RightsLedger Lindungi Konten Kreator Lewat Blockchain

RightsLedger Lindungi Konten Kreator Lewat Blockchain
Country Director RightsLedger, Rio K Liau, tengah menjelaskan layanan RightsLedger ke media. ( Foto: Beritasatu Photo / Istimewa )
Feriawan Hidayat / FER Kamis, 23 Mei 2019 | 19:32 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Kalangan konten kreator independen seharusnya bisa memiliki kontrol yang lebih baik terhadap hasil karyanya. Baik dalam melakukan monetisasi ataupun distribusi. Terlebih, pertumbuhan media sosial (Medsos) membuat Facebook, Twitter, serta YouTube menjadi sangat populer.

Namun, RightsLedger menganggap konten kreator belum mendapatkan hak mereka secara penuh. Perusahaan asal Los Angeles, Amerika Serikat (AS) ini, mendorong konten kreator untuk mendapatkan kontrol penuh dan memproteksi konten mereka. Termasuk bagaimana konten digunakan, didistribusikan, diproteksi, serta di monetisasi dalam satu platform.

Didirikan oleh Ray Young di AS, RightsLedger kini melebarkan ekspansi bisnisnya di Asia. Mereka tengah menyiapkan tiga buah platform, yakni Milio, milSTAGE, dan milDEALS. Milio merupakan platform media sosial, milSTAGE adalah platform video streaming, sementara milDEALS sendiri merupakan platform konten marketplace. Salah satu dari ketiga platform tersebut, rencananya akan dirilis pada pertengahan Juli mendatang di Indonesia.

Country Director RightsLedger, Rio K Liau, mengatakan, ketiga platform tersebut memiliki beberapa perbedaan dibanding platform sejenis yang sudah ada. Salah satu kelebihan utamanya adalah penerapan teknologi blockchain pada konten digital yang diunggah pengguna di platform. Teknologi blockchain digunakan untuk melakukan otentifikasi kepemilikan konten.

"Data yang telah direkam di jaringan blockchain tidak bisa diubah atau dimodifikasi. Cara ini selain membantu pengguna memproteksi kontennya, juga sebagai bukti atas kepemilikan konten tersebut jika ada pengguna lain yang menduplikasi konten," terang Rio kepada Beritasatu.com, di Jakarta, Kamis (23/5/2019).

Menurut Rio, dalam era informasi seperti sekarang, pembuktian kepemilikan sebuah konten menjadi penting. Pasalnya, saat ini konten merupakan sebuah properti yang memiliki potensi nilai ekonomi tinggi.

Adapun yang membedakan RightsLedger dengan platform sejenis lain juga pemberian rewards bagi penonton yang menyaksikan tayangan iklan hingga selesai. Juga, pembagian pendapatan iklan yang mencapai 50 persen hingga 90 persen, sehingga sangat menguntungkan konten kreator.

"Konten kreator seharusnya sadar bahwa karya mereka adalah kontribusi terbesar terhadap suksesnya platform-platform digital konten yang ada selama ini. Karena itu, mereka berhak memperoleh penghasilan yang mungkin jauh lebih besar bersama Milio, milSTAGE, dan milDEALS," tandas Rio.

Sebelumnya, layanan RightsLedger digunakan oleh banyak sekali studio Hollywood seperti Disney, Paramount, dan Sony. Menurut laporan yang diterbitkan Transparency Market Research, pasar manajemen hak digital secara global diperkirakan akan mencapai nilai lebih US$ 9 miliar pada 2026. Hal tersebut dipicu oleh meningkatnya penggunaan modul manajemen hak digital, termasuk meningkatnya penggunaan internet serta popularitas platform media sosial.

Layanan yang disediakan oleh RightsLedger, rencananya akan meliputi negara-negara seperti Singapura, Tiongkok, Korea Selatan, Vietnam, Kamboja, dan Indonesia.



Sumber: BeritaSatu.com