LG ThinQ Hadirkan Pencahayaan Cerdas di NanoCell TV

LG ThinQ Hadirkan Pencahayaan Cerdas di NanoCell TV
PT LG Electronics Indonesia juga memperkenalkan kategori TV UHD premiumnya yakni NanoCell TV yang sudah dibenamkan paduan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dan Internet of Things (IoT) bernama LG ThinQ di Jakarta, Kamis (11/4/2019). ( Foto: LG Electronics Indonesia / Dokumentasi )
Unggul Wirawan / WIR Kamis, 11 April 2019 | 21:14 WIB

Jakarta, Beritasatu.com- PT LG Electronics Indonesia memboyong dua kategori TV kelas premiumnya yang sudah dibenamkan paduan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dan Internet of Things (IoT) bernama LG ThinQ. Bersanding dengan portofolio TV OLED lewat seri 9, LG juga memperkenalkan kategori TV UHD premiumnya yakni NanoCell TV.

“Kami membuat pengertian AI menjadi lebih luas sehingga perangkat TV LG misalnya bisa menerima perintah dan menjalankan perintah. Peningkatan AI juga membuat hiburan di tengah keluarga menjadi lebih maksimal. Dengan LG ThinQ, orang memiliki waktu yang lebih banyak untuk melakukan kegiatan favorit,” kata Jay Jang, Head of Marketing LG Electronics Indonesia saat peluncuran LG ThinQ di Jakarta, Kamis (11/4).

NanoCell TV pun memiliki inovasi panel yang tak kalah istimewa. Teknologi ini mirip pada TV OLED yang hadir melalui layar dengan tiap piksel yang menghasilkan pencahayaan sendiri tanpa unit pencahayaan latar (backlight).

Meski dikembangkan berbasis LED yang memiliki pencahayaan latar (backlight), LG berinovasi dengan mengaplikasikan lapisan khusus berdiameter seragam sekitar satu nanometer yang memenuhi panel TV. Lapisan khusus pada NanoCell TV ini berfungsi menyerap kelebihan pancaran gelombang warna yang membuat TV tak mampu menghasilkan warna sesuai konten asal.

Wujud LG ThinQ pada seri premium TV LG ini hadir melalui pengembangan kecerdasan buatan (AI) dengan dukungan prosesor terbaru bernama α (Alpha) Gen 2. Letak kepintaran prosesor generasi kedua LG ini ada pada algoritma khusus dengan kemampuan belajar (deep learning) yang memberi dukungan peningkatan pada sisi visual dan audio untuk memberi pengalaman sinematik lebih menyeluruh.

Pada sisi visual, bekal jutaan basis data terkait berbagai informasi visual, prosesor Alpha Gen 2 mampu mengenali berbagai kualitas konten asal untuk kemudian bekerja dengan pilihan metode terbaik dalam mengoptimalkan tayangan pada layar.

“Mungkin banyak yang bertanya-tanya, prosesor ini bisa apa sih? Nah dia bisa mempelajari kualitas kualitas gambar yang ditampilkan. Dengan demikian, gambar-gambar yang tayang di TV bisa di-upgrade sendiri dan menjadi sempurna. Jika ada blur atau kurang brightness, bisa di-upgrade sendiri. Jadi kalau nonton, TV kita punya setting sendiri dan menyesuaikan pencahayaan,” papar Julius, Head of Product Marketing Home Entertainment LG Electronics Indonesia.

Dengan sensor khusus, prosesor pun mampu mengukur tingkat pencahayaan ruang sebagai dasar mengoptimalkan kecerahan layar dan perbaikan detail gambar pada bagian yang dibutuhkan.

“Kemampuan ini memastikan mata menangkap berbagai tayangan dengan nyaman pada kondisi pencahayaan yang berubah-ubah. Jadi bukan hanya pencahayaan ruangan saja, Tapi juga pencahayaan gambar, misalnya saat terang, gambar yg gelap akan diperjelas. Bukan total brightnessnya, tapi brightness per gambar juga diedit,” ujarnya.

Konten HDR

Kemampuan mengoptimalkan tingkat kecerahan yang berbeda menyesuaikan dengan pengaturan pencahayaan ini pun hadir saat memainkan konten High Dynamic Range (HDR). Sebagai pendukungnya, LG tetap mempertahankan teknologi Dolby Vision dalam jajaran TV premium terbarunya ini.

Pada sektor audio pun, algoritma prosesor Alpha Gen 2 LG bekerja meningkatkan kepuasan dengar penggunanya. Salah satunya dengan tawaran nuansa bunyi lebih kaya dengan peningkatan secara virtual sistem audio 5.1 surround sound dari sistem audio 2.1 miliknya.

Di samping itu, kemampuan mengidentifikasi bunyi berdasarkan ragam konten membuat nya dapat mereproduksi bunyi lebih baik. Dengan demikian, TV mampu menghadirkan efek suara lebih dramatis pada tayangan film aksi dan sementara bagi tayangan musik, suara vokal penyanyi akan terdengar lebih jelas.

Bekal prosesor pintar ini pun membuat TV LG dapat memberikan tingkatan keluaran audio optimal yang menyesuaikan dengan penempatan dan posisi penggunanya.

Selain itu, LG juga memastikan tetap mempertahankan penggunaan teknologi Dolby Atmos untuk memperkuat audio TV terbarunya ini dalam memberikan keluaran audio yang lebih realistis.



Sumber: Suara Pembaruan