Pendanaan Startup, RND Kapital Siapkan Rp 50 M

Pendanaan Startup, RND Kapital Siapkan Rp 50 M
Ilustrasi Startup ( Foto: Istimewa )
Yudo Dahono / YUD Rabu, 22 Mei 2019 | 10:29 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - RND Kapital, sebuah perusahaan modal ventura lokal, siapkan pendanaan Rp 50 miliar untuk investasi pada startup level awal di tahun 2019. Tahun ini perseroan berencana akan mencari startup level awal yang berhubungan dengan teknologi dan frozen food.

Direktur RND Kapital Edy Suwarno mengatakan pihaknya akan fokus mencari startup yang berkaitan dengan teknologi dan kebutuhan konsumer. Salah satu yang sedang diincar adalah startup terkait Frozen Food khusus makanan bayi. Menurutnya kebutuhan makanan bayi untuk keluarga muda sangat dibutuhkan dan menjanjikan.

“Sekarang ada 9 startup yang masuk portofolio kami. Berikutnya kami ingin mencari startup di bidang teknologi dan frozen food. Banyak keluarga muda yang membutuhkan makanan bayi praktis cukup dipanaskan,” ujar Edy melalui keterangan tertulis, Rabu (22/5/2019).

Dia mengatakan pihaknya terus berinvestasi ke perusahaan model baru. Beberapa startup saat ini telah didukung RND Kapital adalah Pasarpolis, Tanamduit, Tamasia, Rekeningku, Base, Bamms, Asco, dan Sam Indonesia. Perusahaan yang didukung tidak terbatas pada perusahaan startup saja namun perusahaan yang dapat memberikan nilai tambah dan manfaat bagi masa depan.

“Kami ingin mengembangkan portofolio yang dapat mendukung kebutuhan segmen milenial. Startup yang kami bina bisa saling berkolaborasi dalam satu ekosistem sehingga lebih menguntungkan,” ujarnya.

Pihaknya juga akan tetap fokus untuk berinvestasi pada startup awal dengan model pendanaan dari level Angel Investment, Seed, pre Seri A, dan Seri A. Karena itu konsep pendekatan yang dilakukan dengan model inkubator secara selektif bagi yang potensial. Dia melihat masih banyak kelemahan startup awal atau belum tertata rapi misalnya secara akte kepemilikan atas nama orang lain, modal disetor kecil. Jadi pihaknya memperkenalkan bagaimana dunia bisnis yang sebenarnya kepada startup.

“Kami seperti inkubator tapi pilih yang potensial. Setelah berkembang baru kami pertemukan dengan investor asing dan kami akan terdilusi kepemilikannya. Misalnya Pasarpolis yang diminati oleh investor lain sehingga porsi kami menjadi sangat kecil,” ujarnya.

Lebih lanjut dia juga terus memantau kompetisi startup di daerah seperti Bandung atau Yogyakarta. Saat ini seluruh startup yang dibinanya berasal dari Jabodetabek. Namun dia berharap akan ada startup di daerah yang bisa diajak bekerja sama seperti pemenang kompetisi. Namun pihaknya tetap akan lebih dulu melakukan review apakah potensial untuk didukung atau tidaknya. “Kami pantau kompetisi startup di daerah. Sekarang semua portofolio dari Jabodetabek tapi kami pantau yang ada di Yogyakarta dan Bandung khusus yang potensial,” ujarnya.

Sebelumnya perseroan telah menyuntikkan investasi pada induk aplikasi dan portal investasi Tanamduit, PT Star Mercato Capitale dengan suntikan modal baru senilai USD3 juta.



Sumber: BeritaSatu.com