Kemkominfo Siapkan Tiga Opsi Konsolidasi

Kemkominfo Siapkan Tiga Opsi Konsolidasi
Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Rudiantara, bersama pembicara lainnya dalam acara Talkshow dan Seminar Indonesia Technology Forum (ITF) di Jakarta, Kamis (2/5/2019). ( Foto: Beritasatu Photo / Istimewa )
Emanuel Kure / FER Kamis, 2 Mei 2019 | 19:26 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) terus berupaya mendorong operator telekomunikasi di Indonesia untuk melakukan konsolidasi, baik berupa proses akuisisi maupun meger.

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara mengatakan, sebagai regulator, pihaknya telah menyampaikan himbauan, arahan, maupun rekomendasi kepada operator untuk segera melakukan konsolidasi. Hal itu, berkaca pada performa operator akhir-akhir ini yang berdarah-darah mempertahankan kelangsungan bisnis di Indonesia.

"Pemerintah saat ini memang belum pada level memaksa. Tetapi, saya terus berusaha untuk merayu sehingga operator bisa konsolidasi. Karena, kalau terus bertahan dengan kondisi ini, saya sangat yakin operator tidak akan untung, layanannya juga kualitas akan terus menurun. Jadi, saya melihat, kalau kondisi terus seperti ini, bukan tidak mungkin, kita akan mewajibkan operator utuk konsolidasi. Tentu dengan memperhatikan regulasi yang ada, serta kondisi industri di Tanah Air,” kata Rudiantara di dalam acara talkshow dan seminar Indonesia Technology Forum (ITF) di Jakarta, Kamis (2/5/2019).

Menurut Rudiantara, untuk melakukan konsolidasi, panduan dan regulasinya sebenarnya telah tertuang dalam UU telekomunikasi maupun dalam Peraturan Pemerintah (PP). Selain itu, fakta telah membuktikan bahwa konsolidasi telah terjadi, walaupuan tanpa regulasi yang detail seperti Peraturan Menteri (Permen). Hal itu terjadi beberapa tahun lalu, pada operator XL dan Axis, yang sekarang telah menjadi XL-Axiata.

"Sebenarnya regulasi sudah ada. Baik itu di UU maupun PP. Sehingga, tanpa peraturan yang lebih detail seperti Permen pun bisa terjadi konsolidasi. Sekarang tinggal mindset dari operator untuk melakukan itu (konsolidasi),” ujar Rudiantara.

Tiga Opsi Konsolidasi

Sementara, Direktur Jenderal Sumber Daya Perangkat Pos dan Informatikan (SDPPI) Kemkominfo Ismail mengatakan, untuk memuluskan proses konsolidasi, pemerintah menawarkan tiga opsi kepada operator terkait kepemilikan frekuensi.

Adapun ketiga opsi atau skenario tersebut adalah, pertama semua frekuensi yang terjadi pada saat akuisisi tersebut akan digabungkan, kemudian frekuensi tersebut akan dikembalikan lagi ke operator yang telah melakukan proses akuisisi atau merger tersebut.

Kedua, sebagian frekuensi akan ditarik atau diambil kembali oleh pemerintah, kemudian akan dilelang kembali. Ketiga, frekuensi ditarik oleh pemerintah, tetapi kemudian ditahan (hold) dalam jangka waktu tertentu sampai kemudian dilaukan evaluasi. Kalau terbukti operator tersebut punya komitmen untuk berinvestasi, maka akan dikembalikan ke pihak yang merger tersebut. Tetapi Harganya sudah mengikuti harga yang baru, bukan harga pada saat frekuensi tersebut ditarik.

"Ini semua lagi dikaji. Tetapi secara prinsip, merger atau akuisisi jangan dianggap sebagai hambatan. Karena pemerintah menyediakan frekuensi terus menerus. Jangan terlalu khawatir. Kaerna ada frekuensi di band 700 Mhz, di band 2,6 Mhz, band 3,5 Mhz. Terus ekosistem juga terus disiapkan," ungkap Ismail.

Menurut Ismail, hingga sejauh ini belum ada pihak operator yang mengajukan untuk melakukan konsolidasi. Memang, lanjut Ismail, idealnya operator menginginkan supaya frekuensi yang didapat pada saat akuisisi tidak dikembalikan kepada pemerintah.

"Idealnya memang seperti itu. Tetapi kita akan kaji lebih jauh lagi, berdasarkan pertimbangan-pertimbangan yang tujuannya tentu untuk menyehatkan industri telekomunikasi secara keseluruhan,” pungkas Ismail.



Sumber: BeritaSatu.com