Aplikasi Pickme Layani Jasa Antar Jemput Berlangganan

Aplikasi Pickme Layani Jasa Antar Jemput Berlangganan
Aplikasi Pickme yang menawarkan layanan antar-jemput berlangganan, turut meramaikan bisnis transportasi daring di Tanah Air. ( Foto: Beritasatu Photo / Istimewa )
Feriawan Hidayat / FER Rabu, 1 Mei 2019 | 13:01 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pickme, aplikasi yang menawarkan layanan antar jemput berlangganan, turut meramaikan bisnis transportasi daring di Tanah Air.

Founder dan owner Pickme, Simon Suryanto, menjelaskan, aplikasi Pickme di buat untuk menjawab problem pemerintah dalam mengatasi kemacetan di kota besar.

"Pada waktu jam kerja dan waktu jam sekolah, pasti semua jalanan macet karena semua orang memakai kendaraan masing-masing. Pickme di buat dengan konsep bahwa ibu-ibu yang sering mengantar anaknya berangkat sekolah, dapat memanfaatkan mobilnya untuk mengantar anak-anak lain yang sejalan dengan sekolah anaknya. Aktifitas ibu tetap jalan, dan mendapat tambahan uang setiap bulannya,” kata Simon Suryanto, dalam keterangan pers yang diterima Beritasatu.com, Rabu (1/5/2019).

Aplikasi Pickme

Baca Juga: Pickme Berdayakan Ibu-ibu Pengantar Anak

Simon mengatakan, peluang ini pun bisa di manfaatkan oleh pengemudi ojek online. Mereka dapat juga mengambil jadwal penumpang yang tetap dan pasti setiap harinya.

"Hasilnya tentu lumayan untuk cicilan mobil setiap bulan. Setelah itu, dia dapat menjalankan aplikasi ojek online-nya setelah mengantar atau menjemput penumpang bulanannya," kata Simon.

Layanan antar jemput daring ini, menurut Simon, merupakan aplikasi buatan lokal dan pertama di Indonesia. "Semua ide dan merek Pickme sudah kita daftarkan di Ditjen Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan HAM. Jadi, hanya Pickme yang jalan dengan ide yang ini," tandas Simon.

Simon menambahkan, keunggulan Pickme terletak pada keamanan dan harga yang tetap. Untuk Pickme School, semua pengemudi adalah wanita.

"Semua driver sebelum melakukan penjemputan ada appointment dulu untuk bertemu dengan orang tua dan anak di rumah. Jika tidak cocok dengan driver-nya, cancel saja. Apabila orang tua cocok, maka driver yang akan mengantar anak kita tidak berganti-ganti setiap harinya," tegas Simon.

Berbeda dengan ojek daring, kata Simon, Pickme berbasis langganan bulanan. "Aplikasi Pickme adalah aplikasi bulanan dengan 1 kali order, harga fixed tidak berubah-ubah. Biasanya untuk aplikasi sekarang harga naik pada waktu peak time," jelas Simon.

Menyoal target target pasar apikasi Pickme, Simon mengatakan, target pasar yang dibidik adalah siswa sekolah mulai dari TK sampai dengan SMA.

"Bisnis yang kami rintis sejak tahun lalu dan beroperasi di awal tahun 2019 ini, sudah hadir di lima kota besar, yakni Yogyakarta, Semarang, Jakarta, Bandung, dan Surabaya," kata Simon.

Menurut Simon, sementara ini PickMe berjalan dengan modal sendiri dan masih 100 persen perusahaan lokal Indonesia. "Kami sudah melewati tahap founder, angel investor dan seed dengan modal sendiri. Tapi kami membuka diri untuk investor untuk masuk dan bergabung dengan kami," pungkas Simon.



Sumber: BeritaSatu.com