Konsumen Indonesia Nantikan Kehadiran Teknologi 5G

Konsumen Indonesia Nantikan Kehadiran Teknologi 5G
Ilustrasi teknologi 5G. ( Foto: Beritasatu Photo / RCR )
Emanuel Kure / FER Jumat, 26 April 2019 | 22:50 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Teknologi jaringan generasi ke-lima (5G) merupakan teknologi baru, yang merupakan lanjutan dari teknologi jaringan generasi ke-4 (4G). Beberapa negara, seperti Amerika Serikat (AS) dan Korea Selatan (Korsel) sudah komersial. Tetapi di Indonesia, masih pada tahan uji coba (trial).

Karena merupakan teknologi baru, maka operator telekomunikasi perlu mempelajari standar kemanannya. Bila perlu operator melakukan benchmark dengan negara-negara lain yang sudah menerapkannya. Sehingga, dalam penerapannya, teknologi ini bisa secure dan memberikan rasa aman kepada penggunanya.

Direktur Penataan Direktorat Jenderal Sumber Daya Perangkat dan Pos Informatika (SDPPI) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo), Denny Setiawan, mengatakan, teknologi 5G merupakan teknologi yang baru.

Sehingga, dalam penerapannya di Indonesia, para operator telekomunikasi perlu mempersiapkan dari sisi infrastruktur, aplikasi maupun security-nya. Setidaknya, terlebih dahulu mempelajari standar-standar penerapannya, dengan melakukan benchmark dengan negara lain, yang sudah terlebih dahulu implementasi.

"Itu perlu disiapkan baik dari sisi infrastruktur, maupun aplikasi dan security. Kalau kita bicara machine to machine itu harus ada security-nya. Tetapi kalau sistem seperti ini, pasti ada standarnya. Gak mungkin kalau gak ada. Mereka deploy, pasti ada standarnya. Kita pelajari standarnya,” kata Denny di Jakarta, Kamis (25/4/2019).

Menurut Denny, meskipun dia bukan ahli di bidang siber security, setidaknya di perangkat teknologi baru seperti 5G, pasti sudah disiapkan segala aspek untuk menangkal berbagai kemungkinan serangan siber.

"Mungkin pengetahuan saya, sama dengan Anda. Tetapi yang namanya hacker, intruder di level aplikasi pasti ada. Tetapi kan ada teknologi firewall lah, segala macam kan. Mau di core network, maupun di interface-nya pasti ada. Macam-macam. Dan itu semua mesti ada standarnya. Jadi pasti ada antisipasinya untuk hal-hal seperti itu,” ujar Denny.

Indonesia Nantikan Teknologi 5G

Denny juga mengungkapkan, mungkin ada baiknya, Indonesia sedikit terlambat menerapkan teknologi 5G. Karena dengan begitu, Indonesia bisa mempelajari terlebih dahulu kepada negara-negara lain, seperti AS dan Korsel yang sudah terlebih dahulu menerapkan teknologi 5G.

"Mungkin harus ada benchmark dengan negara lain, bagaimana mereka menerapkan. Nah kadang-kadang, bagus juga sih, kalau mereka atau orang lain duluan, baru kita ikut. Karena kita juga bisa pelajari dari mereka. Tetapi jangan terlalu lama juga implementasinya. Setidaknya di negara ASEAN, kita jangan ketinggalan lah," pungkas Denny.

Pada kesempatan yang sama, Head of Ericsson Indonesia, Jerry Soper, mengatakan, berdasarkan, penelitian yang dilakukan oleh Ericsson Consumer Lab di Indonesia, menunjukkan bahwa konsumen sudah menantikan kehadiran 5G. Bahkan, lebih dari setengah pengguna smartphone di Indonesia akan mengganti operator seluler dalam waktu enam bulan jika penyedia layanan selulernya tidak segera mengaktifkan 5G.

"Teknologi 5G merupakan teknologi utama yang menyokong Intelligent Connectivity pada Mobile World Congress (MWC) tahun ini, penerapan di bidang industrial dan konsumen yang bergantung pada konektivitas tanpa gangguan, latensi rendah, serta transfer data dengan bandwidth sangat tinggi yang dipamerkan. Ericsson dengan bangga akan membawa teknologi serta inovasi terbaru ini ke Indonesia guna membantu pelanggan mengaktifkan 5G di Indonesia," ujar Jerry.



Sumber: BeritaSatu.com