. Laporan Reuters tahun lalu menyebutkan, setidaknya tiga perusahaan berupaya mengumpulkan miliaran dolar dengan penawaran umum perdana (Initial Coin Offering/ICO) di Hong Kong.



Sumber: Reuters