Ayo Kenali Bahaya WiFi Publik!

Ayo Kenali Bahaya WiFi Publik!
Pengguna smartphone mencoba aplikasi OneKlik disela-sela penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Penerimaan Pembayaran melalui OneKlik BCA dan Shopee Indonesia di Jakarta, Rabu (9/1/19). OneKlik merupakan salah satu inovasi berbasis teknologi Application Programming Interface (API), solusi baru bayar belanja online hanya dengan satu kali klik. ( Foto: beritasatu photo / mohammad defrizal )
Unggul Wirawan / WIR Senin, 17 Juni 2019 | 13:22 WIB

Jakarta, Beritasatu.com- Kemudahan akses internet menjadikan budaya belanja daring meluas ke berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia. Saat kerap digunakan transaksi daring, faktor keamanan ponsel menjadi rentan karena belum dilengkapi dengan solusi keamanan siber yang kuat dan ketersediaan WiFi gratis.

Risiko yang sering mengancam para pelaku belanja daring ini adalah kejahatan siber seperti penipuan daring yang berimbas ke akun finansial pengguna dan informasi pribadi yang disalahgunakan.

Indonesia yang dikenal sebagai negara dengan pengguna mobile terbesar di dunia, yang menurut Forbes dari 150 juta pengguna internet di Indonesia, 95% atau 142 juta adalah pengguna internet via mobile. Survei ESET di Asia Pacific (APAC) menunjukkan 32% konsumen ESET menyimpan informasi mereka secara online.

Sementara banyak orang menggunakan WiFi publik yang dapat ditemukan di mana-mana seperti : tempat wisata, hotel sampai ke restoran dan kedai kopi. WiFi publik biasa juga disebut sebagai WiFi gratis, tentu saja sangat disukai oleh siapa pun, tetapi sesuatu yang gratis belum tentu dapat menjamin keamanan, malah cenderung bisa merugikan.

Para pengguna sering mendapat ancaman dari eksploitasi WiFi publik, yang paling umum adalah serangan Man in the Middle (MitM) di mana seorang peretas mencegat komunikasi antara dua pihak, kemudian mencuri informasi pribadi korban yang dapat disalahgunakan peretas untuk keuntungan mereka.

Jadi Korban

IT Security Consultant PT Prosperita – ESET Indonesia, Yudhi Kukuh berbagi beberapa tips keamanan siber yang dapat digunakan semua orang untuk terhindar menjadi korban akibat diretas melalui eksploitasi WiFi dan tetap aman berbelanjadaring.

“Kenyataannya adalah, jenis hotspot WiFi berbahaya ini dapat ditemukan di banyak tempat umum, jadi mengambil tindakan pencegahan sangat penting untuk memastikan para penjahat siber tidak mencuri data, kata sandi, memata-matai Anda, dan berbagai skenario jahat lainnya,” katanya.

Yudhi menambahkan pembeli daring harus menghindari penyimpanan informasi pembayaran di portal pengecer, untuk mencegah kemungkinan hilangnya data melalui pelanggaran data.

"Pastikan bahwa transaksi dilakukan pada jaringan aman dan bukan pada jaringan publik. Pembeli online juga harus selalu memastikan bahwa situs web tempat mereka melakukan transaksi aman, dan bahwa mereka ada di situs web resmi pengecer," paparnya.

Yudhi menjelaskan tautan dari banner iklan berpotensi menyebabkan pembeli daring ke situs imitasi pengecer, yang dilakukan dalam upaya mencuri data pribadi dan keuangan. Untuk terhubung ke internet saat bepergian atau di tempat umum, pengguna sebaiknya menggunakan fitur hotspot ponsel.

"Jika Anda benar-benar harus terhubung ke jaringan WiFi publik, pastikan untuk terhubung ke yang sah. Terkadang peretas akan membuat jaringan imitasi (kembaran berbahaya atau spoof) untuk menipu Anda agar masuk ke jaringan dengan nama yang sama. Tidak ada salahnya untuk memverifikasi dengan fasilitas yang tepat untuk terhubung," ungkapnya.

Layanan Sensitif

Yudhi menyarankan pengguna ponsel menghindari masuk ke layanan sensitif seperti aplikasi perbankan, email atau transaksi daring.

Menurut Yudhi, pengguna ponsel sebaiknya mempertimbangkan untuk menggunakan layanan seluler ponsel cerdas, yang selalu lebih aman daripada WiFi umum. Gunakan layanan keamanan dasar seperti antivirus dan pertimbangkan VPN.

"Jika mencari perangkat lunak keamanan terkemuka, ada banyak yang bagus di luar sana yang mencakup hampir semua sistem operasi. Misalnya, ESET Smart Security Premium melindungi perangkat Windows dan Mac Anda dari ancaman dunia maya, dan meningkatkan peluang pemulihan jika perangkat Anda hilang atau dicuri (Mac juga rentan terhadap malware/virus)," ujar Yudhi.



Sumber: Suara Pembaruan