OVO, Grab, dan Tokopedia Hadirkan Program Donasi Digital

OVO, Grab, dan Tokopedia Hadirkan Program Donasi Digital
Kiri ke kanan: Wakil Direktur Utama Rumah Yatim Lili Herlina Abdurrahman, Direktur OVO Harianto Gunawan, Co-Founder sekaligus Vice Chairman Tokopedia Leontinus Alpha Edison, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, dan President of Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata, dalam acara patungan untuk berbagai anatara OVO, Grab dan Tokopedia di Thamrin Nine Ballroom, Jakarta, Kamis (2/5/2019) ( Foto: Beritasatu Photo / Emanuel Kure )
Emanuel Kure / FER Kamis, 2 Mei 2019 | 19:38 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Menjelang momen Ramadan dan Idul Fitri 2019, tiga platform teknologi, OVO, Grab dan Tokopedia meluncurkan program 'patungan untuk berbagi' melalui platform digital. Melalui program ini, ketiga platform tersebut menyediakan wadah bagi siapa pun untuk bisa berdonasi. Adapun tujuan dari program berbagi tersebut, untuk membantu anak yatim piatu dalam menempuh pendidikan yang lebih layak dan berkesinambungan.

Direktur OVO, Harianto Gunawan, mengatakan, sebagai bagian dari ekosistem digital terbesar di Indonesia, OVO berusaha mengembangkan inovasi sambil berkolaborasi dengan Grab dan Tokopedia, untuk memberikan nilai tambah kepada para pengguna. Terutama kepada anak yatim.

"Kampanye patungan berbagi hadir secara khusus untuk menggugah semangat berbagai melalui donasi berbasis digital. Kami percaya, melalui kegiatan ini dapat membawa dampak besar bagi percepatan dan pemerataan ekonomi digital, sekaligus membangun generasi muda melalui pendidikan yang baik dan layak,” kata Harianto di Jakarta, Kamis (2/5/2019).

Sedangkan, President of Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata, menuturkan, Grab sebagai every day supper app terkemuka di Asia Tenggara, pihaknya akan selalu melakukan inovasi demi memberikan kemudahan untuk memenuhi kebutuhan pengguna.

"Kami berharap inovasi teknologi ini dapat membantu para pengguna untuk berbagai kebaikan dengan sesama di bulan suci Ramadhan ini. Melalui kolaborasi ketiga ekosistem terbesar di tanah air ini, kami berharap dapat mengingkatkan kontribusi sosial bagi masyarakat Indonesia," ujar Ridzki.

Sementara, co-founder sekaligus vice chairman Tokopedia, Leontinus Alpha Edison, mengungkapkan, melalui kolaborasi ketiga platform ini, diharapkan dapat memberikan donasi sebesar Rp 10 Miliar.

"Kami percaya dengan adanya akses internet yang semakin inklusif ini, gerakan ini akan diikuti oleh banyak masyarakat di seluruh Indonesia. Sehingga, pada akhirnya dapat memberikan bantuan beasiswa bagi anak-anak yatim untuk pendidikan yang lebih baik ke depannya,” ungkap Leon.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Rudiantara, mengapresiasi terobosan dan inovasi yang dilakukan oleh ketiga platform teknologi terbesar di Indonesia ini. Gerakan sosial tersebut membuktikan, ekosistem digital bisa menggerakan masyarakat Indonesia untuk saling berbagai melalui platform berbasis digital.

"Ekosistem digital telah memberikan contoh yang masif dalam implementasi ekonomi berbagi dan gotong royong. Ini merupakan inovasi dan terobosan yang patut ditiru oleh platform lainnya,” ungkap Rudiantara.

Rudiantara menuturkan, model kolaborasi dengan ekonomi berbagi ini sangat cocok diterapkan di Indonesia. Karena pada dasarnya, Indonesia merupakan negara yang sangat kuat menganut asas gotong royong.

"Model kolaborasi ini sangat cocok diterapkan di Indonesia. Karena melalui ekonomi berbagai melalui platoform ini, menguatkan kita dari sisi gotong royong. Contohnya, Grab, dia punya platform, tetapi yang punya mobil atau motor adalah driver-nya. Jadi di sini ada aspek ekonomi berbagai, gotong royong,” jelas Rudiantara.

Rudiantara juga mengharapkan, dengan adanya program donasi ini, dapat memberikan dampak positif bagi para anak yatim piatu yang sangat membutuhkan uluran tangan dari sesama. Sehingga, mereka dapat melanjutkan pendidikan dengan baik ke depannya.



Sumber: BeritaSatu.com