Berita Palsu Dinilai Masalah Besar Dibanding Terorisme

Berita Palsu Dinilai Masalah Besar Dibanding Terorisme
Ilustrasi anti-"hoax". ( Foto: Antara )
/ FER Kamis, 6 Juni 2019 | 20:47 WIB

New York, Beritasatu.com - Hasil jajak pendapat terbaru menunjukkan, separuh orang dewasa di Amerika Serikat (AS) menyatakan, berita palsu merupakan masalah yang lebih besar daripada rasisme, terorisme, atau perubahan iklim.

Survei yang dilakukan Pew Research Center menemukan sekitar 50 persen dari responden yang mengikut jajak pendapat menyatakan, berita palsu adalah masalah yang sangat besar di AS.

Sebagai perbandingan, sebanyak 46 persen menyebut perubahan iklim sebagai masalah yang sangat besar, 40 persen mengatakan hal yang sama tentang rasisme dan 34 persen mengatakan hal yang sama tentang terorisme.

Sekitar 68 persen dari 6.000 orang yang ditanyai dalam jajak pendapat mengatakan, berita palsu memengaruhi kepercayaan mereka terhadap lembaga pemerintah.

Sebagian besar dari mereka (57 persen), menyalahkan para politisi dan staf mereka atas adanya berita dan informasi palsu tersebut.

Jumlah tersebut, ternyata jauh lebih banyak daripada mereka yang menyalahkan media, yaitu sebanyak 36 persen. Sebanyak 53 persen responden menyalahkan para aktivis.

Sekitar 53 persen responden mengatakan, tanggung jawab memperbaiki krisis berita palsu ada pada wartawan. Namun, mereka juga menyadari bahwa masyarakat sendiri yang paling bertanggung jawab untuk menguranginya.



Sumber: VOA