Berbagi Keceriaan Ramadan di Festival Patungan Untuk Berbagi

Berbagi Keceriaan Ramadan di Festival Patungan Untuk Berbagi
OVO, Tokopedia dan Grab menghadirkan Festival Patungan Untuk Berbagi di 8 kota di Indonesia, yang menampilkan berbagai merchant dan hiburan bagi para pengunjung untuk menikmati perayaan Ramadan. Di Jakarta, festival ini diadakan pada 25 - 26 Mei 2019 di Parkir Selatan, Senayan. ( Foto: Beritasatu Photo / Istimewa )
Chairul Fikri / FER Senin, 27 Mei 2019 | 16:20 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - OVO, Tokopedia dan Grab, menghadirkan Festival Patungan Untuk Berbagi di 8 kota di Indonesia, yang menampilkan berbagai merchant dan hiburan bagi para pengunjung untuk menikmati perayaan Ramadan. Di Jakarta, festival ini diadakan pada 25-26 Mei 2019 di Parkir Selatan, Senayan.

Dalam acara ini, tiga ekosistem digital tersebut telah mengumpulkan lebih Rp 5 miliar bagi pendidikan anak-anak yatim, piatu, dan kurang mampu melalui gelombang donasi pertama program 'Patungan Untuk Berbagi'.

Direktur OVO, Harianto Gunawan, mengatakan, OVO percaya bahwa pendidikan merupakan kunci masa depan yang lebih baik, dan kita semua memiliki tanggung jawab untuk memberikan kesempatan setara memperoleh pendidikan yang layak bagi generasi penerus, terlepas dari tantangan ekonomi.

"Melalui Festival Patungan Untuk Berbagi, kami menghidupkan semangat untuk bersatu padu demi pendidikan berkelanjutan bagi anak-anak yatim dan piatu. Kami sangat berterima kasih atas dukungan yang diberikan pemerintah, seiring dengan berlangsungnya acara ini secara serentak di beberapa kota besar di Indonesia," papar Harianto, dalam keterangan pers yang diterima Beritasatu.com, Senin (27/5/2019).

Seperti diketahui, transaksi uang digital di Indonesia dari tahun ke tahun terus meningkat, salah satunya OVO yang merupakan dompet digital berbasis teknologi finansial (tekfin).

Dalam laporan perusahaan keuangan asal Amerika Serikat (AS), Morgan Stanley memperkirakan nominal dana mengendap (floating fund) dalam ekosistem pembayaran digital Indonesia dapat mencapai US$ 50 milliar.

Temuan yang dilansir oleh Morgan Stanley pada awal 2019 ini, lebih jauh menampilkan bahwa OVO adalah dompet digital utama bagi 73 persen responden di 8 kota besar, antara lain Jakarta, Surabaya dan Makassar.



Sumber: BeritaSatu.com