Indonesia Tuan Rumah PostgreSQL Conference Asia 2019

Indonesia Tuan Rumah PostgreSQL Conference Asia 2019
Ilustrasi PostgreSQL 11. ( Foto: Istimewa )
Emanuel Kure / FER Rabu, 22 Mei 2019 | 20:30 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Kalangan bisnis modern telah mengakui kemampuan database open source untuk mengakselerasi upaya transformasi digital. Biaya menjadi faktor pertimbangan penting dalam menghadapi pesatnya ekspansi informasi dan data di lingkungan perusahaan. PostgreSQL sebagai Open Source Relational Database Management Systems (RDBMS) telah menjadi sebuah pilihan utama sistem database kritikal kelas korporasi dan bahkan menjadi alternatif yang lebih baik daripada solusi sistem database komersial berbayar.

Selain kemandirian dan hemat biaya karena bebas lisensi, popularitas PostgreSQL tidak bisa dilepaskan dari dukungan komunitas yang aktif, loyal, dan terus bertumbuh. PostgreSQL sepenuhnya digerakkan oleh komunitas yang menyediakan dukungan bebas biaya dari para pengembang di seluruh dunia yang membagikan keahlian dengan para sesama pengguna.

CEO PT Equnix Business Solutions, Julyanto Sutandang, mengatakan, Indonesia mendapat kehormatan untuk menjadi tuan rumah perhelatan PGConf.ASIA 2019, ajang tahunan konferensi internasional yang mempertemukan para pengguna, pengembang, dan para ahli PostgreSQL, memaparkan jajaran fitur baru PostgreSQL, studi kasus, kisah sukses, dan praktik terbaik saat menggunakan PostgreSQL sebagai sistem manajemen database open source.

"Dipilihnya Indonesia sebagai tuan rumah perhelatan PGConf.ASIA 2019, yang biasanya digelar di Jepang, menunjukkan bahwa perkembangan serta popularitas PostgreSQL di tanah air telah mengalami pertumbuhan yang pesat," kata Julyanto Sutandang, dalam keterangan pers yang diterima Beritasatu.com, Rabu (22/5/2019).

Perhelatan tingkat dunia yang menyuguhkan pemaparan tentang seluruh aspek dari PostgreSQL tersebut akan diselenggarakan di Pulau Dewata, Bali, mulai 9 hingga 12 September 2019.

PGConf.ASIA 2019 akan menyuguhkan tema 'Saat bisnis bertemu Hacker (pengoprek)' yang akan membahas tentang beragam metode pengoprekan untuk mengidentifikasi kerentanan di dalam sistem database guna meningkatkan keamanan di lingkungan bisnis. PGConf memiliki skala lebih besar dibandingkan dengan ajang PostgreSQL lainnya yakni PGDay dan akan dihadiri oleh sekitar 400 peserta dari seluruh dunia, tidak hanya Asia tapi juga Amerika, Rusia dan Eropa.

PostgreSQL sebagai bagian dari solusi yang berbasiskan open source murni, memberikan kebebasan pengguna untuk mengakses kode sumber sehingga terjamin integritasnya terhindarkan potensi masalah seperti kebocoran data, maupun penghentian layanan oleh sebab legal maupun komersial.

"Implementasi software yang berbasiskan open source membebaskan kita dari ketergantungan terhadap teknologi asing, dan mendukung usaha kita menuju kemandirian," tegas Julyanto.

Menurut Julyanto Sutandang, penguasaan teknologi menjadi syarat mutlak agar Indonesia dapat mentas menjadi negara maju, dan dengan dukungan dari open source, dapat menguasai teknologi dengan lebih mandiri, lebih cepat dan efisien.

"Masyarakat bisnis Indonesia telah siap mengadopsi PostgreSQL dengan lebih mendalam. Indonesia membutuhkan open source untuk memperkuat perekonomian, menghemat biaya, dan menjamin integritas data serta keamanan. Perlu adanya dukungan semua pihak terutama kalangan enterprise dan pemerintah," kata Julyanto.

Julyanto menambahkan, Equnix berkontribusi sebagai implementator PostgreSQL terbanyak di Indonesia pada beragam sektor eksklusif seperti perbankan, finansial, industri, dan lainnya yang telah memahami performa tinggi PostgreSQL sebagai sistem database.

"Kami sangat berharap perhelatan ini mendapatkan dukungan penuh dari pihak Pemerintah, maupun kalangan enterprise di Indonesia," pungkas Julyanto.



Sumber: BeritaSatu.com